Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Bayar Sepuluh Kali Lipat


__ADS_3

Memang keluarga Zhang sangat berkuasa, tak ada yang ada yang bisa menghentikan nya.


"Kecuali kamu memotong batu pilihanmu." kata Zhang Zitou lagi.


Lalu kenapa kalau sebelumnya Lin Chen sudah memotong batu dengan hasil yang cukup bagus? Zhang Zitou dan lainnya berpikir itu hanya keberuntungan saja. Sementara tetua Zhang hanya melihat saja tanpa mengatakan apa-apa, dia juga ingin melihat seberapa hebatnya Lin Chen dalam memilih batu.


Hasil ini mungkin bisa merubah pandangannya.


"Tuan muda, meskipun anda sudah memutuskan tapi kami sudah membayarnya. Apakah anda tau bagaimana kalau orang-orang mendengar tuan muda Zhang membatalkan transaksi yang telah terjadi?"


"Suatu hari mungkin semua pengusaha yang ada di sini akan tuan jegal juga hanya karena anda tidak senang."


Mao Dong maju dan berbicara cukup keras sehingga memancing perhatian orang-orang yang ada di sana.


Seketika area itu berdengung dengan banyaknya orang yang saling berbisik dan bergumam.


Melihat ini, Zhang Zitou pun terdiam. Memang keluarga Zhang memiliki kekuasaan tapi tetap tidak bisa membungkam mulut semua orang.


"Aku... aku tidak meminta memotong semuanya, hanya beberapa saja."


"Bagaimana dengan uang yang telah kami keluarkan? siapa yang akan menggantinya?"


"Aku akan ganti rugi."


"sepuluh kali lipat!"


Mao Dong terus mendebat Zhang Zitou sampai akhirnya berhasil mendapatkan keuntungan. Dengan hasil ini Lin Chen tidak akan rugi sama sekali, malah dia akan mendapat keuntungan. Satu batu yang dipotong akan dihargai lima kali lipat dari harga awalnya.

__ADS_1


"Anda yang mengatakannya." ucap Mao Dong lagi. Ini penting di ucapkan berulang karena orang seperti Zhang Zitou ini bisa dengan mudah akan menyangkalnya.


Lin Chen melirik Mao Dong dan tersenyum puas, memuji lidah nya yang tajam.


"Sebenarnya aku malas meladeni kalian dan karena tuan muda keluarga Zhang begitu baik maka aku akan mengikuti nya tapi, bagaimana dengan master Lao? apakah yang anda hanya akan berdiri saja?"


"Apa maksud mu?"


"Master Lao, anda begitu bersemangat ingin membuka batu yang aku miliki, apakah anda tidak merasa bersalah?"


"Aku juga akan membayar sepuluh kali lipat."


"Bagaimana kalau anda membayar isi batunya?"


Kini gantian Mao Dong yang melirik Lin Chen, dalam hati dia berkata, "Tuan Lin, bahkan lebih kejam dariku."


"Tentu saja kalau kau tak berani juga tidak apa-apa, asal tau saja biarpun keluarga Zhang membayar seratus kali lipat, aku juga tidak mau membukanya.'


Kerumunan di sana kembali berdengung, sangat jelas mereka membicarakan master Lao.


"Oke, tapi kalau ternyata batu itu tidak berisi maka kami harus berlutut meminta maaf."


"Tuan, ini...." Mao Dong sedikit khawatir, keahlian Lin Chen dalam judi batu belum teruji.


"Sepakat." kata Lin Chen, dia tak menggubris ucapan lirih Mao Dong.


"Cepat potong batunya!"

__ADS_1


"Tunggu dulu," Lin menatap Zhang Zitou. "Apa kamu mau bertaruh sepuluh kali lipat lagi? kalau ada yang tidak berisi maka batu yang kamu inginkan akan jadi milikmu."


Zhang Zitou tidak perlu berpikir dua kali, memang ini yang menjadi tujuannya. Kalaupun memang ada batu yang berisi, harganya tidak akan seberapa.


"Cepat potong batunya."


"Tunggu dulu." cegah Lin Chen. "Apa lagi? apa kau akan mundur sekarang, serahkan batu yang kami inginkan kalau begitu."


"Aku hanya akan memastikan bahwa isi di dalamnya tetap menjadi milikku meskipun kalian sudah membayar nya sepuluh kali lioat."


"Cerewet, tentu saja. Kami tidak akan mengambilnya. Kami tidak mau mengotori tangan kami dengan Giok murahan."


"Baik. Keluarga Zhang dan master Lao memang orang-orang yang hebat. Silahkan pilih batu mana yang ingin anda potong." kata Lin Chen sambil tersenyum penuh arti.


Lalu, Zhang Zitou dan master Lao masing-masing mengambil satu batu. Lin Chen pun mengambil satu batu untuk dipotong, dua mengambil batu yang memiliki getaran yang kuat.


"Tunggu dulu, kamu harus membayarnya dulu." ucap Lin Chen lagi. Zhang Zitou pun langsung membayar ketiga batu itu dengan cepat.


Batu pertama kemudian di potong, itu adalah batu pilihan Zhang Zitou.


"Muncul, hijau muncul!"


Teriak salah satu penonton ketika kabut dari pemotongan menghilang.


"Tuan, bagaimana anda ingin memotongnya?" tanya pengrajin pemotong pada Lin Chen. "Aku percaya padamu." sahut Lin Chen ringan dan membuat pengrajin itu terkesan.


Biasanya pemilik batu yang mengetahui ada giok di dalam batunya akan sangat berhati-hati dan mulai membual dan meminta memotong inci demi inci tapi Lin Chen langsung menyerahkan keputusan pada pengrajin.

__ADS_1


Benar-benar sesuatu yang langka.


Sepuluh menit kemudian, warna lain mulai terlihat dari hampir delapan puluh persen yang telah dipotong.


__ADS_2