
Degg...
Untuk sesaat Wanting terdiam lalu sedetik kemudian Ia mendorong Lin Chen dan mundur selangkah. "Ap-apa yang kau lakukan?" Song Wanting sedikit gugup.
"Oh aku pikir kamu mau mengatakan sesuatu tadi." sahut Lin Chen terdengar santai. Lalu memalingkan mukanya yang sebenarnya sangat malu sambil mengutuk dirinya sendiri. "Apa yang aku pikirkan? benar-benar memalukan."
"Wanting, itu... Mmm duduklah."
"Oh ya masalah salep yang kamu inginkan, jujur aku masih belum bisa membuatnya. Aku kekurangan bahan yang dibutuhkan."
"Wanting...?" Song Wanting mengulang kembali panggilan Lin Chen dalam hati. Ia tidak keberatan, ini juga terdengar lebih akrab.
Lin Chen menceritakan keadaan dimana Tong Dji dihajar dan semua herbal untuk kebutuhan klinik juga diambil. Pikiran Lin Chen sederhana saja, Song Wanting adalah kepala polisi, mungkin ada informasi mengenai orang-orang itu.
Sayangnya Song Wanting menggeleng, Ia juga tidak tau ada berita seperti itu. "Aku tidak menjanjikan apa-apa tapi akan mencari informasi ini, bagaimanapun ini terjadi di wilayahku."
"Lalu apa rencanamu sekarang?" lanjut Son Wanting.
"Bagaimana kalau kita tidur dulu?"
Raut muka Song Wanting berubah tapi tidak mengatakan apa-apa, Ia hanya melakukan sedikit gerakan lalu mengambil meletakkan pistol kecil di meja.
"Aduh benda ini sedikit mengganggu."
Senyum Lin Chen menghilang, Ia lupa kalau Song Wanting adalah kapten polisi, seorang kepala wilayah kota. Wanita ini memang hanya menggertak tapi mengingat kegilaannya, bisa saja kan Ia lupa diri, Lin Chen bergidik ngeri lalu diam.
"Jadi bagaimana dengan salep yang kamu janjikan? apa kamu tidak ada niat untuk membeli bahannya lagi?"
Lin mendengus kecil lalu berkata, "Baiklah, baiklah. Memang sehabis ini aku akan pergi ke pemasok herbal itu sekalian menanyakan orang-orang itu juga." Lin Chen
"Aku ikut."
"Singkirkan dulu mainanmu itu."
Entah kenapa Lin Chen jadi sedikit takut.
"Hehe baiklah." kata Sing Wanting dengan senyum kemenangan. "Jadi dimana mobilmu? aku tidak membawa mobil kesini, sedikit buru-buru."
__ADS_1
Senyum Lin Chen akhirnya kembali setelah mengetahui Song Wanting tidak membawa mobil. "Ada, tenang saja. Tapi apa kau yakin ingin iku? mobilku bukan mobil sport yang nyaman."
"Tidak masalah, kamu lupa? aku perwira polisi, tidak masalah naik mobil apa saja."
"Pelan sedikit. apa kamu sengaja hah?"
"Dasar mesum, apa lihat-lihat? hais tau begini aku lebih baik tidur di klinik."
Baru lima menit berjalan, Song Wanting sudah mulai protes. Apalagi sewaktu Lin Chen melirik dua benda lembut di dalam kaus ketat yang tampak seperti berlarian bersama.
"Mau bagaimana lagi, mobilku cuma satu ini saja."
"Harusnya kamu bilang mobilmu setua ini."
"Lalu siapa tadi yang mengatakan sudah melalui banyak latihan berat?"
"Heh ini tak ada hubungannya dengan latihan. Lagipula berapa sih harga sebuah mobil? kenapa tidak membeli mobil yang baru?"
Song Wanting benar-benar tidak merasa nyaman duduk di mobil tua yang sedikit-sedikit bergetar itu, apalagi jika Lin Chen berjalan pelan sambil mengoper perseneling mobil, dia kadang tersentak karena perpindahan yang kasar dan tidak stabil..
"Wanting, aku ini hanya dokter kecil di klinik kecil. Mana ada uang lebih untuk membeli mobil." Lin Chen berpura-pura sedih sambil tersenyum bahagia, "Rasakan kamu sekarang. Berani-beraninya menindasku dengan pistol." ucap Lin Chen dalam hati.
"Dokter Lin, apakah anda memerlukan sesuatu?"
"Aku ingin membeli herbal, stok di klinik sudah habis."
Pemasok itu heran, "Bukannya Tong Dji kemarin baru saja membelinya?"
Lin Chen mengamati pemasok itu, mencoba mencari tahu apakah semua ini ada hubungannya dengan dia. Namun setelah beberapa saat Lin Chen tidak menemukan nya dan menceritakan kejadian yang menimpa Tong Dji.
"Dokter Lin, aku turut prihatin dengan apa yang menimpa Tong Dji. Bagaimana keadaan Tong Dji sekarang?"
"Dia baik-baik saja, tapi masih dalam proses pemulihan. Oh ya apakah ada hal yang aneh akhir-akhir ini?"
Pemasok itu tampak berpikir sebentar, lalu berkata sambil melirik kiri dan kanan. "Kita bicara di dalam."
"Ada kabar yang mengatakan bahwa telah muncul sebuah kelompok yang membeli banyak sekali herbal, bukan hanya satu jenis herbal saja tapi semua jenis. Namun mereka hanya mengambil yang kualitasnya bagus saja."
__ADS_1
"Tadinya aku juga tidak percaya tapi kemarin sekelompok orang datang membeli semua stok herbal dan besoknya mereka mengembalikan nya lagi. Seperti yang aku katakan, mereka hanya mengambil yang kualitasnya bagus saja."
"Apa anda tidak mencurigai sesuatu?"
Pemasok itu menggeleng lalu berkata dengan sedikit enggan, "Kami hanya pemasok saja, kami tidak berhak ikut campur dengan urusan lain. Dokter Lin, kalau aku tidak mengenal anda dengan baik, aku juga tidak akan menceritakan hal ini kepada anda. Ini hanya kegiatan normal dari konsumen dan aku akan menjadi bahan lelucon kalau sampai aku menceritakannya pada orang lain."
"Tapi aku tetap merasa ada yang aneh. Oh ya apakah anda mengenali ciri orang-orang yang datang itu?"
"Tidak ada yang aneh, hanya saja ada seorang pria yang memegang tongkat kecil. Aku rasa orang ini adalah pimpinan mereka."
"Terima kasih informasinya. Baiklah, aku butuh sedikit herbal."
"Dokter Lin, apa anda tidak mendengarku? yang tersisa adalah yang kualitasnya jelek.
Lin Chen hanya tersenyum, "Tidak masalah, aku akan mencari pemasok lain kalau memang ada yang kurang."
"Doker Lin, asal tau saja semua pemasok di kota ini sudah mereka datangi."
Degg...
Lin Chen terdiam, firasatnya mengatakan ada sesuatu yang salah dengan ini. Tapi Ia tidak mengatakannya, tidak mau membuat orang lain khawatir.
"Kalau begitu yang ada saja, anda tau pasien di klinik sangat membutuhkan bahan pengobatan."
Pemasok itu mengangguk kemudian mengambil sendiri kebutuhan Lin Chen. "Dokter Lin, ini aku ada sedikit yang berkualitas bagus. Bahan-bahan ini baru datang setelah kelompok itu pergi jadi mereka tidak sempat mengambilnya."
"Apa anda yakin?"
"Dokter Lin, aku mendengar apa yang anda lakukan baru-baru ini dan sedikit banyak aku juga ingin berkontribusi untuk negara hehe."
"Bukan itu saja, anda boleh mengambilnya tanpa membayar."
Jawaban pemasok itu memang terdengar indah sehingga orang yang mendengarnya akan menganggap pemasok itu orang baik. Hanya saja, tak yang gratis di dunia ini, begitu juga dengan pikiran si pemasok.
Seperti diketahui, Lin Chen telah menarik perhatian petinggi kota. Kliniknya mulai terkenal dan akademi kecil juga telah dibangun di sana dan ini adalah peluang bagi seorang pemasok herbal karena kebutuhan akan bahan herbal pasti akan meningkat.
Lin Chen mengangguk dan tersenyum, lalu berkata, "Aku tidak akan sungkan kalau begitu, kedepan aku mungkin akan mengandalkan anda."
__ADS_1
"Hahaha seperti yang diharapkan dari seorang dokter Lin," pemasok itu sangat senang. "Aku akan mengabari kalau kelompok itu datang lagi."