
Apa yang Lin Chen lakukan memang berhasil, namun itu masih belum cukup karena ternyata yang mengejarnya hanya sebagian saja, pimpinan Tikus Api dan sisanya masih saja mengepung tetua Yun dan lainnya.
Anggota Pasukan Naga sadar betul akan tindakan Lin Chen ini, mereka yang biasa terdidik untuk saling setia dan melindungi sesama rekan awalnya tidak setuju dengan itu namun mereka paham betul kalau itu adalah jalan satu-satunya dan terbaik. Sosok Lin Chen mulai tertanam dalam hati mereka semua, sosok yang rela berkorban untuk teman seperjuangan tanpa memikirkan diri sendiri.
Padahal dengan stamina yang masih kuat, Lin Chen bisa saja pergi dari sana.
Namun keselamatan mereka tidak serta merta terjamin karena masih ada hewan buas yang tinggal dan mulai menyerang mereka, termasuk pimpinannya.
"Yang bisa bertarung, bangkitlah! lindungi rekan kalian." Seru tetua Yun.
"Hidup Pasukan Naga!"
Tetua Li, tetua Yun, Song Wanting, Xe Xujing dan Yun Shan berbaris di depan, barisan kedua adalah anggota yang sudah sedikit lebih baik. Mereka menggunakan waktu tersisa untuk memberikan yang lain untuk memulihkan diri.
Ciit...
Tikus Api mencicit sebelum mulai menyerang, tentu saja mereka menganggap orang-orang di depan mereka ini lemah dan melihat mereka sebagai makanan.
Sementara itu Lin Chen juga sudah berhenti berlari ketika menyadari yang mengejarnya hanya beberapa ekor Tikus Api saja.
'Kenapa bisa begini? bukankah mereka seharusnya mengejarku yang membawa batu ini?' ucapnya dalam hati.
"Gawat!"
__ADS_1
Lin Chen segera berbalik dan menyadari ada yang salah. Dia pun berlari kembali menyongsong Tikus Api yang mengejarnya.
Beberapa ekor saja bukanlah tandingannya, dengan belati putih di tangan, lima ekor Tikus Api terbunuh begitu saja. Dia lalu mengambil senapan runduknya dan mulai membidik Tikus Api yang menyerang anggota Pasukan Naga, tidak ada waktu jika dia harus berlari ke sana meskipun kecepatannya sangat cepat.
Anggota Pasukan Naga yang tetiba terselamatkan karena tembakan ini merasa sangat bersyukur, mereka tau pasti Lin Chen yang melepaskan tembakan ini. Kalau bukan dia lalu siapa lagi? pikiran ini dibuktikan dengan kehadiran Lin Chen kembali di tengah-tengah mereka.
"Docter Lin, kenapa anda kembali lagi?" tanya tetua Li yang juga selamat dari terkaman Tikus Api. Namun Lin Chen tidak menggubris pertanyaan ini, dia masih harus bergerak untuk membasmi Tikus Api dengan belatinya.
Kecepatan membunuh dengan belati lebih cepat dibandingkan dengan senapan. Satu tebasan satu tumbang, sampai hanya tersisa sepuluh ekor lagi termasuk pimpinannya.
"Aku tak menyangka dokter Lin ternyata sangat hebat."
"Ya, aku pikir di antara kita semua, tidak ada yang sejajar dengannya."
Beragam komentar dari anggota Pasukan Naga terdengar, sementara tetua Li dan tetua Yun hanya bisa terdiam menatap takjub.
Di sisi lain, Lin Chen sadar betul, ini adalah karena belati putih nya. Kalau bukan karena itu, dia juga tidak mungkin bisa begitu mudah membunuh lawannya.
Dia sendiri sudah kewalahan dan mulai terlihat lelah karena bergerak kesana kemari.
'Kalau begini terus, cepat atau lambat aku akan terluka.' batin Lin Chen. Bertarung sambil terus memperhatikan keselamatan anggota lain benar-benar menguras stamina.
"Tetua, aku akan mengalihkan mereka sekali lagi. Jangan melawan lagi, kalian harus pergi dari sini." seru Lin Chen yang tanpa menunggu melompat menjauh.
__ADS_1
Dia menelan pemulih, merogoh Batu Roh Api di sakunya dan mengangkat nya tinggi-tinggi untuk menarik perhatian pimpinan hewan buas itu.
Benar saja, begitu Lin Chen me lakukan ini. Pimpinan Tikus Api menggeram lali melompat mengejar Lin Chen diikuti yang lainnya.
"Cepat! kita pergi dari sini."
Tetua Yun dan tetua Li tidak mau menunda lagi, kali ini mereka benar-benar yakin akan kemampuan Lin Chen dan tak ingin membiarkan pengorbanannya.
Lagipula mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan dalam kondisi puncaknya saja mereka tidak bisa membunuh Tikus Api apalagi sekarang.
"Hehe bagus, bagus, ayo kemari lah. Kita akhiri semua ini. Kalian tau? aku mulai bosan membunuh kalian satu-persatu."
Seakan mengerti ucapan Lin Chen, salah satu Tikus Api meloncat dan langsung mengjrim cakarnya.
*****...
Satu Tikus Api kembali terkapar, diikuti yang lainnya sampai menyisakan pimpinan nya saja.
"Aku penasaran, sampai sekuat apa kulitmu itu." kata Lin Chen sambil menunjuk pimpinan Tikus Api dengan nada mengejek.
Ciit... Ciit
Pimpinan Tikus Api mencicit, lalu mengangkat cakarnya.
__ADS_1