
Kemudian, Jitong menceritakan semua yang dia ketahui tetang Lin Chen. Semuanya, termasuk kehidupannya di desa dan lainnya sampai kepada permintaan Jiang Dian untuk mengirim tiga tetua utama yang akhirnya terbunuh.
Sampai di sini Jitong ragu apakah Lin Chen sendiri yang menghabisi tiga tetua ini. Dari informasi yang dia terima, tidak ada kekuatan lain di dalam Paviliun Langit yang bisa melakukannya tapi Lin Chen rasanya juga mustahil bisa melakukannya.
Tingkat Prajurit bukanlah tingkat yang bisa dibuat main-main, hanya guru atau di atasnya yang bisa menangani mereka dengan mudah.
Sedangkan usia Lin Chen paling banyak dua puluh tiga atau dua puluh empat saat ini, mustahil dia mencapai tingkat guru di usia ini. Yang paling masuk akal adalah ada seseorang yang melindungi Lin Chen.
Tapi bagaimana kalau ternyata Lin Chen sudah menapakkan kakinya di ranah ini? Kalau itu benar maka Lin Chen ini sangat mengerikan.
"Minghui, apa kamu juga berpikir hal yang sama?"
"Entahlah tuan, tapi menurutku kita tidak boleh membiarkan ini begitu saja. Aku menjadi curiga, mungkinkah dokter Lin berasal dari sana?"
Jing Fangtou tersentak, "Benar juga! kenapa aku tidak berpikir kesana?" ucapnya dengan raut wajah berubah-ubah. "Jingtong, cari dan bawa Jiang Dian kesini, cari diamana pun dia berada dan kalau dia tidak mau, seret saja!"
Jiang Fangyou tidak berpikir dua kali, tidak mau terlambat atau salah langkah. Lalu dia mengambil ponselnya dan menghubungi Lu Yiming, menceritakan semuanya dan memintanya untuk menemani bertemu Lin Chen.
__ADS_1
Dua jam kemudian, Jiang Fangyou meledak karena marah setelah cucu tersayangnya, yang digadang-gadang akan mewarisi dan membawa keluarga Jiang naik ke tingkat lebih tinggi datang ke rumahnya.
Jiang Dian tertunduk lesu si atas kursi rodanya. Bukannya dia tidak paham akan kemarahan kakeknya tapi dia memang berbuat terlalu jauh. Tidak pernah terlintas dalam pikirannya Lin Chen begitu kuat. Takutnya setelah ini kekuatan keluarga Jiang akan merosot karena kehilangan satu kakinya, yaitu geng Tanpa Nama.
"Dua hari lagi kita ke kota Liang. Jangan coba-coba kabur atau aku akan mematahkan anggota badanmu yang lain."
Di kediaman Lu Yiming. Lu Yiming yang mendengar uraian peristiwa yang diceritakan Jiang Fangyou juga tidak berdaya. Kali ini, Jiang Dian melangkah terlalu jauh.
Membentuk aliansi untuk mencelakai Lin Chen memang sangat keterlaluan, kalau dia sendiri yang berada di posisi Lin Chen, dia juga pasti sulit memaafkannya.
Kota Liang. Dua hari berlalu dan rombongan Jiang Fangyou sudah sampai di depan klinik.
"Dokter Lin, apa kamu di dalam?"
"Jiayi... untuk apa kamu datang? apa ada masalah dengan produksi?"
Lin Chen keluar setelah mendengar suara Lu Jiayi. Dia kaget karena seharusnya Lu Jiayi mengabarinya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Kenapa? apa aku tidak boleh datang?"
"Haha boleh boleh. Ayo, masuklah." kata Lin Chen akrab tapi sedikit aneh. Dia juga sama sekali tidak melirik empat orang lain, bahkan Lu Yiming pun diabaikannya. Membuat Lu Jiayi yang sebelumnya diberitahu kakeknya alasan dia mengajaknya pergi.
Memang dia menolak karena saat ini sangat sibuk mengurus produksi pil.
"Dokter Li, itu... "
"Eh? ada apa, kenapa kamu tidak masuk? tapi kalau tidak mau, ya sudah aku akan meminta Mao Dong menyiapkan kamar hotel untukmu. Nanti aku akan datang kalau ada waktu."
"Aku tidak mau," Lu Jiayi menolak tegas. "Di sini lebih baik." sambungnya lagi.
"Oke, tapi kursiku di sini tidak banyak, lagipula ruangan lain sedang direnovasi."
Bahkan Lin Chen tidak memberi ruang bagi Lu Jiayi. Sikapnya sedikit berubah.
Lu Jiayi menggigit bibirnya, melirik kakeknya dengan kesal. Bukan seperti ini hubungan yang dia inginkan dengan Lin Chen tapi kakeknya itu membuatnya berantakan.
__ADS_1