Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Menjual Pil Vitalitas


__ADS_3

Pagi yang cerah menyambut Lin Chen saat keluar dari kamarnya di klinik, hari-hari yang Ia lalui belakangan memang cukup berat dan menguras tenaga dan pikirannya namun itu semua ini tidak seberapa, baginya, yang sekarang sudah bisa dikatakan bukan manusia normal lagi sangat tau akan hal ini dan tantangan di depan pasti akan lebih banyak.


Lin Chen menghembuskan nafas keruh sebelum tersenyum dan membuka klinik nya kembali.


Beberapa hari ini, Lin Chen telah menyempurnakan beberapa pil untuk dijual kepada khalayak umum. Sumber dayanya sangat berlimpah, gudang-gudang di bawah Paviliun Langit miliknya sangat banyak, belum lagi sumber daya herbal yang dia tanam di desa. Semua ini sudah sangat mencukupi pasokan pil buatannya.


Lin Chen membagi pil buatannya menjadi dua, yakni pil yang bisa digunakan oleh orang awam dan pil khusus untuk digunakan oleh para pegiat beladiri.


Pil ini hanya pil pemulihan biasa, yakni pil untuk mengisi vitalitas setelah operasi atau hanya untuk kebugaran sedangkan untuk pegiat beladiri bisa digunakan untuk mengisi tenaga kembali setelah latihan berat atau dalam keadaan terluka ringan.


Semua pil ini hanya pil kelas rendah saja.


Tentunya salep kulit yang pertama Lin Chen ciptakan juga tidak ketinggalan, salep ini memiliki dua varian, yakni salep untuk penyakit kulit dan salep untuk kecantikan.


"Selamat pagi dokter Lin." sapa pasien yang sudah mulai berdatangan.

__ADS_1


"Pagi juga paman, bibi." balas Lin Chen dengan sopan dan mulai memeriksa pasien satu persatu.


Hari menjelang sore ketika pasien terakhir selesai diperiksa, lalu Lin Chen menelepon Mao Dong untuk datang dan membahas penjualan pil sekaligus memintanya membawa kotak giok yang dulu pernah Lin Chen pesan. Kotak giok ini digunakan untuk menyimpan pil khusus pegiat beladiri, untuk menjaga agar kemurniannya.


"Jadi bagaimana menurutmu?"


Mao Dong yang sangat senang, tersenyum karena akhirnya yang di tunggu selama ini akhirnya terwujud.


"Tuan, anda tau aku sudah menunggu momen ini akan datang. Jujur saja, aku sudah mengatur semua nya tapi untuk pil khusus ini aku sedikit bingung bagaimana menjualnya."


"Tuan, bagaimana kalau anda menghubungi nona Song? aku yakin pil-pil ini pasti sangat berguna bagi kepolisian atau institusi keamanan lainnya." ucap Mao Dong.


"Kamu benar, kenapa aku tidak berpikir kesana?"


Bukan pasukan kepolisian atau lainnya tapi untuk pasukan khusus, bukankah Biro Naga berisi para pegiat beladiri? mereka pasti menginginkan pil vitalitas ini, lagipula mereka juga telah merasakan manfaatnya sewaktu bertugas bersama di gunung Kunlung.

__ADS_1


"Baik, begitu saja. Urusan pil biasa ini aku serahkan padamu. Pil khusus ini biar aku yang mengurusnya."


"Baik tuan."


Ucap Mao Dong lalu meninggalkan klinik, sementara Lin Chen langsung menelepon Song Wanting untuk membicarakan masalah penjualan pil khusus.


["Nona Song, apakah kamu ada waktu?"]


Lin Chen mengirim pesan.


["Akhirnya kamu ada waktu untuk menghubungi ku"] balas Song Wanting.


Merasa Song Wanting sedang ada waktu, baru-buru Lin Chen meneleponnya dan berjanji untuk bertemu di restoran sekaligus makan siang.


"Oh, jadi kamu sekarang mau menjual pil-pil mu itu? kenapa, apa kamu tidak ikhlas membantu kesatuanmu sendiri?"

__ADS_1


Song Wanting langsung mencecar Lin Chen saat membahas penjualan pil khusus.


__ADS_2