Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Sudah Terlambat


__ADS_3

Rumah yang dituju Lin Chen tidak sebesar tempat tinggal Zhang Cuihua tapi tempat ini lebih asri dan tertata dengan baik, terutama dari letak dan posisi tanaman dan lainnya, itu mengikuti aturan tata letak fengshui.


Dari sini Lin Chen bisa mengambil kesimpulan kalau keluarga Zhang Cuihua ini bukan keluarga sembarangan, mungkin ada ahli fengshui di dalam keluarga ini atau paling tidak mereka mengenal seorang ahli.


"Dokter Lin, anda tepat waktu." Zhang Cuihua datang menyambut Lin Chen. Aroma segar dan enerjik yang terpancar dari tubuh seorang gadis muda begitu terasa saat Zhang Cuihua muncul.


"Iya." jawab Lin Chen yang sedikit terpesona.


Zhang Cuihua belum lulus kuliah, putri seorang keluarga terpandang dan juga ahli beladiri. Semua kelebihan ini membuatnya menjadi salah satu yang tercantik di kota Liang.


Dia muncul dengan setelan kasual, celana jeans dan baju oblong putih. Sungguh serasi dengan fisiknya yang terlatih.


Pria manapun pasti tidak akan menolak pemandangan indah ini, tak terkecuali Lin Chen.


"Dokter Lin, halo." Zhang Cuihua melambai-lambaikan tangannya di depan Lin Chen. Dia tidak marah, tentu saja. Wanita mana yang tidak suka dilihat dengan pandangan terpesona? apalagi dari pria yang dikaguminya.


Di sisi lain, Lin Chen tersadar dan karena memang tidak ada niat jahat dalam pikirannya, dia pun bereaksi normal sambil memuji kecantikan Zhang Cuihua.


Lin Chen lalu berkata, "Dimana kakek temanmu? apakah dia baik-baik saja?"


"Ada di dalam. Ayo lihat dulu, kondisinya aku rasa sangat tidak baik." ucap Zhang Cuihua yang tanpa malu-malu menarik tangan Lin Chen.


Seperti yang Zhang Cuihua katakan, kondisi kakek ini memang kritis. Sekali pandang saja Lin Chen sudah tahu kalau tidak ada lagi yang bisa dia lakukan. Mungkin kalau dia sudah menjadi alkemis tingkat empat, dia bisa membuatkan pil yang berhubungan dengan kondisi kejiwaan dan memperbaiki aura spiritual seseorang.


"Nona Zhang, perlahan dulu," seorang pria maju menghadang Lin Chen yang ingin memastikan kondisi kakek yang terbaring lemah itu. "Aku tidak tahu siapa orang ini, aku tentu menghormati anda tapi aku juga tidak mau sembarang orang mendekati ayahku." sambung pria itu lagi yang ternyata adalah putra kakek itu dan ayah dari sahabat Zhang Cuihua.


"Ayah ini dokter Lin, apa anda mengenalnya?"

__ADS_1


Baru saja Zhang Cuihua ingin berbicara, Xia Yanran yang baru dari belakang langsung mengenalkan Lin Chen. Dia lalu menyapa Lin Chen dan mengucapkan terima kasih pada Zhang Cuihua karena sudah membantunya memanggil Lin Chen datang.


"Dokter Lin? oh, maaf, maaf, aku tidak mengenali anda."


Nama dokter Lin memang cukup terkenal di kalangan atas kota Liang. Beberapa hal yang dia lakukan membuat namanya cukup populer, hanya saja tidak banyak yang belum pernah bertemu secara langsung dengannya., termasuk Xia Chanyu, ayah Xia Yanran.


"Silahkan dokter Lin," Xia Chanyu kini lebih sopan. "Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa, bahkan medis juga tidak bisa menemukan akar masalahnya."


Xia Chanyu juga menceritakan kalau kesehatan ayahnya mulai menurun sejak sepuluh tahun lalu tapi masih tetap beraktifitas seperti biasa dan baru sekitar dua minggu ini kondisinya bertambah parah.


Perkiraan Lin Chen tepat saat memeriksa kondisi kakek Xia Yanran secara langsung. Selain Qi di dalam tubuhnya tidak teratur, kondisi kejiwaan nya juga terganggu, seperti terkurung oleh sesuatu.


Kondisinya sama persis seperti Fang Jiangyou dan Lu Yimin, bedanya, jiwa kedua orang itu masih belum terganggu. Lin Chen menggeleng halus agar tidak terlihat.


"Bagaimana dokter Lin?"


Xia Chanyu mengangguk dan membawa Lin Chen ke ruangan lain. Hanya mereka berdua saja.


"Tuan Xia, apa selama dua minggu ini ada yang aneh yang terjadi di sekitar kediaman anda?"


"Aku rasa tidak ada, hanya ada beberapa pekerja saja di taman tapi itu bukan sesuatu yang aneh." ucap Xia Chanyu tapi Lin Chen punya pikiran lain dan meminta membawa dia ke area taman yang dimaksud.


"Dokter Lin, sebenarnya ada apa?"


Akhirnya Xia Chanyu tidak dapat menahan rasa penasarannya dan bertanya langsung pada Lin Chen yang masih memeriksa taman, mencari sesuatu.


Lin Chen menghela nafas. Dia sebenarnya mencari Jimat Kutukan namun sayang, dia tidak menemukan apapun di sana.

__ADS_1


Secara singkat Lin Chen pun menceritakan keadaannya.


"Tidak mungkin, aku tahu ayahku mempunyai banyak musuh, tapi aku yakin ayah pasti akan menyadarinya."


"Aku minta maaf, aku pun tidak bisa berbuat apa-apa." Kata Lin Chen dengan nada sangat menyesal membuat lutut Xia Chanyu seketika goyah dan pasti jatuh jika tidak dipegang oleh Lin Chen.


"Terima kasih, tidak apa-apa. Mungkin memang ini sudah menjadi takdir ayah."


Lalu, kedua orang ini pun kembali ke kamar kakek itu dan tak lama kemudian, Lin Chen pergi bersama Zhang Cuihua.


Apa yang Lin Chen tidak sadari adalah selama dia berada di sana, ada sepasang mata yang selalu mengawasinya. Bukan karena Lin Chen tidak peka tapi dia terlalu fokus pada apa yamg terjadi, lagipula dia juga sama sekali tidak akan mengira ada yang aneh.


Lin Chen hanya merasa agak tidak nyaman saja.


"Dokter Lin, sebenarnya apa yang terjadi? apakah kakek Yanran tidak bisa disembuhkan?"


"Sulit dijelaskan, tapi memang aku sendiri tidak tahu harus berbuat apa." Lin Chen terlihat sangat menyesal kali ini, seandainya saja dia datang lebih cepat atau dia bisa meningkatkan tingkat alkemisnya, hasilnya pasti akan lain.


Sekte Berhala, ini pasti ulah mereka. Lin Chen mengambil kesimpulan.


Ring... Ring...


Ponsel Zhang Cuihua berdering keras saat mereka berdua berjalan. "Dokter Lin, ini dari Yanran. Katanya dia menemukan sesuatu yang aneh." Zhang Cuihua memberikan ponselnya pada Lin Chen.


"Benarkah? apa yang dia temukan?"


"Oh ok ok, jangan melakukan apa-apa, biar aku yang mengurusnya."

__ADS_1


Lin Chen menutup telepon, ada kilatan tajam di matanya saat ini.


__ADS_2