Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Masalah Tetua Zhang


__ADS_3

"Aku berjanji."


Akhirnya Yue berkata dengan lemah, bibirnya gemetar saat mengatakan ini.


Dia tau dengan jelas Lin Chen jauh lebih kuat darinya dan apa yang terjadi dengan pengawal itu pun di bisa menebaknya.


"Pergilah."


Lin Chen mendorong Zhang Cuihua pelan dan melompat mundur, khawatir Zhang Cuihua akan menggila lagi dan mengejarnya.


Tapi Zhang Cuihua tidak melakukan apa-apa, dia berjalan menuju ayahnya sambil menggosok-gosok pergelangan tangannya.


"Ayah, kenapa kamu diam saja? apa kamu tega melihatku ditindas?"


"Diamlah." tegur ayahnya. Lalu berpaling pada Lin Chen.


"Anak muda, mungkin ini terdengar tidak nyaman bagimu tapi aku sangat membutuhkan batu yang sudah kau beli."


"Aku bersedia membayarnya berapa pun yang kau inginkan."


Sebelumnya, Zhang Zitao telah menceritakan asal mula kejadian itu dan karena penasaran, tetua Zhang meminta seorang ahli untuk menilai batu itu sementara Lin Chen sibuk dengan Zhang Cuihua.

__ADS_1


"Kenapa, apakah kepala keluarga Zhang juga akan melupakan aturan di bidang ini?"


"Anak muda, jaga bicaramu. Apa kamu pantas berbicara kasar di depan tuan Zhang?"


Master Lao, ahli yang ikut bersama kepala keluarga Zhang angkat bicara. "Aku rasa itu sudah sangat halus bagi orang yang ingin mengambil milik orang lain." sahut Lin Chen tenang, bukan tidak menghormati kepala keluarga Zhang tapi dua keturunan mereka baru saja menyulitkan nya, meski dia tau Zhang Cuihua hanya tertarik mencoba kekuatan nya saja.


"Mao Dong, apa kamu sudah tidak apa-apa?" Lin beralih pada Mao Dong, tidak menggubris keluarga Zhang lagi.


"Aku masih... eh? aku baik-baik saja." Mao Dong heran dan takjub. Tadi sebelum Lin Chen turun tangan, dia memberikan sepotong pil untuk dikonsumsi olehnya.


"Apa kita akan tetap pergi ke bagian dalam?" tanya Mao Dong.


"Tentu saja. Aku bahkan belum membeli yang aku perlukan."


Lin Chen melirik kepala keluarga Zhang sebentar, lalu mendekatinya. Namun, sebelum Lin Chen berbicara, Mao Dong mendahuluinya. Dia tau Lin Chen tertarik dengan apa yang dia bisikkan sebelumnya.


"Tuan Zhang, tuanku adalah dokter hebat yang jenius. Perihal permintaan anda barusan, tuanku, dokter Lin tidak akan setuju begitu saja."


"Cih, apanya yang dokter hebat. Anak muda, jangan terlalu menjual tinggi, di usia anda ini sangat tidak mungkin itu terjadu."


"Dokter Lin juga seorang master."

__ADS_1


Mao Dong tidak mau kalah, meskipun dia tidak pernah melihat kemampuan Lin Chen dalam ilmu metafisika tapi dua yakin Lin Chen bukan orang biasa. Dia terlalu kagum dan hormat padanya sampai apa pun itu pasti di jamah olehnya.


"Haha... masih belum cukup kau membual? kalau dia bisa, aku akan memanggilnya guru."


Dari awal Mao Dong berbicara, master Lao selalu saja menimpalinya.


"Kau tidak pantas menjadi murid tuanku." Mao Dong mencibir. "Tuan Zhang, boleh kami tau untuk apa Anda menginginkan barang milik dokter Lin?"


Tuan Zhang adalah orang yang berkuasa dan terpandang, Mao Dong tau benar akan hal ini. Itulah mengapa Ia sangat sopan saat berbicara dengannya, statusnya sangat jauh jika dibandingkan dengannya.


"Tetua Zhang." ucap Lin Chen. "Batu ini tidak akan mengatasi masalah anda. Saranku, daripada anda repot-repot lebih baik anda memeriksa orang-orang terdekat anda."


"D-dokter Lin, apa anda tau masalahku?" ujar tetua Zhang.


"Kurang lebih begitu."


"Omong kosong." Lagi-lagi master Lao berkata.


"Aku sudah mengatakan yang seharusnya kukatakan, silahkan mengambil kesimpulan sendiri."


Lin Chen juga terlalu malas, dia memang tertarik berhubungan dengan tetua Zhang tapi dia tidak punya banyak waktu. Masih banyak yang harus dia urus.

__ADS_1


"Tuan Zhang, maaf karena kami tidak bisa melepas nya. Kalau anda ingin bertemu dengan dokter Lin, silahkan datang ke klinik Lin di jalan ... "


Mao Dong pun mengejar Lin Chen yang sudah pergi terlebih dahulu.


__ADS_2