Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Menuju Target


__ADS_3

Situasi di tempat peristirahatan itu seperti dipenuhi bubuk mesiu yang siap tersulut kapan saja dan meledak. Namun keadaan itu tidak berlangsung lama ketika seseorang datang dan memberitakan tentang misi mereka.


"Kalian datang tepat waktu," ucap pria yang baru saja datang. "Aku adalah ketua tim penyelidik tugas kalian melanjutkan menyelidiki fenomena ini dan melaporkan semuanya padaku nanti."


Kemudian pria itu menjelaskan bahwa seminggu yang lalu ada laporan.


Sebuah fenomena aneh terjadi di sebuah tebing, yakni munculnya sebuah fluktuasi udara.


"Nah tugas kalian adalah turun ke bawah tebing untuk memastikan fenomena ini. Pastikan tidak ada sesuatu yang bisa membahayakan keamanan negara."


"Tetua, bagaimana kalau seandainya ada orang lain di sana?" Lin Chen tiba-tiba bertanya. Dia hanya ingin memastikan posisinya saja, jangan sampai ada hal yang bisa merepotkan.


Pria tua itu memandang Lin Chen, mencoba melihat pondasi Lin Chen namun, matanya melebar karena sama sekali tidak bisa melihatnya, Lin Chen seolah tertutup sebuah kabut tipis.


"Menarik." ucap pria ini dalam hati.

__ADS_1


"Kalian boleh memanggilku tetua Bian. Lakukan apa yang harus kalian lakukan, tidak akan ada yang berani menuntut atau menyalahkanmu."


"Ok, pertemuannya sampai disini saja. Ingat, dalam tiga hari, ada atau tidak informasi yang kalian dapatkan, kalian harus tetap kembali. Tidak ada yang akan peduli pada kalian jika tidak kembali selama waktu yang ditentukan."


Dengan perkataan ini Lin Chen dan yang lainnya pun pergi, tujuan mereka adalah ke salah satu lembah yang berada di pegunungan.


Sepeninggal Lin Chen dan lainnya, tampak seseorang datang begitu saja di depan tetua Bian, seolah muncul dari kehampaan.


"Tetua, apakah anda yakin kali ini mereka akan berhasil?"


Pria yang baru muncul ini mengangguk, lalu berkata, "Sejujurnya aku juga heran, semua kondisi jurang di bawah tebing sudah dengan rinci dijelaskan, tapi pria ini tidak terlihat tidak nyaman."


"Hah kalau saja fraksi-fraksi ini tidak masuk akal, mungkin kita bisa bergerak lebih cepat."


Tetua Bian telah lama menjadi pengawas di Pasukan Naga, dia juga seorang seniman beladiri dan tingkatnya di atas tingkat tetua Yun.

__ADS_1


"Anda benar tetua, masing-masing fraksi tidak ada yang mau mengalah, sama-sama ingin lebih menonjol dari yang lain."


"Sudahlah, tunggu sampai anak-anak berhasil menemukan sesuatu. Laporkan padaku jika ada kemajuan, aku masih ada urusan lain."


"Baik tetua."


Tetua Bian menaruh harapan besar kali ini. Kalau tidak berhasil juga maka terpaksa pejuang yang lebih tinggi yang akan bergerak.


...


Lin Chen dan Song Wanting berjalan menyusuri jalan setapak di dalam hutan lebat. Song Wanting memimpin jalan sambil membaca peta yang dibagikan pada mereka semua.


Sebenarnya tujuan mereka adalah satu, namun karena keegoisan dan rasa percaya diri lebih kuat dari yang lain sehingga mereka mengambil jalan masing-masing.


Lin Chen sendiri tidak mempersalahkan hal ini, baginya berjalan bersama Song Wanting lebih menguntungkan daripada bergabung dengan orang yang jelas-jelas memusuhinya.

__ADS_1


Berjalan di belakang Song Wanting, Lin Chen yang sesekali melihat pemandangan indah berkali-kali menelan ludah. Bukan berpikir jahat tapi pria manapun yang berjalan di belakang wanita secantik Song Wanting pasti otomatis akan berpikir muluk-muluk.


__ADS_2