
Keesokan harinya, Lin Chen memulai aktifitas rutinnya. Membuka klinik dengan bantuan Tong Dji.
Saat pasien sudah tidak ada lagi, Lin Chen menemui pria yang menjadi boneka itu.
Pria itu masih terbaring lemas di tempat tidur, kesadarannya sudah pulih berkat pengobatan yang Lin Chen lakukan. Tampak sebuah gelang tasbih kuno di pergelangan tangannya.
"Tu-tuan... Terima kasih, sudah... menyelamatkan aku... "
"Jangan dipikirkan, berbaringlah, aku akan melakukan akupunktur."
Pria itu meskipun telah menjadi boneka tapi kesadarannya tidak sepenuhnya hilang. Dia masih mengingat semuanya hanya saja tidak bisa berbuat sesukanya karena berada dalam kuasa orang lain.
"Istirahat lah, besok kau sudah bisa bangun."
Ucap Lin Chen setelah memastikan keadaan pria itu baik-baik saja. Simbol mantra roh di dadanya sudah menghilang namun, pengaruhnya masih tersisa. Tak lama kemudian pria itu pun tertidur.
"Halo, apa kau sudah merasa baikan?"
Lin Chen menyapa pria yang sebelumnya menjadi boneka, saat pria itu masuk ke dalam klinik.
"Tuan, namaku Jun Xing." ucapnya. "Aku jauh lebih baik sekarang, terima kasih sekali lagi untuk semuanya."
"Oh Jun Xing, baiklah."
"Tuan, itu... apakah aku boleh membantu anda di sini? rasanya sangat tidak nyaman kalau hanya berkeliaran di sekitar sini."
"Tentu saja, lagipula pasien hari ini cukup banyak. Pergilah temui Tong Dji, dia akan mengarahkan mu."
Jun Xing pun pergi, sesuai arahan Tong Dji, dia membantu mengatur antrian pasien. Lalu mengambil resep dan membawanya ke Tong Dji untuk di tukar dengan bahan obat.
"Kak Tong, pengetahuan medis tuan Lin sangat hebat. Kenapa membuka klinik di tempat kecil seperti ini?"
__ADS_1
Tong Dji menggeleng sebelum berkata, "Kamu pasti melihat pasien-pasien ini, umumnya mereka dari kalangan tidak mampu, kalau tuan Lin hanya mengurus pasien kaya saja maka mereka ini bisa kemana?"
Tong Dji paham maksud pertanyaan Jun Xin. Dengan kemampuan pengobatan Lin Chen, tidak susah untuk mencari kemakmuran dan ketenaran. Orang-orang kaya pasti akan mengantri untuk diperiksa nya.
"Ya, aku mengerti."
Kata Jun Xin, semakin menambah kekaguman sosok Lin Chen di matanya.
Hari itu pun berlalu, berkat bantuan Jun Xin, pengobatan hari itu selesai lebih cepat dari biasanya. Lalu, saat selesai memeriksa kondisi Jun Xin, mereka bertiga pun duduk di halaman belakang. Jun Xin menceritakan kisahnya.
Dia adalah seorang pegiat beladiri yang bergabung pada salah satu sekte yang berkecimpung pada pengolahan tanaman obat, sekaligus menjadi pemasok bahan herbal.
Beberapa bulan yang lalu, dia bersama lima anggota sekte pergi mencari tanaman herbal di hutan larangan di sebelah utara kota Liang. Dan ketika kembali, ternyata sektenya telah hancur dan musnah oleh Harimau Terbang.
Kemudian dia bersama lima anggota yang tersisa merencanakan balas dendam namun mereka terlalu memandang remeh sang pimpinan Harimau Terbang, akhirnya lima temannya tewas dan dia sendiri akhirnya dijadikan boneka.
"Aku penasaran, sebenarnya apa tujuan Harimau Terbang itu mencari begitu banyak bahan obat?" tanya Lin Chen setelah sebelumnya bersimpati dengan apa yang menimpa sekte Jun Xin.
Ting Tong...
Tong Dji segera berjalan ke depan klinik setelah terdengar bunyi bel. Tak lama kemudian, dia kembali berjalan masuk bersama seorang pria yang tak lain adalah Mao Dong yang mengurusi kelompok Harimau Terbang.
"Pemimpin Lin." sapanya sambil membungkuk hormat. Lin Chen hanya mengangguk dan bertanya-tanya dalam hati perihal kedatangan nya. "Tuan Jun, anda di sini?"
Lin Chen tidak heran ketika Mao Dong mengenali dan menyapa Jun Xing, mereka pasti telah sering bertemu. Hanya Tong Dji yang terlihat kebingungan karena Lin Chen memang tidak mengatakan apa-apa sejak kembali pulang, dia hanya tau Jun Xing adalah mantan boneka Harimau Terbang.
"Pimpinan, saya datang untuk menyerahkan ini." Kata Mao Dong tanpa menunggu Lin Chen bertanya.
Dia mengeluarkan tumpukan kertas dari dalam tasnya, "Ini adalah semua aset atas dan semua anggota Harimau Terbang."
Lin Chen mengambil tumpukan kertas itu dan membaca semuanya, Ia terkejut ketika mengetahui aset Harimau Terbang ternyata lebih dari seratus milyar. Di sana juga tertulis jelas beberapa properti seperti vila dan perumahan selain hotel, penginapan, restoran, bar, cafe dan lainnya.
__ADS_1
Tapi Lin Chen mengernyit dan menyembunyikan keterkejutan itu di dalam hatinya.
Seolah mengerti sikap Lin Chen, Mao Dong berkata, "Anda tidak harus berada di sana setiap hari atau mengurus ini semua tuan, serahkan semuanya kepada kami dan jika ada memiliki suatu perintah, anda tinggal mengatakannya saja."
"Aku juga sudah mengambil alih semua aset pimpinan sebelumnya dalam kartu ini. Silahkan."
Mao Dong kembali menyerahkan sebuah kartu hitam dengan hormat, setiap gerakan dan ucapannya teratur dan tidak ada ragu sama sekali.
"Berapa banyak isi dalam kartu ini."
"Lebih dari seratus milyar tuan dan semua penghasilan dari aset kita akan langsung di transfer ke dalam kartu ini. Sandinya adalah 666666."
Karena Lin Chen tetap diam, Mao Dong dan yang lainnya pun ikut diam. Hanya saja Mao Dong terlihat sangat gelisah, Ia tau Lin Chen dari awal tidak tertarik menjadi mengambil alih Harimau Terbang dan tentu saja tidak tertarik juga dengan semua yang ada di meja itu.
Dia lalu melirik Jun Xing, seakan meminta untuk membujuk Lin Chen tapi Jun Xing juga diam, dia tidak berhak tentu saja. Lagipula, sebagai ahli beladiri dan praktisi pengobatan yang hebat, uang hanyalah angka, Jun Xing paham betul tentang ini.
Tidak menyerah, Mao Dong lalu menatap Tong Dji. Meminta bantuan sambil memohon.
Akhirnya Tong Dji pun menyerah, dia paling tau keadaan Lin Chen karena telah lama mengikuti nya.
"Tuan Lin, kapan anda berencana kembali ke desa? sudah lebih dari tiga hari kita belum kesana lagi." kata Tong Dji, dia tidak mau langsung menyinggung persoalan Mao Dong. "Aduh, teh nya sudah dingin. Sebentar, aku akan menggantinya." sambungnya lagi, dia merasa tidak nyaman.
"Tidak usah, tetaplah di situ."
Akhirnya Lin Chen membuka suara, dia mengerti maksud Tong Dji. Ya, dengan semua aset ini, banyak yang bisa dilakukannya, terutama untuk melunasi lahan di desa. Dia juga bisa memperbaiki jalan sesuai impiannya dulu dan infrastruktur lainnya.
Namun, Lin Chen bukan orang yang tamak dan gila harta.
"Baiklah, tapi ingat aku tak suka ada dari kalian semua yang menindas yang lemah."
"Siap pimpinan!"
__ADS_1
Mao Dong tiba-tiba saja berdiri, gerakan ini tanpa sadar diikuti juga oleh Tong Dji dan Jun Xing.
"Eh? kalian juga? apa kalian sudah merencanakan ini?" Lin Chen tidak marah, dia hanya tersenyum saat mengatakan ini. Sementara Jun Xing dan Tong Dji hanya bisa menggaruk kepala mereka yang tidak gatal, rasanya jadi canggung.