Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Pil Pertama


__ADS_3

Awalnya Zhang Zitou memang tidak terlalu suka dengan Lin Chen namun keahlian Lin Chen pada perjudian batu mentah beberapa hari lalu ditambah fakta dia telah menyingkirkan masalah keluarga Zhang makan dia percaya padanya.


Tapi kejadian hari ini membuatnya kembali meragukan Lin Chen, dari semua batu mentah, Lin Chen hanya memilih lima, tidak mungkin kan puluhan ton batu itu buruk semua.


"Tuan Zhang, apa anda yakin tidak akan memilih lagi? kalau anda terlambat, yang tersisa hanyalah sampah saja." tuan Lei kembali menghampiri dan menebar racun.


"Sepuluh milyar. Aku akan membiarkanmu membuka batu ku."


Saat Zhang Zitou sedang dilema inilah suara Lin Chen terdengar. Dia sebetulnya terlalu malas meladeni tuan Lei tapi orang itu selalu saja menempel dan menghisap seperti kutu.


"Pilih batu mana yang kamu mau, terserah yang mana saja dari semua tumpukan sampah itu. Kalau ternyata pilihanmu lebih baik maka sepuluh milyar itu jadi milikmu dan begitu pun sebaliknya."


Kata Lin Chen lagi.


"Hebat, aku akui anda betul-betul berani. Baik, kita lihat saja."


Tuan Lei pun menyanggupi tantangan Lin Chen, dia tentu tidak akan ragu. Ini adalah dunianya, dia tau seluk beluk di sana.


Dengan senyumnya yang licik, tuan Lei berkata, "Dokter Lin, aku juga mau harga batunya dilipat gandakan sepuluh kali. Yang kalah akan membayar sepuluh kali dari harga bijih Giok. Bagaimana?"


"Tentu saja, kalau perlu dua puluh kali."


"Anda sendiri yang mengatakannya. Tuan Zhang, bukan aku yang memulai semuanya."


Tuan Lei berkata dengan senyum penuh kemenangan, Ia lebih dulu memastikannya kepada Zhang Zitou agar tidak ada kesalahan. "Dua puluh kali lipat! hehe." Gumamnya lalu berlalu pergi. "Satu jam lagi, kita akan bertemu lagi.


Sepeninggal tuan Lei, Zhang Zitou menatap Lin Chen dengan tidak berdaya.


"Simpan batumu, potong yang ini saja. Ingat, jangan dijual, aku membutuhkannya." kata Lin Chen, dia sendiri tidak mau repot dengan urusan itu. Baginya, Zhang Zitou saja sudah cukup, paling tidak itu juga bisa menepis keraguannya.


Mengolah pil ada tujuan utama Lin Chen, dia tidak sabar menggunakan kekuatan jiwa spiritual nya dalam mengolah pil seperti catatan yang dia tau dan vila adalah tujuan nya.


Sementara itu Zhang Zitou yang juga penasaran kembali masuk ke dalam pasar dan menunggu tuan Lei selesai memilih batu.


"Tuan Zhang, dimana dokter Lin? maaf sebelumnya tapi jangan bilang dia lari dari taruhan yang dia buat sendiri."


"Tidak usah takut, aku mewakili dokter Lin. Lagipula apa kau pikir aku tidak bisa membayarmu kalau aku kalah? apa kau lupa siapa aku hah?"


"Tidak, tidak, aku tidak berani. Kalau begitu silahkan tuan Zhang."

__ADS_1


Tentu saja tuan Lei tidak berani, statusnya masih belum cukup untuk bisa menyinggung Zhang Zitou.


"Tuan Zhang, aku sudah memanggil banyak saksi, anda tidak keberatan bukan?"


Zhang Zitou hanya melirik tak acuh, dia tau apa yang tuan Lei pikirkan.


Baru yang pertama di potong adalah batu milik tuan Lei, "Hijau pekat!" teriak nya senang. Meskipun ukurannya kecil, tapi itu tetap Giok berkualitas tinggi. Dalam taruhan sebelumnya juga tidak disebutkan tentang ukuran bijih Giok, yang menjadi tolak ukur adalah kualitas dari bijih Giok itu sendiri.


Degg!


Mau tidak mau Zhang Zitou khawatir, harga Giok hijau itu sekitar sepuluh milyar dan dia harus membayar dua ratus milyar jika dia kalah.


Ini masalah reputasi, bukan masalah harga.


"Tuan Zhang, silahkan." kata tuan Lei dengan senyum puas.


Tidak ada yang tertawa, hanya saja Zhang Zitou di balik senyum orang-orang di depannya ini, pasti dalam hari mereka menertawakan nya.


"Langsung belah jadi dua!"


Zhang Zitou mengikuti instruksi Lin Chen sebelum pergi tadi. Lin Chen tidak membutuhkan Giok nya tapi energi spiritual di dalam Giok. Jadi tidak masalah kalau nanti ukurannya akan menyusut karena dibagi dua.


Teriak orang-orang di sana. Ini adalah Giok Hijau kualitas terbaik. harganya jauh lebih mahal dari hijau pekat milik tuan Lei yang setelah dipotong penuh ternyata masih ada banyak kotoran di dalamnya.


Zhang Zitou tertawa keras, hatinya seketika menjadi sangat lega. Dengan ini dia semakin yakin dengan keahlian Lin Chen.


"Ehem, Lei Kung!" Zhang Zitou langsung memanggil nama tuan Lei. "Enam ratus milyar. Tidak kurang tidak lebih."


Mereka adalah orang-orang yang sudah lama berkecimpung dalam bidang ini. Hanya sekilas saja mereka sudah tau kalau harga Giok milik Zhang Zitou di kisaran tiga puluh milyar.


"Tu-tuan Zhang, aku.... "


"Jangan bilang kamu tidak punya uang."


"Aku... "


Lei Kung memang adalah ahli sekaligus pengusaha batu Giok namun, jumlah itu bukanlah jumlah yang bisa dia keluarkan dengan mudah begitu saja. Keringat dingin mulai membasahi punggungnya.


"Aku tidak mau tau, taruhan adalah taruhan. Kalau kamu masih sayang pada dirimu sendiri, sebaiknya kamu cepat membayar." Zhang Zitou menunjukkan dominansinya, Ia melambai dan sepuluh pengawal langsung maju.

__ADS_1


Pengawal ini memang selalu mengikuti Zhang Zitou, statusnya sebagai tuan Zhang bukanlah nama kosong.


"Pukul dia sampai dia membayar hutangnya, kalau tidak cukup, sita tokonya dan lempar dari pasar."


"Tuan Zhang.... maafkan aku, maaf. Aku salah, aku sungguh salah kali ini."


Zhang Zitou sudah berlalu pergi, Lei Kang hanya sampah kecil baginya. Orang-orang yang tadinya berkomplot dengan nya sudah mundur sejak tadi, mereka mencari aman untuk diri mereka sendiri.


"Dokter Lin, anda dimana?"


"Vila, simpan dulu saja. Aku sedang sibuk."


Jawab Lin Chen di telepon, dia sudah tau hasilnya seperti apa. Dia tidak mau Zhang Zitou ke vila agar tidak mengganggu konsentrasi nya dalam mengolah pil.


Di Vila, Lin Chen yang sudah membeli tungku yang lebih baik terlihat duduk di depan tungku. Sudah satu jam sejak Ia mulai memurnikan pil, bajunya telah basah oleh keringat. Proses sangat menguras energinya.


Dua jam berlalu lagi. Tungku pil Lin Chen sudah tidak kuat menahan tekanan dan aura pil.


"Tidak kusangka membuat pil sangat menguras tenaga. Pencapaian nya yang sekarang hanya dapat menghilang kotoran pada bahan herbalnya, untuk memadatkan cairan herba masih sangat jauh.


Setelah menghabiskan lebih dari dua puluh set tanaman herba, Lin Chen mengakhiri kegiatannya. Kekuatan jiwanya terkuras hampir habis dan sumber daya herbanya habis.


Lin Chen lalu menelpon Jun Xing agar besok membawa dua puluh set herba yang ada di gudang ke klinik. Lalu dia sendiri pergi tidur.


Esok malamnya, Lin Chen kembali memurnikan pil.


Gagal!


Gagal!


Gagal lagi!


Lin menggerutu, ini sudah percobaan yang ke lima puluh. Lin Chen yang sudah putus asa bangkit kembali ketika mengingat dia harus menjadi kuat dan pil-pil inilah yang akan menunjang keberhasilannya.


Percobaan ke lima puluh satu. Lin menarik nafas pelan, menyingkirkan pikiran-pikiran yang tidak mengganggu. Setelah tenang, dia menatap tungku dengan tenang lalu memulai pemurnian pil kembali.


"Berhasil!"


Lin Chen berseru nyaring, usahanya kali ini berhasil. Sebuah pil sebening susu tergeletak di dasar tungku.

__ADS_1


__ADS_2