Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Merebut Batu


__ADS_3

Song Wanting pergi dengan sangat hati-hati sekali, dia berjalan setapak demi setapak agar tak menarik perhatian Tiku-tikus Api. Meskipun memang enggan untuk pergi tapi ucapan Lin Chen ada benarnya juga, salah satu dari mereka harus ada yang tinggal.


Sebelum menghilang di balik terowongan, Song Wanting masih sempat menengok Lin Chen sebentar lalu berbalik pergi.


Sementara itu Lin Chen yang sudah tidak melihat Song Wanting lagi tetap menunggu, dia mengukur waktu sampai Song Wanting sampai di tempat tetua Yun dan yang lainnya.


"Baiklah, sekarang tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi, tapi bagaimana aku bisa mengambil batu itu?"


Lin Chen berada dalam dilema, tentu saja dia pun takut dan tidak yakin bisa melawan semua makhluk di depannya. Kalau hanya beberapa saja dia tidak akan mundur tapi di depannya ini lebih dari dua puluh.


Sayangnya Lin Chen juga tidak punya waktu yang banyak, energi spiritual di baru itu pasti akan habis dan Tiku-tikus itu pun pasti akan bertambah kuat.


Lalu Lin Chen memutuskan untuk menggunakan kecepatannya. Pertama dia akan berjalan mendekat lalu mengambil batu dan pergi ke arah berlawanan dengan arah Song Wanting barusan. "Ok, begitu saja." ujar Lin Chen, belati di tangannya dia pegang erat-erat.

__ADS_1


Dua puluh meter, lima belas meter, sepuluh meter, lima meter.


Lin Chen terus menghitung, begitu sampai tiga meter, Lin Chen meloncat dan meraih meraih Batu Roh Api yang melayang di udara.


Aaaaahh....


Teriakan keras terdengar saat Lin Chen menggenggam batu Roh Api. Yang dia tidak sangka adalah batu itu ternyata sangat panas, jauh lebih panas dari apa yang dia ketahui sebelumnya. Informasi itu hanya mengatakan bahwa batu Roh Api memiliki unsur api akan panas jika disentuh begitu saja.


Segera Lin Chen mengatur Qi spiritual dalam tubuhnya untuk melindungi tangannya dari sengatan panas batu Roh Api.


Lin Chen terus berlari sampai menemukan satu terowongan kecil dan memutuskan untuk melawan dan menghabisi hewan-hewan ini. Terowongan kecil ini berfungsi sebagai perlindungan ekstra agar musuh hanya bisa maju satu persatu karena area yang sempit.


"Hehe saatnya mengakhiri semuanya." ucap Lin Chen. Sesaat kemudian dia bergerak menyongsong Tikus Api yang berdiri paling depan.

__ADS_1


Srat *****


srat *****


Satu persatu tikus api ini tewas, kulit tebal mereka bukanlah lawan yang sepadan bagi belati di tangan Lin Chen dan tentu saja keahlian Lin Chen pun semakin terasah dalam pertarungan sehingga sebentar saja, lebih dari setengah Tiku-tikus ini telah tewas.


Lin Chen melanjutkan perjalanan nya, indra spiritual nya sudah bisa bekerja dengan baik sesaat setelah dia menyimpan batu Roh Api.


Dorr!


Dorr!


Suara tembakan terdengar keras saat Lin Chen keluar di ujung terowongan. Terowongan ini ternyata berujung di hutan luas yang masih dalam wilayah Pasukan Naga.

__ADS_1


Apa yang terjadi? ternyata Tiku-tikus Api yang marah itu bukan hanya mengejar Lin Chen tapi juga menyerang terus Yun yang saat itu masih berada di dalam gua.


Tetua Yun yang melihat banyak Tiku-tikus Api berlarian dengan marah segera memberi perintah untuk lari. Di saat inilah Lin Chen menemukan mereka


__ADS_2