Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Harus Lebih Kuat Lagi


__ADS_3

Di sudut ruangan, Song Wanting terus memandangi Lin Chen juga kaget, tak menyangka ternyata keahlian medisnya sungguh memukau. Di matanya, Lin Chen hanyalah seorang dokter klinik pengobatan tradisional yang biasa, tapi sekarang berubah menjadi dokter jenius, kata-kata yang keluar dari mulutnya seperti sebuah titah yang langsung diikuti petugas medis lainnya.


"Dokter Lin ini, sejak kapan penampilan nya jadi sehebat ini? kenapa aku merasa Ia bertambah kuat?"


Terakhir kali Sing Wanting bertemu Lin Chen, auranya tidak sekuat itu tapi sekarang Sing Wanting merasa Lin Chen diselimuti aura tipis tak kasat mata.


"Dia jadi lebih tampan." ucap Song Wanting lagi di dalam hati.


Keringat dingin mulai muncul di kening dan belakang Lin Chen, pekerjaan ini menguras banyak sekali energi spiritualnya.


Bukan hanya mendiagnosa tapi terkadang Lin Chen membetulkan tulang yang bergeser maupun yang patah. Yang lebih menguras energinya adalah ketika harus melakukan akupunktur untuk merawat pasien yang organ dalamnya bergeser.


"Dokter Lin, pelan-pelan. Jangan memaksakan diri anda seperti ini."


Dokter Josh menahan pundak Lin Chen yang ketika melihatnya kehilangan keseimbangan.


"Terima kasih, aku tidak apa-apa."


Ucap Lin Chen sambil menepuk pelan punggung tangan dokter Josh. "Sedikit lagi." gumamnya pelan.


Beberapa jam itu adalah waktu yang paling melelahkan yang pernah di alami Lin Chen, untungnya semua bisa di atasi dengan baik sehingga kecelakaan itu tak sampai menimbulkan korban jiwa.


Lin Chen bersandar di kursi, duduknya tidak bisa tegak. Keringat membasahi bajunya padahal pendingin dalam ruang itu cukup dingin.


"Minumlah."


Sebuah tangan halus terangsur di depan Lin Chen, tangan itu membawa segelas air. Tanpa ragu, dia meneguknya sampai habis.


"mau tambah lagi?"


"Tidak terima kasih." kata Lin Chen sambil memandang orang yang memberinya minum, ternyata itu adalah Song Wanting yang sedang tersenyum.


"Kamu tau? kamu sangat cantik ketika sedang tersenyum."


Lin Chen tidak sedang menggoda. Song Wanting memang sangat cantik, sebagai ahli beladiri dan petugas polisi, tubuhnya sangat terjaga sehingga penampilannya sangat menawan.


Song Wanting mengerjapkan matanya, meskipun tidak mengakuinya tapi hatinya menghangat. Wanita mana yang tidak senang dipuji.


"Tak kusangka, kamu ternyata sehebat ini."

__ADS_1


"Hehe hebat kan? bagaimana, apa kamu mulai suka padaku?"


"mimpi." Song Wanting memelototkan matanya, tapi Ia tidak marah.


Lin Chen mengabaikannya, Ia benar-benar lelah. Ia mencoba bangkit, energi spiritual di Rumah Sakit sangat tipis, Lin Chen harus ke klinik.


"Kamu ini, masih sok kuat. Katakan kamu mau kemana? biar aku mengantarmu."


"Tidak usah, aku bisa jalan sendiri. Klinik juga tidak begitu jauh."


Sahut Lin Chen, Ia tidak enak hati merepotkan orang lain. Tapi baru saja berjalan beberapa langkah, Ia terpaksa bersender di tembok agar tidak jatuh.


Tapp...


Tanpa mengucapkan apa-apa, Song Wanting memegang bahu Lin Chen dan memapahnya keluar. Klinik juga tidak begitu jauh, lagipula jalanan cukup padat karena kecelakaan itu jadi mereka hanya berjalan.


"Wanting, ini...."


"Sudah jangan banyak bicara lagi." Song Wanting berkata dengan cepat. Kalau dibilang malu, Ia saat ini sangat malu namun Ia menahannya.


Sebelah bahu Lin Chen menempel ketat di dadanya, setiap mereka melangkah, itu akan bersentuhan dengan ketat. Rona merah di wajahnya mengalir sampai di leher putihnya tapi dia mengacuhkannya, Meskipun ini adalah pengalaman pertama tapi Song Wanting bukan tipe orang yang mempermasalahkan hal sepeleh saat dibutuhkan.


"Heh pemalas! sampai kapan kamu mau bersender? enak ya?!"


Song Wanting mendengus, lalu berkata, "Kamu berhutang padaku, ingat, aku akan menagih nya nanti."


Berkat udara di klinik yang lebih padat dan bersih, beberapa saat kemudian energi Lin Chen akhirnya pulih. Saat itu Sing Wanting sudah pergi, dia harus mencatatkan laporan di kantor.


"Ternyata aku masih sangat lemah." gumam Lin Chen dan berpikir harus secepatnya menaikkan tahapan kultivasi nya.


Sayangnya itu tidak gampang, salah satu caranya adalah dengan membuat pil pengumpul energi tapi bahan yang dibutuhkan sangat banyak dan pasti mahal sedangkan uang di sakunya sekarang tidaklah seberapa.


Lin Chen membuang nafas pasrah, semua metode ada di dalam kepalanya tapi tak satupun yang bisa Ia lakukan. Pil pengumpul energi adalah yang paling mudah tapi tetap saja tidak bisa dibuatnya.


Berpikir sampai di sini, Lin Chen tiba-tiba ingat kejadian ketika melihat lokasi kecelakaan beruntun, waktu itu Ia berpikir peristiwa itu tidak sesederhana yang terjadi. Dia bisa merasakan ada sedikit jejak aura yang tak biasa di sana dan untuk memastikannya, Ia memutuskan untuk pergi melihat sekali lagi.


"Dokter Lin, tunggu sebentar."


Tepat ketika Lin Chen hendak pergi, sebuah suara dari salam klinik menahannya.

__ADS_1


"Dokter Lin, namaku Tao Yang dan ini putriku, Terima kasih telah menyelamatkan kami."


"Tuan Tao, jangan terlalu sungkan, itu sudah tugasku." balas Lin Chen sambil menjabat tangan Tao Yang.


"Bagaimana keadaan anda? apa masih sakit? bagaimana kalau anda tinggal sementara di sini?"


"Berkat anda, aku sudah lebih baik, lihat... Tao Yang lalu melompat-lompat kecil di tempat. "Hehe sudah tidak apa-apa?"


Lin Chen tidak banyak bicara lagi, Ia dengan cepat menuliskan resep untuk Tao Yang dan putrinya.


"Tuan Tao, meskipun anda sudah pulih tapi resep ini dapat membuat anda lebih baik."


Tao Yang mengambil resep itu, meskipun Ia mengucapkan terima kasih tapi dari wajahnya seolah berkata tanpa resepmu pun aku akan baik-baik saja.


Lin Chen tidak menolak saat Tao Yang berjanji akan memberikan imbalan karena telah merawatnya dan memberikan catatan nomor telepon nya, ponsel Tao Yang ternyata hilang saat kecelakaan.


"Pria ini tidak biasa." ucap Lin Chen dalam hati sambil memandang punggung Tao Yang dan putrinya pergi.


"Chen, untuk apa kamu kesini lagi?"


Song Wanting yang masih berada di tempat kecelakaan menegur Lin Chen.


"Aku hanya ingin memastikan tidak ada korban lagi saja."


"Jangan mencoba menipuku, aku tau bukan itu tujuanmu kesini. Cepat katakan."


"Wanting, siapa orang-orang itu?"


"Itu orang-orang dari biro, Chen apa pun yang kamu cari, aku jamin kamu tidak akan dapat menemukan nya setelah mereka ada disini. Orang-orang ini sungguh membuatku muak."


Ekspresi Song Wanting berubah masam saat melihat orang-orang dari biro naga itu.


"Sepertinya kamu tidak terlalu menyukai mereka."


"Bukan tidak terlalu menyukai tapi aku memang tidak menyukai mereka. Bukan aku saja, tapi kami semua. Heh apanya yang biro rahasia negara, seenaknya saja datang dan pergi tanpa peduli petugas di sini. Lagaknya sudah seperti yang paling hebat saja."


"Tapi mereka memang hebat kan?"


"Ya... iya, memang hebat sih. Ah sudahlah, aku mau ke klinik saja."

__ADS_1


"Hei, itu klinikku. Seharusnya aku yang berkata begitu."


Lin Chen lalu menyusul Song Wanting pergi. Ia juga tidak merasakan aura itu lagi setelah sempat mencoba mendeteksi nya.


__ADS_2