Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Serangan Balasan


__ADS_3

Eh? bukankah anda yang lebih kejam? lihat saja korban anda ini. Puluhan orang tergeletak tak berdaya, penuh luka dan tulang hancur remuk bahkan ada yang tewas mengenakan. Kami hanya membereskan apa yang anda mulai.


Semua nya menatap Lin Chen tak berdaya, ucapan ini hanya mereka ucapkan di dalam hati saja.


Meski begitu, apa yang Lin Chen lakukan hari ini sangat membekas di hati mereka semua. Memiliki seorang pemimpin yang kuat adalah suatu kebanggaan sekaligus membuat rasa aman.


"Silahkan tuan."


Jun Xing menyilahkan Lin Chen naik mobil dengan sangat sopan, bahkan Jun Xing yang sebelumnya sudah sopan kini jauh lebih sopan lagi. Ada sedikit getaran dalam nada suaranya, bukan takut tapi lebih kepada kagum dan senang.


Siapa yang tidak senang jika mengikuti orang hebat? bukan saja hanya ahli beladiri, tapi dokter yang sakti lalu pandai meracik pil. Jun Xing tidak bisa membayangkan masa depannya nanti.


Seolah mengerti apa yang Jun Xing pikirkan, Lin Chen yang duduk di samping berkata. "Kalau kamu rajin dan mau berusaha, suatu saat nanti kemampuanmu akan meningkat pesat.


Lin Chen tidak membual, sekarang saja dia sudah bisa menyuling pil kelas tiga, walaupun masih tingkat rendah sedangkan pil kelas dua saja pasti menjadi rebutan kalau dijual.


"Tentu tuan, aku pasti tidak akan mengecewakan anda." ucap Jun Xing dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


Tiba di klinik, Lin Chen tidak melakukan apa-apa lagi selain berkultivasi. Terlalu sering mengonsumsi pil juga tidak baik.


...


Kediaman keluarga Wu.


Saat ini Wu Dong sangat gusar mendengar kehancuran anak buahnya, para ahli di pihaknya sudah tewas atau sudah tidak berguna lagi.


Apa boleh buat, sejak menargetkan salah satu gudang Paviliun Langit, dia mengerahkan kekuatan terbaiknya. Strateginya adalah menyerang dan menghancurkan lalu mengambil hasil jarahan lalu pergi. Tapi semua nya telah gagal karena Paviliun Langit sudah lebih dulu mengatur jika ada gangguan.


Kehilangan sepuluh ahli tingkat prajurit melemahkan Macan Terbang.


Kedua kelompok ini mengalami kemunduran hanya dalam satu serangan saja. Ahli mana yang membantu Paviliun Langit? siapa sebenarnya pimpinan nya sampai mengundang ahli itu?


"Aku akan kembali dan melaporkan semua ini pada ketua."


Utusan kelompok Tanpa Nama itu pun pergi meninggalkan Wu Dong bersama anak buahnya.

__ADS_1


"Tuan, sekarang bagaimana?"


"Untuk sementara jangan lakukan apa-apa."


Namun tiga hari kemudian, anak buah Wu Dong datang dan melaporkan kalau gudang mereka diserang bahkan ada yang juga dibakar.


Laporan ini terus berdatangan setiap hari sampai membuat pusing. Masalahnya kelompok yang menyerang mereka tidak pernah bisa di atasi, jangankan menangkap, mengalahkan mereka saja anak buah Wu Dong kewalahan.


Namun, Wu Dong yakin ini pasti ulah Paviliun Langit. Entah kenapa dia mulai merasa takut akan pembalasan ini.


Suatu hari, Wu Dong yang telah mengambil alih Macan Terbang langsung di bawah kepimpinannya membuat keputusan untuk menemui Lin Chen.


Dia meminta seseorang mengirim undangan pertemuan untuk Lin Chen.


Sementara itu, di Paviliun Langit, Lin Chen sedang mendengarkan laporan dari Jun Xing. Penyerangan itu memang instruksi langsung dari Lin Chen, dia ingin membalas apa yang Macan Terbang lakukan.


"Tuan, bagaimana dengan undangan pertemuan itu?"

__ADS_1


"Abaikan saja. Memang dia pikir dia siapa," jawab Lin Chen tegas. "Lanjutkan pekerjaan kalian, aku mau Macan Terbang ini tidak bisa bisa terbang lagi." sambung Lin Chen, kemudian dia pun kembali ke vila.


__ADS_2