Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Mengajak Kerja Sama


__ADS_3

Lin Chen tidak mau terlalu pusing dengan urusan pemasaran produk farmasinya. Baginya siapa saja yang akan menjadi agen penjualannya sama saja, yang penting obat-obatan itu segera memberikan manfaat, terutama bagi mereka yang tidak memiliki daya beli yang tinggi. Lagipula bahan-bahan pembuatan obat ini juga bukan dari kualitas premium.


Satu-satunya masalah adalah di jalur produksi, karena obat-obatan ini mengandung energi spiritual yang disuntik langsung olehnya sehingga cukup memakan waktunya. Kecuali Lin Chen sudah menemukan formula yang cocok untuk membuat jimat pengumpul Qi spiritual pada mesin produksi.


Memasang jimat pengumpul Qi spiritual pada mesin produksi memang gampang, yang jadi masalah nya adalah waktu penyerapan nya.


Fase dimana Qi spiritual disuntikkan ke dalam proses ramuan bahan adalah saat semua bahan tercampur rata, yakni sebelum pil terbentuk dan hanya membutuhkan sedikit saja untuk pil yang diperuntukkan bagi masyarakat awam sedangkan jimat pengumpul Qi spiritual akan selalu bekerja sejak diaktifkan. Jika Qi spiritual terlalu banyak terkandung dalam pil-pil ini maka orang awam yang menggunakannya bukan malah sembuh tapi akan menimbulkan efek samping yang berat karena tubuh orang awam berbeda dengan tubuh pegiat beladiri.


'Apakah tidak ada yang bisa aku lakukan?' ucap Lin Chen dalam hati. Lin Chen lalu mencari informasi dalam ingatannya, mencari ramuan tambahan lain solusi ini.


Jika saja pil itu diracik sendiri olehnya maka bahan-bahan ini sudah cukup dan tidak perlu tambahan ramuan khusus karena prosesnya akan mengikat Qi spiritual di dalam bahan-bahan itu sendiri. Hasilnya tentu saja berbeda jika produksinya melalui mesin farmasi, sebagian besar Qi spiritual di dalam bahan-bahan itu terlarut dan mungkin akan hilang sama sekali.


Perlu dicatat, bahan-bahan yang digunakan adalah yang berkualitas sangat umum yang mengandung Qi spiritual yang sangat sedikit.


'Ah itu dia!'


Lin Chen berseru tanpa sadar ketika melihat satu bahan yang cocok. Lin Chen akan mengekstrak bahan ini menjadi cairan yang kemudian akan dicampur pada bahan-bahan lainnya saat proses pembuatan. Satu tetes untuk satu kali produksi, cairan ini akan menjadi rahasia lain dari produknya, dengan begitu tak mungkin ada yang bisa meniru atau memalsukan produknya.


Namun masalah lain muncul, ternyata bahan ini tidak ada dalam daftar yang tersedia di gudang herbalnya dan tidak juga di kebun tanaman herbal di desanya.


'Ini cukup sulit.'


Ring...! Ring...!

__ADS_1


Ponsel Lin Chen berdering saat dia akan menghubungi Mao Dong untuk mencari bahan tersisa.


"Halo dokter Lin, Ini aku."


Suara ini terdengar akrab tapi Lin Chen lupa dimana dia pernah mendengarnya.


"Aku siapa? ayolah, aku sangat sibuk. jangan main-main."


Tuut... tut...


"eh? putus... dasar orang aneh, tapi sepertinya aku kenal suara ini." Lin Chen merenung sebentar lalu memutuskan melakukan panggilan balik, namun jawaban dari ujung telepon membuatnya terpana.


"Apa, kenapa kamu menelepon kesini? tadi kamu bilang tidak mengenalku kan? bagus, bagus."


"Eh, um... nona, aku benar-benar tidak bisa mengingatnya."


Diam, baik Lin Chen dan nona di ujung telepon sama-sama diam.


"Jiayi, bagaimana, apakah sudah tersambung dengan dokter Lin? nomornya tidak salah kan?"


Suara lain di ujung telepon menyadarkan Lin Chen. 'Jiayi... nona Jiayi... um, tunggu dulu. Mungkinkah itu dia? Jiayi, Lu Jiayi. Oh benar ini pasti dia.'


"Ehem, halo nona Jiayi, bagaimana kabarmu?"

__ADS_1


"Heh kamu baru ingat yah sekarang?"


"Haha bukan begitu, tapi memang sudah lama sejak aku terakhir mendengar suaramu. Katakan, untuk kamu menelpon, jangan bilang kamu merindukanku hehe."


Lin Chen tak akan lupa dengan kenangan bersama Lu Jiayi ini. Seorang gadis cantik dengan kulit putih mulus yang pernah tidur di klinik nya. Karakternya hampir sama dengan Song Wanting, sama-sama tegas saat berbicara dan sama-sama cantik dari sisi yang berbeda.


Song Wanting dari latar militer sedangkan Lu Jiayi seorang pemimpin perusahaan. Sungguh dua orang wanita pilihan.


"Dokter Lin, aku mau bicara. Apakah betul kamu meluncurkan produk obat-obatan?"


Lu Jiayi langsung mengutarakan maksudnya, mengabaikan godaan Lin Chen. Saat ini perusahaan nya mengalami kemunduran dan terancam, tidak ada waktu untuk meladeni ucapan Lin Chen meskipun sebenarnya dia sedikit ragu apakah dia memang merindukan Lin Chen.


"Iya betul."


"Oh jadi memang begitu. Dokter Lin, aku ingin kita bekerja sama."


"Kerjasama?"


"Iya kerjasama. Tunggu, ini tidak baik membahas lewat telepon. Paling lambat besok aku sudah sampai di klinik. Jangan kemana-mana. Sampai jumpa."


Tut...


Telepon terputus. Lin Chen hanya menghela nafas menghadapi Lu Jiayi. "Sudahlah, lagipula aku memang membutuhkan bantuan pihak lain."

__ADS_1


Lin Chen juga tau, biarpun produknya sangat bagus tapi dalam bisnis, diperlukan kerjasama dari berbagai pihak jika ingin sukses. Lin Chen juga cukup mengenal Lu Jiayi selama berinteraksi selama beberapa hari.


Sementara Lu Jiayi sendiri juga harus buru-buru mempersiapkan selama sesuatunya. Jarak kota tempatnya tinggal dengan kota Liang cukup jauh dan karena ini adalah perjalanan bisnis, make segala sesuatunya harus siap.


__ADS_2