Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Peristirahatan Pertama


__ADS_3

Peralatan standar untuk misi memang telah ditentukan, jadi meskipun sepuluh orang ini berasal dari fraksi berbeda tapi peralatan mereka tetap sama. Tapi tentu saja fraksi masing-masing membekali mereka dengan sesuatu, ini adalah normal, apalagi misi ini bukan hanya sekedar menemukan masalah fenomena yang terjadi tapi juga digunakan sebagai ajang untuk bersaing.


Fraksi mana yang paling cepat berhasil pasti akan memiliki kebanggaan tersendiri.


Seorang pria lain kemudian muncul dan memberikan arahan lain sebelum mengantar mereka ke halaman belakang, dimana sebuah mini bus telah menunggu mereka. Tak ada waktu untuk istirahat sama sekali.


Tidak lama kemudian sepuluh orang ini sudah meninggalkan kawasan itu. Beberapa jam kemudian, mereka telah tiba di titik pemberhentian dan akan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.


Saat ini mereka sedang menunggu laporan terakhir sekaligus beristirahat.


"Wanting, aku heran kenapa kita harus pergi berpasangan? bukankah lebih banyak orang yang pergi akan lebih baik?"


Pemikiran Lin Chen memang normal, untuk apa setiap fraksi hanya mengirim tim dua orang dan dia, yang bisa dibilang minim pengalaman malah ikut serta.


"Memang hebat ya orang-orang terpilih ini, hal kecil saja sampai harus bingung hehe."


"Ya benar, pergi keluar saja harus bersama wanita."

__ADS_1


"Mungkin takut kedinginan."


"Hahaha."


Sebelum Song Wanting menjawab, tim dari Serigala Langit sudah berkomentar dengan sinis dan sedikit menghina. Ucapan ini disambut tawa dua tim lainnya, kecuali tim eksekusi dari Pasukan Naga, mereka menatap Lin Chen dengan pandangan tidak senang.


Ini sangat memalukan Pasukan Naga.


"Apa yang kalian tertawakan?" Song Wanting yang tidak suka berseru marah.


"Haha rupanya ada yang tersinggung. Apa mungkin ucapanku benar?"


"Kamu!"


Lin Chen memegang lembut lengan Song Wanting, tidak lama kemudian, Lin Chen berdiri dan berkata lagi, "Wanting ayo kita duduk di sana. Aku takut tertular jika terus berada di sini."


Song Wanting pun ikut berdiri dan mengikuti Lin Chen, tapi bukan mereka saja yang berdiri. Pria yang tadi berbicara juga berdiri dan berseru keras, "Siapa yang kamu bilang punya penyakit menular hah?" dia tampaknya sangat tersinggung.

__ADS_1


"Hoho ada yang marah. Wanting, cepat kesini. Jangan sampai kena gigit." Song Wanting pun mempercepat langkahnya.


"Berani sekali! tunggu sampai kuhancurkan mulutmu."


Lin Chen dan Song Wanting tidak berdiri jauh, hanya sekitar tiga sampai empat meter. Ia lalu berkata dengan nada bingung, "Sobat, tunggu dulu, kenapa kamu begitu marah? apa benar kamu memiliki penyakit menular? ingat, aku tidak pernah menyebut namamu atau menunjukmu."


"Kamu...!"


Pria ini sangat geram, dia yang tadi nya melangkah maju seketika berhenti. Wajahnya memerah karena menahan marah.


Ucapan Lin Chen memang benar. Kalau dia marah, berarti memang dia memiliki penyakit menular.


"Kantung mata hitam dan menggantung, duduk tidak tenang dan sesekali menggaruk paha. Aku rasa seseorang memang mengidap penyakit di areanya."


"Kamu!"


Begitu mendengar ucapan Lin Chen, wajah pria itu semakin merah, tangannya terkepal kencang. Apa yang Lin Chen katakan memang benar dan hanya dia yang tahu. Sekali lagi, dia tidak tahu harus berkata apa.

__ADS_1


Dia akan mengakuinya kalau menghardik Ye Chen lagi. Sementara Song Wanting, yang berdiri di samping Lin Chen dibuat kagum dengan kepintaran Lin Chen. Hatinya tenang karena Lin Chen telah membalaskan sakit hatinya.


__ADS_2