
Paviliun Langit sudah menjadi target kelompok Macan Terbang. Kelompok ini memang sudah tidak ingin mencari masalah lagi sejak kegagalan Bong bersaudara waktu itu namun belakangan kelompok Tanpa Tuan datang dan mengajak mereka berkerjasama menjatuhkan Paviliun Langit.
Kelompok Macan Terbang adalah piaraan keluarga Wu yang bertugas melakukan atau membersihkan pekerjaan kotor mereka. Jadi di permukaan, keluarga Wu ini adalah pebisnis yang jujur tapi itu hanya kedok saja.
Lalu datanglah kelompok Tanpa Tuan ini, sehingga Macan Terbang dibawah kepemimpinan Wu Dong pun tergiur.
Mungkin tidak banyak yang tau siapa di balik kelompok Tanpa Tuan ini tapi keluarga Wu jelas sangat tau. Orang dibaliknya adalah master beladiri yang kuat.
Sementara itu, Lin Chen yang sudah kembali dari desa tidak langsung ke paviliun Langit. Rencananya adalah langsung pergi jika ada bentrok dengan Macan Terbang.
"Tuan, anda kembali."
"Sudah, istirahat saja. ambil pil ini, aku akan memperbaiki kualitas udara di sini."
Lin Chen pun mengambil kertas jimat. "Ini memang sudah rusak." ucapnya sambil mengambil kertas jimat yang baru. Kertas ini juga berasal dari sampah yang jatuh dari langit, namun masih baru.
Tak lama kemudian Jun Xing masuk kembali, memberitahu kalau Mao Dong datang.
"Oke, katakan padanya aku akan menemuinya."
Lin Chen tidak langsung bergegas pergi melainkan menyiapkan perlengkapannya, belati dan pil. Sebelumnya dia sudah menyampaikan pada Mao Dong untuk langsung datang menjemputnya kalau ada masalah.
__ADS_1
"Tuan, aku juga ingin pergi."
"Eh, bukankah kamu masih harus memulihkan diri?"
"Aku sudah tidak apa-apa. Lihat."
Jun Xing mengumpulkan auranya, dan memang benar dia sudah pulih pada kondisi puncaknya. Lin Chen juga tau, karena pi yang tadi dia berikan adalah pil kelas dua, jauh lebih ampuh dari pil yang sebelumnya.
"Tuan, aku merasa pil yang barusan lebih kuat, apa kemampuan anda sudah meningkat?"
"Hehe rahasia, ayo." sahut Lin Chen dengan tatapan penuh arti. Jun Xing hanya melihat dengan penuh kagum. 'Tuan, benar-benar hebat.' ucapnya dalam hati.
Lokasi yang mereka tuju adalah sebuah gudang tempat menyimpan tanaman herba, isinya memang hanya kelas rendahan saja karena telah disortir tapi tetap saja ini adalah aset paviliun Langit. Lin Chen berencana membuat salep kesehatan atau obat apa pun itu sebagai usaha legal dari paviliun Langit.
Situasi sedikit kacau saat Lin Chen tiba, orang-orang Macan Terbang sudah mengepung gudang, jumlah mereka tidak kurang dari seratus orang sementara anggota yang menjaga gudang tidak sampai dua puluh orang.
"Kalian turun dulu. Jangan ragu, langsung hantam saja kalau mereka tidak mau pergi."
Lin Chen memberi perintah langsung pada Jun Xing, baginya urusan dengan Macan Terbang harus segera diselesaikan.
Jun Xing pun berkata pada anggota Macan Terbang untuk segera pergi, namun tidak diindahkan.
__ADS_1
"Bagus! Kalau begitu kalian tidak usah pergi lagi!" Jun Xing bergerak, menghajar orang yang paling dekat dengannya sementara anggota yang menjaga gudang juga bergerak setelah melihat aksi Jun Xing.
Aksi Jun Xing memang ciamik, sebentar saja sudah belasan dari lawannya yang terkapar. Mau bagaimana lagi, mereka memang bukanlah lawan Jun Xing yang notabene merupakan master beladiri tingkat prajurit.
Sampai tiba-tiba sepuluh orang muncul dan mengepung Jun Xing, mereka bergerak sangat rapih dan kompak, ditambah tingkat mereka yang setara dengan Jun Xing.
Bruk!
Untuk kali ketiga, Jun Xing terlempar terkena tendangan musuh, dia masih berusaha untuk bangun tapi sebuah sentuhan di bahunya menghentikan usahanya.
"Tetaplah disitu, ini bagianku."
"Tapi tuan, aku masih bisa... "
"Tidak baik memaksakan diri, meskipun kau bisa bertarung lagi dengan mengandalkan pil, kau tetap akan jatuh lagi."
"Mao Dong, kau juga, mundurlah."
Memang benar ucapan Lin Chen, Jun Xing bisa sembuh dalam waktu singkat tapi lawannya sangat kuat, sepuluh orang di tingkatan yang sama bukanlah lawan yang mudah.
Mao Dong dan lainnya yang juga terluka mundur perlahan dan tetap berjaga.
__ADS_1
"Nah pulihkan diri kalian, ada tugas yang cukup melelahkan nanti."