
"Yah paling tidak masih ada sedikit energi spiritual yang cukup untukku." gumam Lin Chen. Ia sama sekali tidak kecewa, hasil ini sudah cukup bagus untuknya namun pil yang seperti itu tidak akan berguna lagi untuknya.
Mencari sumber daya lain yang banyak mengandung energi spiritual atau belajar membuat pil lagi sampai mahir, dua jalan ini tidak ada yang gampang.
Sumber daya yang lain sangat susah dan langka sementara membuat pil bukan hanya sulit tapi membutuhkan berbagai macam herba dan herba-herba itu tidak murah.
Uang yang tersisa di sakunya sudah tidak banyak lagi, itu hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja dan keperluan klinik. Kalau saja pasien-pasien yang datang berobat membayarnya dengan royal, tentu masalah keuangan nya bisa teratasi namun Lin Chen tidak mematok pembayaran, setiap pasien cukup membayar seadanya. Di sana ada sebuah kotak yang berfungsi sebagai tempat pasien membayar, mereka bebas memasukkan berapa pun, juga lubangnya sangat kecil sehingga hanya cukup untuk satu uang kertas saja.
"Haruskah aku mencari pasien yang kaya dan menetapkan tarif?" gumam Lin Chen. "Lupakan! tidak seharusnya aku berpikir banyak."
__ADS_1
Lin Chen lalu bangkit dan mengingat halaman rumahnya, tempat benda-benda dari langit itu jatuh. Dulunya lahan kecil ini Ia gunakan untuk menanam beberapa tanaman herbal dan sayuran untuk dijual namun sejak hari itu, lahan ini jadi terbengkalai.
Matanya berbinar cerah, "Kenapa aku tidak menanam tanaman herba saja?"
Pikiran ini tiba-tiba saja muncul, hal pertama yang muncul dalam pikirannya adalah bendera pengumpul energi, Lin Chen akan memasangnya di lahan, dengan begitu tanamannya akan jauh lebih bernutrisi daripada tanaman sejenis yang lain.
Informasi tentang cara mengumpulkan energi spiritual ini sangat lengkap di dalam kepalanya, memang jauh lebih bagus jika menggunakan batu atau kristal roh spiritual tapi di bagian mana di dunia ini hal seperti itu? lalu akhirnya pilihan jatuh ke bendera formasi.
Dengan pikiran ini, Lin Chen segera mengatur ulang sisa uangnya. Rencana awalnya adalah membeli sebagian lahan di desanya, ada satu lahan yang yang menjadi incarannya, yakni lahan yang berada sekitar lima puluh meter dari rumahnya.
__ADS_1
Lahan ini sangat strategis, dekat dengan sumber air sehingga masalah pengairan bisa diselesaikan.
Hari pun berlalu lagi, tak terasa sudah akhir pekan dan rencana untuk pulang ke desa akan dilaksanakan. Lin Chen memanggil Tong Dji lalu berpesan untuk segera menghubungi nya jika ada masalah di klinik.
Sesaat kemudian, sebuah sepeda tua meluncur keluar dari klinik. Lin Chen dengan penuh semangat memacu nya.
Desa Liang, namanya sama dengan kota tempat klinik Berada yakni kota Liang.
Lin Chen yang sudah bertekad ingin menanam tanaman herba pergi menemui kepala desa, setelah negosiasi singkat, dia akhirnya membeli semua area tanah di sekitar rumahnya sampai ke sumber air terdekatnya, yakni sebuah anak sungai yang berair jernih.
__ADS_1
"Dokter Lin," sapa kepala desa yang memang sudah mengenal Lin Chen sebelumnya. "Lahan-lahan kosong itu milik desa dan biasanya tidak untuk diperjual belikan dan hanya bisa disewakan untuk jangka waktu tertentu."
"Aku mengerti paman, tapi aku lebih tertarik membelinya saja sehingga tidak perlu repot mengurus hal lainnya. Apakah ada cara lain? atau mungkinkah ada lahan penduduk desa yang dijual?"