Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Membuat Jimat Penangkal


__ADS_3

Hampir satu malam penuh Lin Chen mendengarkan cerita dari Jiang Fangyou dan Lu Yiming, dari sini dia jadi tahu bahwa dunia beladiri tidak sedangkal yang Ia pikirkan sebelumnya. Banyak seniman beladiri yang bahkan lebih kuat dari dua tetua di depannya.


Umumnya para keluarga besar ini menyewa dan mempekerjakan seniman beladiri untuk mengurus hal lainnya di balik layar. Misalnya bekerja menjadi pengawal pribadi atau berurusan dengan seniman beladiri yang kerap. Imbalannya tentu saja sumbangan kepada sekte atau perguruan tempat seniman beladiri itu berasal.


Jadi keberadaan sekte-sekte ini dalam dunia sekuler bisa dibilang sangat mendominasi. Tapi tentu saja ada juga keluarga yang mempunyai leluhur yang kuat, seperti keluarga Jiang dan Keluarga Lu ini.


Fakta bahwa Jiang Fangyou dan Lu Yiming yang mengetahui informasi tentang Lin Chen adalah bukti bahwa mereka bukanlah orang biasa.


Keesokan paginya, Lin Chen yang sengaja tinggal di kamar khusus dengan alasan masih ingin menetralkan jimat kutukan sudah keluar. Jimat kutukan ini sudah bersih dan tidak akan ada masalah lagi, Lin Chen sengaja bermalam di sana karena tidak ingin terlalu menonjol sekaligus membuat jimat penangkal sejenis untuk Lu Jiayi.


Mungkin saja sekte Berhala sadar jimatnya sudah dihancurkan dan kembali membuat masalah. Lin Chen khawatir sasaran berikutnya adalah Lu Jiayi.


"Pagi dokter Lin." sapa Lu Yiming, Jiang Fangyou juga ada di sana.


Lin Chen membalas dan bertanya keadaan mereka.


"Ini luar biasa, bertahun-tahun aku belum pernah merasakan senyaman ini." ucap Jiang Fangyou, auranya memang sudah sedikit stabil yang disetujui oleh Lu Yiming.


"Jimat kutukan itu sudah aku hancurkan, seharusnya kesehatan anda bisa pulih. Aku juga sudah meresepkan obat untuk membantu pemulihan."

__ADS_1


Lin Chen menyerahkan kertas resep dan diterima dengan sangat hormat. Saat ini, pandangan mereka tentang Lin Chen naik beberapa level. Mereka tahu betul seberapa kuatnya sekte Berhala ini dan hanya satu malam, Lin Chen sudah bisa menetralkan salah satu jimat terkuat mereka


Ini hanya satu malam, sedangkan mereka, jangankan bisa untuk menetralkannya, bahkan menemukannya saja tidak bisa. Lebih dari sepuluh tahun mereka selalu dibayang-bayangi kematian.


"Aku akan menemui nona Lu. Selamat tinggal." Lin Chen tidak mau menunda waktu, jimat penangkal harus secepatnya diberikan pada Lu Jiayi, setelah itu dia akan kembali ke kota Liang, meracik pil untuk dirinya sendiri dan mulai berkultivasi lagi.


Sejak kembali dari gunung Kunlung, Lin Chen hanya mengumpulkan energi saja, tidak benar-benar berkultivasi. Semangatnya kembali terbangun setelah mendengar cerita semalam.


"Oh alangkah bahagianya kalau sampah dari langit itu turun lagi." Sudah berbulan-bulan fenomena ini tidak terjadi, Lin Chen diam-diam berharap itu akan datang lagi.


Ring... Ring...


"Ok aku tunggu." Lu Jiayi memberikan alamat rumah makan.


Sepeninggal Lin Chen, Jiang Fangyou berkata pada Lu Yiming sangat menyesal tidak memiliki keturunan perempuan yang pantas untuk Lin Chen. Dia iri ketika mendengar Lu Jiayi dekat dengan Lin Chen.


"Yiming, aku penasaran, kerja sama apa yang dilakukan Jiayi dan dokter Lin?"


"Oh itu, dokter Lin membuat farmasi dan Jiayi menyediakan pabrik. Kamu tahu sendiri kan kalau Jiayi memiliki pabrik sendiri untuk perusahaannya."

__ADS_1


Jiang Fangyou kaget, lagi-lagi dia kalah langkah. Tentu saja dia mendapat laporan dari bawahannya tentang Lin Chen tapi tidak menyangka Lu Jiayi berinisiatif lebih dulu mengajak Lin Chen.


"Aku tahu bisnis keluarga Jiang ada yang bergerak di bidang farmasi juga tapi lupakan saja masalah kerja sama ini."


"Aku tahu."


Jiang Fangyou berdiri lesu, hilang sudah harapan untuk lebih dekat.


"Fangyou, saranku, lebih baik suruh cucumu itu tidak hanya sekedar minta maaf. Tunjukkan ketulusan, aku yakin dokter Lin bukanlah orang yang menyimpan dendam."


"Oh benar! anak ini sudah menyinggung dokter Lin, akan kuberi dia pelajaran. Oke aku pulang dulu."


Lu Yiming hanya menggeleng, dia ada di sana saat Jiang Fangyou hanya menyuruh cucunya minta maaf.


Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas ketika Lin Chen datang ke restoran yang ditunjuk Lu Jiayi.


"Dokter Lin, di sini." Lu Jiayi melambai, mengarahkan Lin Chen ke tempatnya.


Ketika Lin Chen sampai, ternyata Lu Jiayi tidak sendiri, ada seorang pria juga duduk di sana. Pria ini adalah Jiang Dian, cucu Jiang Fangyou.

__ADS_1


__ADS_2