
Kriing...
Lin Chen melihat ponselnya dan melihat, ternyata itu telepon dari Mao Dong.
"Tuan, botol Giok yang anda pesan telah selesai dan begitu juga dengan lelangnya, setelah semua pengeluaran dipotong, keuntungan bersihnya adalah seratus milyar rupiah."
'Banyak sekali.' ucap Lin Chen dalam hati. "Semua keuntungan telah aku masukkan ke dalam kartu tuan."
"Bawa dan berikan botol Giok itu pada Jun Xing, dia sudah tau apa yang harus dilakukan."
Lin Chen berkata sambil menekan rasa senangnya, untuk pertama kalinya, kekayaannya mencapai ratusan milyar. Angka yang belum pernah dia bayangkan sebelum nya.
Dulu waktu mengambil alih Harimau Terbang, hanya ada sepuluh milyar di kartunya dan aset lain yang tidak bergerak namun sekarang angka itu berlipat ganda, dan ini adalah murni dari hasil jerih payahnya sendiri.
Lin Chen buru-buru membuka pesannya dan melihat notifikasi di layar.
Kring...
Ponselnya berdering lagi dan kali ini dari Tong Dji, 'Apa ada masalah di klinik lagi.' batinnya lalu mengangkat telepon.
"Tuan, seseorang datang dan memaksa masuk klinik."
"Macan Terbang?" kata Lin Chen cepat.
"Mereka dari keluarga Zhang tuan, mereka membawa banyak barang lalu pergi begitu saja."
Zhang Zitou? untuk apalagi dia datang, kalau kali ini dia datang membawa masalah lagi. Aku pasti akan memberi pelajaran kali.
"Sebentar lagi aku kembali, jangan menyentuh barang-barang itu."
Lin Chen tidak buru-buru, dari nada bicara Tong Dji, memang tidak ada yang mengkhawatirkan. Lin Chen memastikan formasi elemen di rumah kaca sebelum kembali.
"Tuan, lihatlah. Ini semua yang di bawa oleh keluarga Zhang."
"Apa mereka tidak mengatakan apa-apa?"
"Mereka hanya meninggalkan kartu nama."
Tong Dji menyerahkan sebuah kartu nama dengan tulisan emas di atasnya, Zhang Xuan.
Kediaman Keluarga Zhang.
"Anak bodoh! untuk apa kamu pulang lagi? kau pikir dokter Lin akan menelepon hanya karena kau meninggalkan kartunya?"
"Paman, dia hanya seorang dokter yang tidak terkenal. Master? master apanya, dia juga hanya beruntung."
Plak!
__ADS_1
"Anak durhaka, kembali ke sana dan berlutut. Kamu juga tau, sudah banyak master yang datang, dokter yang datang tapi keluarga kita terus merosot. Lihat saja, kalau dokter Lin tidak bisa datang maka lebih kau keluar dari keluarga."
Zhang Xun sangat tegas kali ini, entah kenapa dia menaruh harapan besar pada Lin Chen. Pertama dia menebak keadaannya dan kedua menaksir banyak batu mentah.
"Cuihua, kamu dimana?" Zhang Xuan menelepon puterinya.
"... baik ayah, setelah urusanku selesai, aku akan langsung menemui dokter Lin."
Zhang Xuan tau sifat Zhang Zitou. Sebenarnya potensinya juga tidak kalah dari putrinya tapi sejak ayah dan ibunya meninggal satu tahun yang lalu, dia seperti kehilangan bakatnya dan terus hidup dengan bebas. Zhang Xuan yang tidak ingin Zhang Zitou menimbulkan masalah lagi segera menghubungi putrinya untuk membantu.
"Kakak Tong, siapa orang diluar itu?"
Jun Xi yang baru datang kaget melihat ada orang yang berlutut di luar pintu klinik.
"Oh itu, katanya ada keperluan mendesak dengan tuan Lin tapi tuan mengacuhkannya dan di terus berlutut."
"Oh begitu."
Jun Xing lalu berjalan masuk menemui Lin Chen.
"Tuan, ini semua herba tingkat tinggi yang ada, semua sudah aku masukkan dalam botol Giok."
Lin Chen mengambil botol giok dan memeriksanya, "Tak ada yang salah. Dengan begini, rumput roh tidak akan cepat rusak di dalam botol giok."
"Oh ya bagaimana dengan tungku yang aku minta?"
"Aku meletakkan nya di belakang. Tuan, pria di luar itu?"
Hari hampir sore, pasien yang datang pun sudah diperiksa semua. Zhang Zitou yang masih berlutut di luar mulai gelisah. Dia sudah sudah tidak sabar dan ingin berdiri.
"Jangan berdiri!"
Suara itu dengan tegas menegurnya.
"Kakak Cuihua?"
"Keras juga usahamu ya hehe. Bagus, bagus, seharusnya memang begitu."
Zhang Zitou mengepalkan tinjunya, sebagai tuan muda, dia benar-benar telah merendahkan dirinya. Kalau saja pamannya tidak mengancam untuk mengusir nya, tidak mungkin dia sampai berlutut seharian.
"Dokter Lin, kita ketemu lagi hehe."
Lin Chen mengernyit, dia tidak terlalu ingat dengan gadis di depannya.
"Aku Zhang Cuihua, anda tidak ingat?"
"Oh nona Zhang. Tidak kusangka, kamu sangat berbeda ketika terakhir kita bertemu, kamu terlihat lebih cantik hari ini."
__ADS_1
Lin Chen tidak menyanjung, memang benar penampilan Zhang Cuihua kali ini sangat berbeda. Dengan balutan rok pendek dan kemeja putih yang membuat lekuk tubuhnya menonjol sempurna membuatnya tampak anggun. Kakinya yang lurus dibalut stoking berwarna kulit sangat cocok dengan penampilan nya.
Zhang Zitou tersipu dengan pujian Lin Chen, meskipun pertemuan pertama sangat tidak nyaman untuk diingat tapi tetap saja, wanita sangat senang dipuji.
"Dokter Lin, kedatangan ku kesini atas perintah ayahku. Kami benar-benar butuh bantuan anda."
Lin Chen juga bukan orang yang pelit, ketulusan Zhang Zitou sudah meredakan rasa tidak sukanya.
"Panggil dia masuk."
"Zitou, kemari." panggil Zhang Cuihua.
Zhang Zitou bangkit perlahan, posisi berlutut berjam-jam berhasil membuat kakinya kesemutan.
"Bagaimana perasaanmu?" tanya Lin Chen. "Maksudku, apa sakit di kepalamu sudah sedikit lebih baik?" sambung nya lagi ketika melihat Zhang Zitou tampak bingung.
"Aku... "
Belum sempat Zhang Zitou menjawab, sebuah mobil berhenti di depan klinik. Zhang Xuan datang sendiri karena khawatir keponakan dan putrinya tidak becus.
"Dokter Lin, tolong bantu keluarga kami."
Tanpa ragu Zhang Xuan berlutut. Lin Chen bangun dan memapahnya.
"Jangan begitu bangunlah dan dengarkan penjelasanku." kata Lin Chen.
"Kalau tidak salah peruntungan anda akhir-akhir ini memburuk, bukan hanya bisnis anda terganggu tapi kesehatan juga menurun."
Zhang Xuan dan putrinya tercengang, "Anda benar dokter Lin, satu tahun ini kemajuan keluargaku menurun drastis." kat Zhang Xuan.
"Huh paling-paling dia juga mendengar dari berita orang-orang." guna Zhang Zitou yang masih merasa tidak senang.
"Zitou! jaga bicaramu!" hardik Zhang Xuan. "Dokter Lin, maafkan anak ini. Apa anda punya solusinya?"
"Sebenarnya tidak ada masalah dengan anda atau putri anda, yang jadi masalah adalah dia." kata Lin Chen menunjuk Zhang Zitou.
"Aku? jangan sembarangan."
"Aura mu lebih gelap, Aku tebak anda bergaul dengan barang yang seharusnya tidak anda sentuh. Alasan itu mempengaruhi anda sekeluarga adalah karena benda itu ditaruh di rumah, kalau barang itu dia bawa ke mana-mana, mungkin saat ini dia sudah tidak bernafas lagi."
Degg...
Zhang Zitou terdiam, "Ba-bagaimana anda bisa tau...?" ucapnya dengan muka pucat. Memang satu tahun yang lalu dia menemukan sebuah Giok hitam dan karena menarik, Zhang Zitou menaruhnya di kamarnya.
"Saranku, lebih baik buang benda itu."
"Zitou!" plak! Zhang Xuan berang. Sementara Zhang Zitou hanya diam saja ketika ditampar. Tamparan itu tidak cukup membangunkannya dari rasa takut.
__ADS_1
Pluk!
Zhang Zitou berlutut. "Dokter Lin, tolong bantu aku."