
Kota Shanghain. Jiang Fangyou yang tidak mengetahui kelakuan cucu tersayangnya saat ini tengah bersiap melakukan perjalanan ke kota Liang untuk menemui Lin Chen, membawa hadiah yang sangat langka sebagai ucapan terima kasih sekaligus permintaan maaf.
Dia hanya ditemani oleh Minghui karena kesehatannya sudah pulih sehingga tidak membutuhkan banyak pengawal lagi. Awalnya memang dia meminta Jiang Dian untuk ikut bersamanya tapi karena Jiang Dian beralasan ada urusan bisnis di kota lain, maka dia tidak memaksanya lagi. Sama sekali tidak curiga kalau Jiang Dian sebenarnya berbaring di rumahnya.
Lin Chen sendiri saat ini tengah disibukkan dengan pelajaran alkimia. Lin Chen menata ulang segala informasi dalam pikirannya, informasi memang tumpang tindih sehingga harus diklasifikasikan sendiri olehnya.
Misalnya seperti tingkatan kultivasi, tadinya dia mengira kalau tingkatan ini adalah tingkat kultivasi beladiri tapi ternyata dia salah, karena ini adalah tingkatan kultivasi alkimia.
Jadi, dia harus melewati beberapa tingkatan sebagai syarat mutlak jika ingin berhasil. Semua tahapannya sudah Lin Chen miliki dan secara resmi dia sudah menjadi penyuling kelas tiga.
"Kultivasi Jiwa Alkimia." gumam Ye Chen. Ini adalah syarat untuk maju menjadi penyuling kelas empat atau tingkat menengah. Pada tingkat ini, pil yang disuling disebut pil spiritual.
Di antara resep-resep pil ini adalah diperuntukkan untuk memelihara jiwa seorang
Contoh untuk pil spiritual lainnya adalah pil yang biasa diberikan kepada hewan buas atau dari ras siluman. Seorang kultivator pun membutuhkan pil spiritual untuk memulihkan jiwanya yang kadang terluka saat bertarung.
Lin Chen melanjutkan kembali pemahamannya tentang seluk beluk dunia alkimia ini.
Keesokan harinya Jiang Fangyou datang, dia datang tanpa memberi kabar sebelumnya dan langsung ke klinik.
__ADS_1
"Halo dokter Lin, sapa Jiang Fangyou." saat tiba. kata-katanya sangat ramah, namun Lin Chen hanya bersikap biasa saja, sejak tahu Jiang Dian yang membawa geng Tanpa Nama berusaha menyulitkannya, Lin Chen tidak begitu simpatik lagi dengan Jiang Fangyou ini.
"Oh tuan Jiang, angin apa yang membawamu kemari? jangan katakan kamu masih butuh bantuanku." ucap Lin Chen acuh tak acuh. Dia juga agak sedikit terganggu dengan kehadiran Jiang Fangyou karena masih sibuk mendalami catatan-catatan di kepalanya.
Melihat tanggapan Lin Chen, Jiang Fangyou merasa sedikit tidak nyaman. Dia buru-buru berkata keadaannya sangat baik dan berterima kasih atas apa yang Lin Chen lakukan. Jiang Fangyou kemudian memberi isyarat pada Minghui untuk menyerahkan hadiah yang disiapkannya.
"Dokter Lin, aku hanya membawa ini sebagai ucapan terima kasih dan atas kesalah pahaman yang sudah terjadi. Tolong diterima."
"Tuan Jiang, aku benar-benar tidak mengharapkan apa-apa. Kalau boleh jujur, aku juga sangat penasaran dengan Jimat Kutukan itu dan belajar banyak. Jadi, di antara kita tidak ada hutang piutang."
Lin Chen menegaskan maksudnya. Menolak apa yang Jiang Fangyou berikan.
"Dokter Lin, kalau setelah melihat nya dan anda tetap tidak tertarik, saya akan membawanya lagi."
"Baiklah... "
Lin Chen pun mengalah, dia merasa tidak enak juga terus menolak melihat ketulusan Jiang Fangyou.
"Ini... apakah ini Kayu Langit? Bunga Seribu Warna dan ini ... "
__ADS_1
Raut muka Lin Chen tidak bisa dibohongi, semua bahan-bahan yang dibutuhkan Lin Chen untuk membuat pil kelas tiga. Bahan yang Lin Chen gunakan sebelumnya adalah alternatif dari bahan aslinya. Lin Chen sengaja mencari gantinya karena tidak ingin menyia-nyiakan bahan miliknya yang belum lengkap.
Syukurlah dokter Lin menyukainya. Jiang Fangyou mendesah pelan.
Sejak Lin Chen membuka bungkusan yang dia berikan, matanya terus menatap Lin Chen sehingga perubahan sekecil apapun dapat dia rasakan.
Dan memang saat ini Lin Chen sangat senang, dia tidak berusaha menyembunyikannya.
"Baiklah, melihat ketulusanmu, aku akan menerimanya." ucap Lin Chen datar, dia masih tidak bisa menyembunyikan fakta kalau Jiang Dian telah membuat pengaturan padanya.
"Kalau begitu, aku tidak akan lama. Aku ada sedikit urusan yang harus dilakukan."
Jiang Fangyou tidak punya alasan lagi untuk tinggal lebih lama, pikirannya saat ini dipenuhi dengan reaksi Lin Chen yang menurutnya sangat tidak bersahabat.
Mau tidak mau dia jadi berpikir kalau Lin Chen ini sedikit berlebihan. Bahkan dia sendiri datang dengan membawa hadiah yang tidak ternilai tapi masih saja Lin Chen tidak menghargainya. Atau jangan-jangan bocah nakal itu belum meminta maaf?
Kalau benar begitu, berarti memang Lin Chen bukan berlebihan tapi sikapnya sangat wajar dan memang begitulah seorang ahli.
"Cepat hubungi Jiang Dian. Katakan untuk datang menemuiku."
__ADS_1
Jiang Fangyou kembali ke Shangsain saat itu juga.