
Suasana hati Lin Chen hari ini sangat baik, energinya seperti tak pernah habis. Dia naik ke gunung untuk berlatih beladiri, semua gerakan yang dia ingat dalam pertarungannya beberapa hari ini Ia ulang-ulang terus.
Tujuan utamanya tentu saja agar dia terbiasa dengan kekuatan barunya, dia sadar betul penting nya aliran menyalurkan energi dalam setiap gerakan.
Sayang sekali, informasi di dalam kepalanya tidak ada satu pun teknik beladiri.
Lin Chen menghela nafas pelan, seandainya saja satu teknik saja yang dia tau, mungkin dia sudah tak terkalahkan. "Tunggu dulu, mungkinkah aku bisa melakukan itu?"
Ilmu pengobatan medis mengajarkan penggunaan energi spiritual saat melakukan akupunktur, begitu juga dengan teknik penyulingan pil, di sana ada teknik menggunakan energi ini.
"Baiklah, mari kita coba."
Tak lama kemudian Lin Chen kembali mengheningkan cipta, memilah informasi yang khusus tentang aliran energi spiritual.
Senyum tersungging di bibir Lin saat sudah menemukan celah itu, lalu, tak lama kemudian aura tipis muncul di sekujur tubuhnya.
Ciat
Dari posisi duduk, Lin Chen melompat sejauh setinggi lima meter lalu mendarat di tanah dan kembali melakukan aktifitas memukul dan menendang. Setiap gerakannya kini dipenuhi dengan vitalitas yang kuat, tinjunya membuat udara seakan membeku dan hentakan kakinya bisa membuat tanah retak.
Selama tiga hari berturut-turut Lin Chen mengolah kekuatan barunya, pada hari ketiga dia nampak sudah jauh berbeda dari sebelumnya.
Alam Petarung puncak.
Terobosan tanpa penguatan pondasi tidak akan terlalu berarti, seorang kultivator harus paham teori ini.
Kekuatan, pernafasan dan aura meningkat pesat, Lin Chen sudah bisa menyerang menggunakan aura seperti yang tetua Huang lakukan dan jika lain waktu dia kembali bertarung dengan Fan Tong maka hanya dengan lambaian tangannya saja Fan Tong sudah pasti langsung terkapar tak berdaya.
Hari berikutnya Lin Chen telah kembali ke klinik, Jun Xing adalah orang pertama yang menyadari perubahan Lin Chen.
"Tuan Lin, kekuatan anda?"
Dia ingat Lin Chen sebelumya tidak sekuat ini, "Aku melakukan sedikit usaha." ucap Lin Chen singkat. "Oh ya apakah kau sudah yakin akan mengikuti ku? aku tidak akan menekanmu karena rasa terim kasih tapi begitu kamu mengikutiku maka semua aturan yang aku buat tidak boleh kau langgar"
"Aku yakin!"
Kata Jun Xing mantap, tak keraguan dalam suaranya. "Baiklah, selamat bergabung kalau begitu, dimana Tong Dji?"
"Kakak Tong pergi bersama Mao Dong."
Karena Jun Xing baru bergabung dan usia Tong Dji lebih tua maka dia memanggilnya dengan sebutan kakak.
__ADS_1
"Mao Dong?"
"Benar tuan, sudah beberapa kali Mao Dong datang namun anda belum kembali, akhirnya pagi tadi Tong Dji pergi bersamanya."
Lin Chen tidak bertanya lagi, sebaliknya dia mengajak Jun Xing untuk berbicara tentang kultivasi.
"Jun Xing aku tau kau adalah kegiatan beladiri, aku tertarik dengan hal ini. Bisakah kau menjelaskan tingkatan para pegiat seni beladiri ini?"
Jun Xing tidak langsung menjawab melainkan menatap Lin Chen dengan heran, menurutnya Lin Chen adalah pegiat seni beladiri yang tangguh, mustahil dia tidak tau tingkatannya.
Para pegiat seni beladiri umumnya dibagi menjadi beberapa tingkatan. Dari yang terindah sampai yang tertinggi.
Tingkat Pondasi
Tingkat Beladiri eksternal
Tingkat Beladiri Internal
Prajurit
Guru
Guru Besar
Kemudian Prajurit, di tingkat ini seseorang sanggup menyerang menggunakan aura seperti tetua Huang.
Guru, tingkatan ini sudah di luar imajinasi. Sangat sedikit orang yang mencapainya dan yang terakhir adalah Guru Besar, tingkat yang hampir mustahil diraih.
Di atasnya tingkatan sebenarnya masih ada lagi namun karena sangat sulit dicapai, maka kebanyakan pegiat beladiri tidak menyebutkannya.
Setiap tingkatan dibagi menjadi tiga tahap yaitu tahap awal, tahap menengah dan tahap puncak.
Ini jauh berbeda dengan apa yang Lin Chen pahami, beberapa tingkatan bahkan tidak ada. Namun Lin Chen tau bahwa energi spiritual di bumi memang sangat tipis sehingga kualitas seorang kultivator juga sangat menurun.
"Aku sekarang sudah di tingkat Prajurit tahap menengah." Jun Xing menutup penjelasannya dengan menyebut tingkatannya sendiri.
"Kalau begitu, aku juga berada di tingkat Prajurit." batin Lin Chen.
"Apakah kamu pernah bertemu dengan seorang yang berada di tingkat Guru?"
"Belum pernah tuan, tapi aku yakin di luar sana ada banyak."
__ADS_1
"Ya, aku tau. Lagipula tingkatan itu tidak mungkin ada kalau tidak ada seseorang yang telah mencapainya."
Jun Xing terus menatap Lin Chen, dia ingin bertanya namun masih ragu. "Katakan saja, jangan sungkan." kata Lin Chen saat melihat ketahuan Jun Xing.
"Sebelumnya aku minta maaf kalau menyinggung anda. Aku yakin anda juga pegiat beladiri, tapi kenapa anda bahkan tidak tau tingkatan ini?"
"Oh itu... " Lin Chen berhenti sebentar lalu berkata lagi. "Aku berlatih sendiri dan memang tidak pernah mengenal tingkatan yang kau sebutkan. Lagipula aku juga tidak bergaul di lingkaran ini."
Jun Xing tertegun mendengar pernyataan ini. Belajar sendiri? apakah bisa semudah itu, bahkan dia sendiri bukan tidak bisa mengalahkannya. Mustahil bisa mencapai semua itu tanpa bimbingan seorang guru.
Namun, Jun Xing menyimpan rasa penasaran nya. Setiap orang punya rahasia nya sendiri.
[Dokter Lin, kamu kemana saja? aku sudah datang beberapa kali tapi kamu tidak ada di klinik.]
Ini adalah pesan dari Song Wanting, memang tidak ada sinyal telepon di gunung.
"Halo, Wanting, apa kamu baik-baik saja?"
Lin Chen langsung menelepon Song Wanting. Dari ujung telepon, Song Wanting tidak berbicara banyak, dia hanya berkata menunggu Lin Chen di Rumah Sakit dan menunggu kedatangannya setelah memberi alamat.
"Sepertinya nona Song mendapat masalah, Jun Xing aku pergi dulu."
Di Rumah Sakit.
"Chen, akhirnya kamu datang juga. Ayo cepat masuk. Anggota khusus yang pergi bertugas mengalami luka keracunan yang serius, dokter kami tidak menyembuhkan mereka."
Dalam perjalanan singkat menuju bangsal, Song Wanting menjelaskan keadaannya.
"Racun? Pasukan khusus?"
"Aku juga tidak tau, sebaiknya kamu melihat mereka terlebih dahulu."
"Siapa yang mengizinkanmu menyentuhnya? Keluar dari siniini bukan tempat untuk bermain dokter-dokteran."
"Tapi dokter Lin adalah dokter yang hebat dia bisa membantu." bantah Song Wanting. "Dokter Hu kalau tidak cepat ditangani mereka mungkin akan...."
"Nona Song, aku menghormati anda sebagai kapten dan cucu tuan Song tapi ini adalah wilayahku, siapa pun tidak berhak ikut campur dengan pengobatan yang aku lakukan."
"Wanting, sudahlah." Lin Chen menyentuh pundak Song Wanting, lalu menatap dokter Hu. "Dokter Hu, aku tidak akan mengganggu anda, aku hanya ingin belajar di sini, bolehkah aku memeriksa nadi?" kata Lin Chen sopan.
"Baguslah kalau kau sadar diri, aku izinkan kamu memeriksa nadi, setelah itu pergi lah jauh-jauh. Ini bukan tempat belajar."
__ADS_1
Lin Chen tidak menunggu lama, setelah memeriksa nadi dan kondisi salah satu pasien. Dia menarik Song Wanting untuk pergi dari sana.