
Tetua Zhang menatap punggung Lin Chen, memikirkan apa yang Lin Chen katakan tadi. Lin Chen sendiri tidak terlalu yakin dengan tebakannya, apa yang tetua Zhang alami masih di luar pengetahuan nya namun, dia dapat merasakan sesuatu yang tidak beres pada Zhang Zitou dan menarik kesimpulan.
Kepala keluarga Zhang tidak sakit atau terpengaruh sesuatu, kalau ada, maka itu akan berasal Zhang Zitou.
"Tuan Zhang, anda tidak benar-benar percaya kan dengan yang di katakanya?" tanya master Lao.
"Tapi yang dia katakan mungkin ada benarnya."
"Tuan Zhang, kalau anda bisa mendapatkan batu itu, aku yakin masalah anda akan selesai dan kutukan itu pun akan lenyap."
Tetua Zhang ragu sejenak, lalu tak lama ikut masuk ke dalam. Seandainya saja dia belum cukup pusing dengan masalahnya sendiri, dia mungkin akan meminta batu Lin Chen dengan sedikit gerakan.
Sementara itu Lin Chen dan Mao Dong sudah berada di dalam. Kios di dalam ini tidak terlalu ramai, deretan toko-toko berbaris rapih dan memiliki area yang luas. Di sudut lain adalah tempat pemotongan batu.
"Saudara Mao, kamu sudah datang." seorang pria menyambut.
"Saudara Bing, ini aku kenalkan pimpinan kami yang baru."
"Pimpinan?" Pria yang akrab disapa Bing itu menatap Lin Chen, dia tidak menyangka pimpinan Harimau Terbang yang baru adalah seorang pemuda berusia dua puluhan.
"Tuan Lin, ini Bing Xun yang aku ceritakan sebelumnya. Dia memiliki kios dan cukup terkenal di sini."
Lin Chen mengangguk ringan, "Tuan Lin, apa yang anda butuhkan? yakinlah, aku pasti akan memuaskan anda."
Bing Xun lalu menemani Lin Chen melihat-lihat seluruh area sebelum membawanya ke tokonya sendiri.
"Di sana itu tempat apa?" Lin menunjuk sebuah area yang luas yang yang cukup ramai dan lapat-lapat terdengar seseorang seperti menyebutkan sesuatu secara terus menerus.
"Itu lelang batu kasar."
"Batu apa yang dilelang?"
__ADS_1
"Tuan, lelang itu dinamakan juga dengan judul batu. Yang dilelang adalah kasar yang masih mentah. Kalau beruntung bisa mendapatkan giok di dalamnya dan kalau tidak maka hanya akan mendapat sampah."
Lin Chen tidak begitu tertarik. Pertama, uangnya mungkin tidak cukup dan kedua, dia tidak mempunyai waktu yang banyak. Lin Chen menuju area yang lebih luas namun hanya ada beberapa pengunjung. "Dan ini?"
Ini adalah tempat pertama, semua baru mentah akan dibongkar di sini oleh pemasok langsung dari tambang. Lalu pemilik toko akan membelinya sesuai keinginan mereka sendiri. Tentu saja setelah dipilih oleh penyelenggara lelang, dalam hal ini keluarga Zhang.
Lalu batu-batu mentah yang tidak terpilih biasanya akan dibeli oleh pemilik kios-kios bagian depan.
"Kalau tuan mau, tuan bisa memilih batu mentah. harganya pun jauh lebih murah, kebetulan tokoku masih kurang sepuluh ton."
Pemimpin paviliun Lin tentu bukan orang biasa, Bing Xun akan berusaha sebaik mungkin untuk menjalin hubungan dengan Lin Chen.
"Mao Dong, sepulang dari sini, ganti paviliun Lin menjadi Paviliun Langit." Lin Chen berbisik.
Senyum Bing Xun membuat Lin Chen tiba-tiba terpikirkan tentang masalah ini. Namanya terlalu identik dengan dirinya dan kalau semua orang yang bertemu dirinya mengenalnya maka hidupnya pasti akan repot. Dia tidak mau.
Mao Dong mengangguk, dia bisa membaca pikiran Lin Chen dan mau tidak mau dia harus mengiyakan permintaan ini.
Meskipun tidak dapat mengetahui jenis giok yang ada di dalam batu mentah tapi getaran spiritual yang dihasilkan oleh tidak dapat dibohongi, semakin kuat getarannya maka semakin berkualitas apa yang ada di dalamnya.
Giok adalah hasil karya alam yang terbentuk ribuan bahkan jutaan tahun melalui proses yang rumit dan dalam tentang waktu itu, entah sudah berapa banyak ia menyerap qi langit dan bumi.
"Coba potong batu ini."
Ye memberikan sebuah baru seukuran telapak tangan pada Bing Xun. Getaran dari batu di tangannya sedikit lemah.
Ada Giok di dalam namun hanya titik-titik kecil sehingga tidak cukup berharga. Berturut-turut Lin Chen mencoba membelah batu untuk membuktikan analisanya. Untuk ini dia telah menghabiskan hampir tiga ratus juta.
"Apakah aku salah menilai kekuatan tuan Lin?" banting Mao Dong, selama ini dia memang sangat percaya kepada Lin Chen tapi saat ini kepercayaan itu sedikit menipis.
Lebih dari sepuluh batu telah dibuka dan tak satupun yang bernilai tinggi. Kalau dijual lagi, paling-paling hanya bisa mendapatkan angka lima puluh juta, tidak lebih.
__ADS_1
Berbeda dengan Mao Dong yang mulai meragukan kemampuan Lin Chen dibidang ini, Lin Chen malah terlihat santai dan tersenyum. Dia mulai memilih batu mentah yang memiliki getaran yang kuat. Dia berpindah dari satu kumpulan batu mentah ke kumpulan baru mentah yang lain dan tak terasa dia sudah mengumpulkan hampir lima puluh batu.
Lin Chen menghabiskan hampir lima milyar untuk membeli semua batu-batu itu.
"Bing Xun apa kamu bisa mengangkut semua ini ke tempat ku?"
"Tentu saja tuan." jawab Bing Xun, pandangannya pun sama dengan Mao Dong.
Lin Chen mengabaikan tatapan dua orang ini. Dia kembali meminta Bing Xun untuk mengumpulkan semuanya menjadi satu.
"Ayo, saatnya melihat tokomu. Aku akan membeli beberapa baru Giok."
"Tuan, apakah tuan tidak ingin memotongnya?"
"Tidak perlu," sahut Lin Chen. Aku ingin mengoleksi semuanya. Biar bagaimana pun, ini pertama kalinya bagiku. Aku khawatir kalau rugi hehe." sambungnya lagi sambil tersenyum penuh arti.
Lin Chen memang penasaran tapi terlalu malas untuk menunggu semuanya dipotong, lagipula dia mempunyai belati yang sangat tajam, hadiah dari langit.
Bing Xun akhirnya menyerah, tapi saat beberapa langkah meninggal kan area itu, terdengar suara yang terdengar cukup memprovokasi.
"Benarkah, apa orang yang menyebut dirinya master ini terlalu takut sampah pilihannya terlihat orang lain?"
Master Lao perlahan mendekat, Ia ditemani tetua Zhang, Zhang Zitou dan putrinya Zhang Cuihua.
"Apa ada larangan untuk tidak memotong?" balas Lin Chen, sama sekali tidak marah ucapan master Luo.
"Hahaha tidak, tidak ada. Hanya saja, untuk membuktikan anda adalah seorang master. Asal tau saja, master itu harus tau juga."
"Aku tak perlu membuktikan apa-apa pada siapa pun. Tidak ada urusannya juga."
"Sial, orang ini kenapa sangat susah." gerutu master Lao dalam hati. Sementara yang lain hanya diam saja, namun Zhang Zitou yang masih memendam dendam ikut berkata.
__ADS_1
"Kalau kamu tidak mau membukanya, maka aku tak akan menjual batu-batu mentah itu. Keluarga Zhang ada pemilik tempat ini dan aku berhak menolak siapa pun di sini."