
Lin Chen memandang ruang kosong di depannya dengan tidak percaya, sulit rasanya ketika mengetahui hal aneh yang terjadi. "Aku ingat sekarang." Waktu itu di tumpukan sampah yang jatuh dari langit, memang ada sebuah cincin dan Lin Chen memasangnya di jarinya.
Namun sejak saat itu dia melupakannya karena begitu cincin itu tersemat di jarinya, cincin itu langsung menghilang, seolah tidak pernah ada sebelumnya.
Rupanya cincin itu tidak hilang dan masih setia di jarinya.
Alasan kenapa Lin Chen tidak dapat menggunakan cincin itu sebelumnya adalah karena kekuatan jiwa spiritualnya tidak cukup, lagipula, Lin Chen tidak pernah benar-benar menggunakannya. Tidak seperti sekarang, meski hanya berpura-pura tapi fungsi cincin penyimpanan malah bisa aktif.
Itu bisa terjadi karena cincin penyimpanan juga sudah mengenal Lin Chen sebagai tuannya melalui darahnya yang jatuh di atas cincin. Sekarang, dengan menggunakan pikiran saja, Lin Chen sudah bisa memanfaatkan cincin penyimpanan sepenuhnya.
Tidak butuh waktu lama sampai Lin Chen terbiasa dengan cincin nya. menyimpan, mengatur dan mengeluarkan benda bukan masalah lagi.
"Haha kalau begini semua masalah jadi beres," tawa Lin Chen terdengar sangat keras, dia tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya, semua harta sekte Berhala akhirnya bisa dia bawa. "Eh, itu... "
__ADS_1
Lin Chen melihat sebuah benda asing, ketika dia mengeluarkannya, kembali sebuah senyuman mengembang lebar di mulutnya. Betapa tidak, itu adalah sebuah tungku penyulingan pil, benda yang selama ini sangat dia idam-idamkan.
Selama ini Lin Chen menggunakan tungku biasa yang kadang meledak begitu saja atau menggunakan panci bertekanan tinggi untuk menyuling pil, hasilnya juga tidak terlalu bagus tapi dengan tungku sesungguhnya yang dia miliki sekarang, pil yang dia suling akan jauh lebih berkualitas.
Dua hari kemudian Lin Chen turun gunung, meninggalkan markas sekte Berhala. Dalam Dua hari ini dia berlatih menyuling pil menggunakan tungku penyulingan sampai mahir. Sebelum pergi, Lin Chen menghancurkan markas sekte Berhala.
"Huff... berada di rumah memang hal yang paling menyenangkan."
Keesokan harinya, saat Lin Chen mengaktifkan ponselnya untuk pertama kali terkejut dengan banyaknya panggilan dan pesan yang masuk. Dia tidak heran dengan panggilan orang-orang yang di kenal tapi dia hanya melihat satu panggilan yang paling banyak, yaitu panggilan dari Song Wanting.
"Halo."
Lin Chen langsung menelepon Song Wanting. berpikir bahwa mungkin ada sesuatu yang mendesak dengan Song Wanting.
__ADS_1
"Dokter Lin, akhirnya kamu menelepon aku."
"Ada apa? apakah kamu mengalami masalah?"
"Jangan banyak tanya dulu, bersiaplah aku akan menjemputmu. Kamu dimana sekarang?"
"Aku akan berada di klinik."
Song Wanting tidak mengatakan apa-apa lagi, dia langsung menutup telepon. Lin Chen hanya bisa menghela nafas, urusan ini pasti tidak jauh-jauh dari urusan Pasukan Naga, pikir Lin Chen.
Inilah kenapa dia tidak mau bergabung karena akan terlalu merepotkan jika harus terus menerus mengurusi banyak hal tapi mau bagaimana lagi, dia pernah berkata akan siap membantu negara jika diperlukan.
Sesaat kemudian Lin Chen pergi ke klinik, membereskan beberapa hal lalu pergi bersama Song Wanting yang memang telah menunggunya.
__ADS_1