
Entah karena tidak sabar atau memang tidak suka dengan kehadiran Jiang Dian, Lu Jiayi berdiri dan menjemput Lin Chen. Dia menggamit lengan Lin Chen dengan mesra sambil berkata dengan nada cemberut karena Lin Chen datang terlambat.
Tentu saja Lin Chen tidak menolak, benda lembut dan kenyal yang menempel di lengannya serta aroma wangi dari tubuh Lu Jiayi yang cantik membuatnya sedikit mabuk. Bayangkan, seorang pria lajang yang baru keluar kamar disambut dengan keindahan, hanya pria yang tidak normal yang tidak akan bereaksi.
Di sisi lain, Jiang Dian yang ditinggal sendiri merasa kikuk, apalagi setelah melihat Lu Jiayi sangat dekat dengan Lin Chen, emosinya hampir meledak di tempat.
"Maaf, aku agak bingung dengan alamat ini." kata Lin Chen.
"Tidak masalah, ayo, aku sudah memesan tempat." ajak Lu Jiayi sambil terus menempel pada Lin Chen.
Pasangan ini sama sekali tidak melihat Jiang Dian, membuatnya semakin marah.
Lu Jiayi adalah kecantikan kota Liang, ratu bisnis dan dari keluarga terkemuka. Setiap pria pasti berkhayal ingin bersamanya, tak terkecuali dengan Jiang Dian, dia tergila-gila pada Lu Jiayi namun, Lu Jiayi tidak pernah memberikan kesempatan padanya.
Sebenarnya Jiang Dian juga tidak kurang dalam hal bakat. Karirnya sangat baik, cerdas, seniman beladiri dan datang dari keluarga utama. Hanya saja, semua kelebihannya ini membuatnya tinggi hati dan kerap berbuat seenaknya, ini alasan Lu Jiayi tidak menyukainya.
Lin Chen sendiri bukan tidak melihat Jiang Dian, hanya saja dia terlalu malas menyapanya. Yang terakhir sudah sangat tidak sopan padanya saat di kediaman nya. Kalau saja dia tidak penasaran dengan asal usul jimat kutukan, dia tidak akan peduli dengan Jiang Fangyou maupun Lu Yiming, dia akan langsung pergi tanpa menoleh.
Tatapan dengan niat membunuh muncul di mata Jiang Dian, dia tidak akan berbuat apa-apa pada Lu Jiayi tapi dokter Lin, dia harus melalukan sesuatu.
Memang kenapa kalau kakeknya menghormati dan menyuruhnya minta maaf? dalam pandangannya, Lin Chen hanyalah seorang dokter yang kebetulan bisa mengobati kakeknya.
Jiang Dian mengambil ponselnya dan membuat panggilan singkat, setelah itu dia pun pergi sana.
Di dalam ruangan. Lin Chen dan Lu Jiayi kembali membahas hal-hal lainnya.
"Dokter Lin, maafkan aku."
Kata Lu Jiayi yang merasa tidak enak sudah menempatkan Lin Chen dalam masalah. "Tidak masalah, bagus juga kalau setiap bertemu kamu menggandengku. Rasanya sangat... Mmm."
__ADS_1
Sahut Lin Chen sambil mengusap lengannya yang tadi ditempel ketat.
"Bukan begitu, aku tahu orang seperti apa Jiang Dian itu dan tanpa sadar aku telah menyeretmu dalam masalah."
"Tidak masalah, dia tidak akan bisa membawa masalah padaku."
"Tapi... "
"Sudahlah, oh ya bagaimana dengan produksi pilnya?"
Lu Jiayi juga tidak bicara lagi namun, wajahnya masih menunjukkan kekhwatiran. Urusan produksi pil sudah beres. Dia baru sedikit lega ketika Lin Chen mengatakan akan pulang siang itu juga, menurutnya Lin Chen akan aman kalau berada di kota Liang. Kemudian mereka pun berpisah.
Lin Chen tidak langsung pergi ke bandara, dia sengaja berjalan menyusuri trotoar lalu berbelok di sebuah lorong yang sepi dan menunggu.
"Keluarlah, aku tahu kalian di sana."
Enam sosok berjalan keluar, ini adalah Jiang Dian bersama lima orang seniman beladiri.
Lin Chen hanya diam, menunggu apa yang akan Jiang Dian lakukan. Kalau hanya menggertak saja, dia akan melupakan semua tapi jika Jiang Dian memiliki niat yang lain maka dia juga tidak akan segan lagi. Lin Chen bukanlah pendendam, semua masalah yang bisa diselesaikan dengan baik adalah solusi terbaik.
"Patahkan kakinya."
Perintah telah turun, Jiang Dian melambai dan lima orang bergerak bersama, menyerbu Lin Chen yang masih berdiri diam.
Trak! Trak! Trak! Trak! Trak!
Lima suara patah tulang terdengar seperti irama maut. Lin Chen yang tadi berdiri diam menendang kaki lawannya begitu saja tanpa belas kasihan. Orang lain ingin mematahkan kakinya maka orang itu juga harus siap kakinya dipatahkan.
"Kamu... kamu berani!" seru Jiang Dian. Dalam suaranya ada rasa tidak percaya. Dia tidak pernah berpikir Lin Chen akan sekuat itu. Gerakannya sangat cepat, bahkan dia yang terlatih tidak dapat mengikuti gerakan Lin Chen.
__ADS_1
"Kenapa tidak, tunggu saja, kakimu juga akan aku patahkan." Kemudian Lin Chen berjalan mendekati Jiang Dian, saat melewati lima anak buah Jiang Dian yang masih merintih kesakitan, dia kembali menginjak dan mematahkan salah satu lengannya.
"Itu bunganya," kata Lin Chen santai lalu berjalan mendekati Jiang Dian. "Sekarang giliranmu."
"Jangan, jangan mendekat. Berhenti! aku adalah cucu patriark Jiang."
"Haha percaya atau tidak, kakekmu bahkan tidak berani macam-macam denganku."
Lin Chen tidak bohong. Lin Chen tahu sampai dimana kekuatan Jiang Fangyou karena sudah memeriksa denyut nadinya, tak ada seorangpun yang bisa menyimpan rahasia di bawah sentuhan jarinya.
Tidak sekarang. Mungkin nanti saat Jiang Fangyou kembali ke puncaknya, Lin Chen akan kalah, tapi itu nanti dan selama itu, Lin Chen yakin dia akan bertambah kuat.
"Ah!"
Jiang Dian merintih kesakitan, dalam rintihannya, dia memaki Lin Chen yang berjalan pergi. Tunggu saja! geng Tanpa Nama akan mencari dan menghancurkanmu."
"Eh? apa kau bilang?" Indra spiritual Lin Chen tak bisa dibohongi, dia masih mendengar gumaman Jiang Dian. "Geng Tanpa Nama? haha jadi keluarga Jiang ada di balik geng ini? bagus! sangat bagus."
Lin Chen tidak akan melupakan geng ini, sebelumnya salah satu orang mereka ikut menyerbunya.
Krak!
Lin Chen menginjak kaki Jiang Dian lagi dengan kejam. Kini kedua kakinya patah. Kalau saja ini di kota Liang, dia pasti sudah membunuh orang-orang ini. Lin Chen tidak berani berbuat kejam di kota lain karena tidak ada yang membantunya membereskan mereka.
Kediaman Jiang. Jiang Fangyou yang tidak tahu apa-apa sangat gusar, berulang kali dia menelepon cucunya namun tidak pernah diangkat.
Dia telah berencana akan membawa cucunya itu untuk langsung meminta maaf Lin Chen sambil membawa beberapa hadiah. Kali ini dia mengeluarkan beberapa herba langka berusia ratusan tahun, bahkan ada yang berusia ribuan tahun yang menjadi simpanannya sendiri.
Ya, dokter Lin adalah ahli pengobatan tradisional, hadiah-hadiah inilah yang paling cocok untuknya. Jiang Fangyou sudah memikirkannya masak-masak.
__ADS_1
Perlu dicatat bahwa Jiang Fangyou adalah mantan tetua sekte dan menjadi patriark dari geng Tanpa Nama sekaligus membuka bisnis di bidang farmasi jadi sangat wajar jika Ia memiliki herba langka.
Apa yang dia tidak tahu adalah cucunya sedang membuat masalah dengan Lin Chen.