Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Anak Muda Yang Menarik


__ADS_3

Tanpa ragu sedikitpun Lin Chen memeriksa denyut nadi si kakek tapi yang ia dapat membuat nya mengernyit. Betapa tidak, denyut nadi si kakek sangat kuat dan stabil dan ketika dia mencoba menyalurkan energi spiritual nya, dia menemukan kalau si kakek bukan sakit tapi keracunan.


Ini bukan racun biasa tapi racun akibat serangan balik dari kultivasi Qi. Untuk sementara, Lin Chen hanya bisa mengurut titik syaraf di kaki dan bagian penting di meridian si kakek.


Tak lama kemudian si kakek membuka matanya, "Terima kasih." ucapnya dengan lemah.


"Kakek, aku hanya melancarkan peredaran darah mu saja. Belum benar-benar mengobati."


"Aku tau, tapi teknik mu sangat hebat. Lukaku sudah tidak begitu sakit sekarang. Anak muda, apa kamu seorang dokter?"


"Bisa dibilang begitu, aku membuka klinik kecil di jalan ... kalau anda mau, anda boleh mampir. Maaf aku tak membawa peralatan ku kesini."


Lin Chen tersenyum lalu berkata lagi, "Aku masih ada urusan jadi pamit pergi, anda bisa mampir di klinik kalau masih mau berobat."


Kakek itu hanya mengangguk dan melihat Lin Chen pergi. Sesaat kemudian dua sosok pria kekar dengan aura kuat pun muncul.


"Tuan, apa tuan tidak apa-apa?"


"Apa kau melihat nya? bagaimana menurutmu anak muda itu?"


Si kakek bukan menjawab tapi malah bertanya balik, lalu salah satu pria itu menjawab. "Entahlah tuan tapi aku merasa dia tidak biasa, tatapan matanya sangat tajam, aku bahkan merasa dia sudah tau keberadaan kami."


"Haha kamu tidak salah, aku juga merasa demikian. Anak muda uji menarik, kapan-kapan kita harus mampir di kliniknya." kata si kakek. Mereka pun pergi tak lama setelau itu.


Sekitar jam delapanan, Lin Chen sudah kembali ke vila nya. Dia dikagetkan dengan kehadiran Zhang Cuihuan. "Halo nona Cuihua, apa yang membawamu kemari? apa kamu sudah tidak tahan ingin bertemu denganku lagi?" kata Lin Chen sambil tersenyum.


"Cih, maumu. Aku ingin mentraktir mu makan sebagai rasa terima kasihku."

__ADS_1


"Makan? oh baiklah, kebetulan aku belum sarapan." Lin Chen tanpa ragu menyetujui ajakan Zhang Cuihua.


Karena masih pagi, mereka hanya makan sekedarnya saja sambil minum kopi di kedai terdekat.


"Dokter Lin, aku penasaran, darimana kamu belajar beladiri? Jarang-jarang ada dokter yang juga sangat hebat dalam beladiri."


"Itu karena kamu lemah saja." sahut Lin Chen sekenanya.


"Cih asal kamu tau, aku ini pemegang sabuk hitam beladiri, tidak sembarang orang bisa mengalahkan aku."


Meski begitu, wajah Zhang Cuihua tetap bersemu merah. Dia ingat pose saat dikalahkan oleh Lin Chen dulu.


Kemudian sambil tersenyum Lin berdiri dan mengatakan ingin ke kamar kecil sebentar.


Ketika kembali, dia melihat ada tiga orang pria yang terlihat mencoba menggoda Zhang Cuihua.


"Nona Cuihua, apa kamu mengenal orang ini?" tanya Lin Chen saat mendekat. Dalam hari dia berkata kenapa Zhang Cuihua tidak menghajar mereka dan kalau dia menyebut namanya, pria-pria ini pasti akan kabur.


"Bos, ternyata dia bersama pacarnya."


"Lalu kenapa? kata pria yang jadi bos itu, dia melirik Lin Chen. "Kalau tidak mau terluka, lebih kamu menyingkir jauh-jauh, aku hanya minum-minum sebentar dengan pacarmu."


Lin Chen yang masih berdiri mengerut kan keningnya, "Kamu mengancam ku?"


"Hahaha benar sekali, aku mengancamu. Bukan hanya kamu, tapi seluruh keluarga mu akan kubuat menderita."


Plak!

__ADS_1


Baru saja pria itu selesai berbicara, Lin Chen sudah menamparnya dengan keras.


"Kau berani menamparku? apa kau tau siapa aku hah?"


Plak!


"Kurang ajar." pria itu meraung marah. "Aku adalah Macan Terbang, akan kupatahkan tangan dan kakimu."


Sebuah tinju langsung melayang ke dada Lin Chen, namun Lin Chen yang masih berdiri santai hanya mencibir, "Macan Terbang, bagus sekali."


Lin Chen menangkap tinju itu, memutarnya kebelakang lalu balik meninju mukanya. Lalu...


Krek!


Suara renyah dari tulang lengan patah terdengar, Lin Chen juga meraih asbak yang ada di meja dan menghantam mukanya.


Brak!


Pria itu terlempar menghantam beberapa kursi dan meja.


Krek!


Lin mematahkan kakinya lagi, benar-benar tak ada ampun. Lin Chen juga muak dengan orang-orang Macan Terbang.


Ini hanya berlangsung tidak lebih dari tiga puluh detik, pria itu yang mukanya hancur itu sampai tak bisa berkata-kata lagi, hanya erangan kesakitan yang terdengar dari mulutnya.


"Hei tunggu! bawa bos mu!"

__ADS_1


Sesat kemudian satu sosok tubuh melayang terbang. Lin Chen menendangnya sampai keluar kedai.


__ADS_2