
Jauh di dalam hutan lebat di deretan pegunungan Kunlung. Sebuah rumah bergaya kuno atau yang lebih cocok di kuil berdiri dengan kokoh. Kuil ini hanya berukuran sedang, tidak ada aktifitas apa pun di sekitar kuil, tapi jika melihat ke dalam, maka orang akan tahu kalau kuil ini bukan tanpa penghuni.
Di dalam kuil ada beberapa ruangan dan ada satu ruangan yang setiap waktu mengeluarkan aura yang sangat dalam. Ada fluktuasi aura yang meskipun tipis tapi bisa membuat seseorang larut dan terhanyut dalam kondisi spiritual yang dalam.
"Hm, ruangan jiwa sudah hampir siap." kata seorang pria tua yang kalau dilihat tampak berusia lima puluhan.
"Tuan, selamat, sebentar lagi anda bisa menembus dan menerobos batasan itu."
"Ya, mungkin satu bulan lagi ruangan jiwa akan siap." kata pria tua itu lagi. Tatapan matanya menunjukkan ketidak sabaran.
Setelah mengamati dan mengatur beberapa hal lainnya, pria itu pun pergi dan menuju halaman belakang kuil.
"Tuan, eh, kemana tuan pergi?"
"Tuan di halaman belakang, ada apa? kenapa kamu sangat panik?"
Yang datang ini adalah salah satu anggota kuil, dia mengabaikan pertanyaan rekannya dan berjalan terburu-buru ke halaman belakang.
"Tuan, jimat kutukan yang kita tanam sepuluh tahun lalu sudah dihancurkan." Anggota ini langsung melapor begitu tiba di halaman belakang.
"Jimat, jimat yang mana?" tanya pria itu kaget, selama ini tidak ada yang bisa melepas kutukan nya. Jimat kutukan adalah salah satu jimat terkuat miliknya dan semakin lama tertanam akan semakin sulit untuk dihancurkan.
__ADS_1
"Yang ditanam pada tetua dari sekte Pilar Langit."
"Tidak masalah, seingatku ada tetua, tidak masalah kalau kita kehilangan salah satunya." Pria itu masih tenang dan menyuruh anggota itu pergi.
"Tapi tuan, dua-duanya telah dihancurkan."
"Kamu bilang apa? dua-duanya dihancurkan? jangan main-main atau kepalamu tidak akan selamat."
Kalau hanya satu, dia masih bisa menolerir, tapi ini keduanya. Dalam pikiran pria itu, sebentar lagi jimat kutukan akan mencapai tujuannya dan saat itu dia bisa melakukan apa yang dia inginkan selama ini.
Tidak percaya dengan apa yang dikatakan anggota nya, pria itu memutuskan untuk melihatnya sendiri dan bergegas masuk ke dalam salah satu ruangan di dalam kuil.
"Tidak mungkin. Sudah sepuluh tahun dan tinggal menunggu saatnya menuai hasil? dan itu hancur begitu saja?"
Tidak mudah untuk memasang dua jimat kutukan, satu saja sudah sangat baik, namun sekarang itu sudah hancur.
Pria yang awalnya dalam situasi hati yang sangat baik karena satu bulan lagi usahanya akan siap seketika terdiam. Satu hal lagi dikhawatirkannya adalah orang yang menghancurkan jimat kutukan, orang ini pasti salah satu ahli.
"Bagaimana dengan yang lain?" tanyanya kemudian setelah menenangkan pikirannya.
"Semua aman tuan. Seharusnya tidak akan terjadi apa-apa dalam satu bulan ini."
__ADS_1
"Sebaiknya begitu. Cepat kirim seseorang untuk memantau jimat kutukan lain. Jika salah satu hancur lagi maka sudah tidak ada yang harapan."
"Bagaimana dengan dua tetua ini? apakah harus diselidiki?"
"Bodoh! apa kamu pikir kamu bisa berada di dekatnya? jimat kutukan sudah hancur dan kekuatan tetua ini sudah pasti akan kembali."
"Kamu terlalu meremehkan tetua yang selangkah lagi memasuki tingkat Guru. Siapa dan dimana tetua ini, biar aku sendiri yang menyelidikinya.
Kalau mau berhasil, sebaiknya memang dilakukan sendiri. Begitulah pemikiran pria itu. Lagipula dia juga harus tahu siapa yang bisa menghancurkan jimat kutukan, dia harus waspada.
"Jiang Fangyou dan Lu Yiming, keduanya tinggal di kota Shanghain."
"Kirim orang ke sepuluh jimat kutukan lainnya, jika sudah waktunya, ambil saja dan atur ke dalam ruangan jiwa, tidak menungguku."
"Baik tuan."
Tidak diragukan lagi, ini adalah kuil berhala, markas utama sekte Berhala yang mengatur jimat kutukan untuk Jiang Fangyou dan Lu Yiming.
Sebenarnya, Jiang Fangyou dan Lu Yiming hanya cadangan, apabila gagal maka tidak akan menjadi masalah. Masih ada yang lain.
Tapi tetap saja hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.
__ADS_1
Jimat kutukan sangat unik, ini juga termasuk teknik terlarang dari leluhur sekte Berhala. Batasnya adalah sepuluh tahun dan targetnya harus seniman beladiri yang kuat, semakin kuat semakin baik. Nantinya jimat kutukan ini akan diambil kembali, dikumpulkan dan diletakkan pada formasi khusus yang telah diatur.