
"Dokter Lin, tetua Yun ada di depan." kata Xe Xujing sembari menunjuk sebuah lembah.
Lin Chen menatap lembah di depannya, indra spiritualnya sudah dia sebarkan dari tadi tapi tidak bisa menjangkau seluruh lembah. Itu bahkan tidak sampai setengahnya.
"Apa kau yakin?" tanyanya kemudian kepada Xe Xujing. "Yakin tuan, lihatlah titik-titik ini."
Lin Chen mendekat, dan benar saja sejumlah besar titik-titik merah muncul di layar yang ditunjuk oleh Xe Xujing.
"Apa kamu yakin mereka semua adalah anggota pasukan Naga?"
"Tentu saja, tidak mungkin ada orang lain yang datang kesini selain kami."
Ucapan Xe Xujing memang masuk akal, Lin Chen mengangguk setuju. Ia kembali mengandalkan indra spiritual untuk mendeteksi keadaan lembah di depannya. telepon satelit sama sekali tidak berguna di tempat itu, bahkan monitor penunjuk arah juga tidak berfungsi dengan baik.
Itu hanya bisa mendeteksi titik-titik lokasi tanpa bisa memastikan berapa banyak jumlah mereka karena titik-titik itu selalu berubah.
"Ikuti aku." kata Lin Chen, tak lama kemudian, dia meminta Xe Xujing dan Yun Shan untuk berpencar menjaga jarak dan menyiapkan peralatan tempur.
"Jangan terlalu jauh, akan merepotkan kalau terjadi sesuatu."
Beberapa saat kemudian mereka akhirnya tiba di bibir lembah. Lin Chen mengambil posisi dan menyiapkan senapan runduk nya, diikuti oleh Xe Xujing dan Yun Shan. Mulai dari sini, teropong thermal sudah bisa digunakan. Mereka hanya berjarak kurang dari seratus meter dari lokasi target.
Di depan sana lebih dari sepuluh Tkus Api berdiam, mereka tampak sedang menjaga sesuatu. Hal yang paling membuat penasaran adalah hewan-hewan ini seperti mempunyai pikiran sendiri, mereka berdiri teratur dan sesekali mengendus udara sementara yang lain tetap terjaga.
__ADS_1
Sangat sulit, mereka mungkin bisa membunuh beberapa dari mereka tapi hal itu pasti menimbulkan kewaspadaan yang lain dan tidak menutup kemungkinan mereka akan menyerang balik.
Lin Chen mengambil nafas dalam, apa pun itu harus dilaksanakan sekarang atau akan terlambat. Dia melirik kesamping dan bertanya, "Bisakah kalian membunuh dalam satu tarikan senjata?"
Xe Xujing menatap ragu tanpa menjawab, pun begitu dengan Yun Shan.
"Bidik langsung matanya, ingat, tembakan ini harus langsung bisa membunuhnya. Aku yang paling depan, kalian habisi dua yang ada disampingnya."
Peredam terpasang, ketika mereka yakin sudah membidik dengan tepat, Lin Chen mengambil aba-aba untuk menembak secara bersamaan. Tujuannya agar yang lain tidak sempat melihat arah dan tujuan mereka.
Dorr
Dorr
Dorr
Dorr
Dorr
Dorr
Tiga tembakan kembali terdengar, tiga Tikus Api pun menjadi korban.
__ADS_1
Bau darah menguap ke udara lima Tikus Api yang menghirupnya dan liar. Kalau sebelumnya mereka hanya diam, kini mereka mulai mencicit marah ketika melihat enam rekan mereka tewas.
Semua ini tak lepas dari pengamatan Xe Xujing melalui teropong. "Dokter Lin, sekarang bagaimana?" tanya Xe Xujing yang masih terus mengamati pergerakan di depan mereka.
"Dokter Lin?"
Merasa tak ada jawaban, Xe Xujing menoleh ke tempat sebelumnya Lin Chen berada namun tak menemukan nya di sana.
"Xujing, lihat kedepan." Kata Yun Shan yang masih terus mengamati dengan terpongnya.
"Ini...."
Xe Xujing tak bisa berkata apa-apa. Apa yang dilihat nya sekarang adalah Lin Chen dengan tangkas sudah berada di depan sana dan bertarung dengan Tikus Api yang tersisa, bahkan terlihat dua dari mereka telah tewas.
Baru kali ini dia melihat Lin Chen bertarung menggunakan belati, dia sangat tenang seolah Tikus-tikus itu bukan apa-apa baginya. Perlu diingat, bahkan sekelas tetua Yun saja tidak akan semudah itu melukai mereka. Sedangkan Lin Chen saat ini sudah membunuh dua.
"Shan, kita bantu dokter Lin." ucapnya kemudian. Yun Shan mengangguk setuju.
Mereka adalah anggota Pasukan Naga, tidak ada yang membuat mereka bisa ketakutan dan sebagai anggota elit, bertaruh nyawa sudah menjadi hal yang harus dilalui.
Sayangnya, ketika mereka telah sampai, semua target itu telah tergeletak tewas di tanah.
Xe Xujing mendekati salah satu Tikus itu, dengan ragu Ia menggoyangkan Tikus dengan ujung sepatunya. "Dokter Lin, anda sangat hebat. Aku tak percaya, aku pernah meragukan keahlian anda."
__ADS_1
"Sudahalah, ayo kita masuk ke sana. Aku liat ada yang cukup untuk dimasuki. Mungkin tetua Yun dan lainnya ada di sana.
" Silahkan dokter Lin." ucap Xe Xujing sopan.