Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Keluarga Wu Harus Dihapus


__ADS_3

Klinik Lin ditutup dengan alasan renovasi dan ini adalah inisiatif dari Mao Dong yang sangat mengerti kalau masalah ini tidak biasa. kejadian ini tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk hal-hal yang merepotkan. Lin Chen juga setuju.


Dua hari kemudian, klinik telah berhasil dibersihkan, ini juga berkat bantuan dari beberapa anggota yang dipanggil Mao Dong. Lin Chen sendiri terlihat masih tidak tenang, duduk merenung ditemani Mao Dong, Jun Xing dan Tong Dji.


Dendam ini harus segera diselesaikan karena kalau tidak, ini bisa mengganjal hati dan ini merupakan pantangan besar bagi seseorang yang berkultivasi, terutama bagi seorang alkemis yang mendalami alkimia. Lin Chen termasuk ke dalam dua bagian ini.


Masalah ini harus selesai sampai ke akarnya. Lin Chen berdiri dan berkata apakah semua pengaturan sudah siap.


"Semua sudah dalam posisi."


Rencananya adalah mengepung markas Macan Terbang dan menghancurkan semuanya tanpa terkecuali. Kalau harus membunuh, maka bunuh. Yang jelas, pimpinan dan tetua-tetua Macan Terbang harus disingkirkan. Duri dalam daging harus dicabut, apa pun yang terjadi.


Semua rencana ini diatur dengan baik oleh Mao Dong. Dari mulai mencari informasi Macan Terbang, siapa saja tetua-tetua yang terlibat, pengaturan pengepungan sampai mengatur tim terakhir yang akan membereskan kekacauan sekaligus bertugas mengambil alih semua aset Macan Terbang.


Pertempuran antar geng pasti akan memakan korban. Berbicara masalah kekuatan, jelas Paviliun Langit berada satu level di atas Macan Terbang. Yang terakhir telah kehilangan pilarnya saat menyerang gudang Paviliun Langit.


'Jun Xing, ambil ini."


Lin Chen memberikan pedang tipis yang sangat bagus padanya, ini adalah harta rampasan dari pertempuran Lin Chen dengan Macan Terbang yang saat itu didukung oleh geng Tanpa Nama.


Di markas Macan Terbang. Wu Dong sebagai pimpinan Macan Terbang tampak tenang, Jiang Dian menepati janjinya dengan mengirim tiga orangnya. Tiga orang ini adalah seniman beladiri tingkat Prajurit menengah. Sangat kuat.


"Tuan, dokter Lin meninggalkan klinik."


"Hehe akhirnya dia keluar juga. Apa kau melihat ada yang pergi bersama nya?"


"Dia pergi sendiri. Laporan terkahir sepertinya dia menuju tempat ini tuan."

__ADS_1


Wu Dong kaget, Lin Chen datang ke markas mereka? ini sungguh kebetulan yang sangat baik. Dia tertawa lalu membuat pengaturan cepat. Wu Dong sangat yakin kali ini Lin Chen pasti mati.


Apa yang tidak dipikirkan oleh Wu Dong adalah fakta bahwa Lin Chen bisa mengetahui markas mereka. Kalau saja Wu Dong tidak terlalu sombong dengan apa yang dia miliki sekarang, dia pasti sudah berpikir Lin Chen tidak sesederhana kelihatannya.


Berada di daerah musuh tidak membuat Lin Chen khawatir sama sekali. indra spiritualnya berbeda dengan seniman beladiri biasa, dia bisa menjangkau area lima ratus meter dengan akurat. Tidak ada yang bisa disembunyikan darinya dalam jarak ini, tentu saja, kecuali orang itu lebih kuat darinya atau memiliki teknik khusus menyembunyikan keberadaannya.


"Jun Xing, bawa sepuluh orang, serang ke arah sana."


"Mao Dong dan kamu Tong Dji, serang ke sana."


Lin Chen memberikan arahan, ini juga disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Setiap perintah yang keluar adalah jaminan kemenangan.


Beberapa saat kemudian, Jun Xing memberi kabar kalau misinya sudah berhasil, disusul kabar dari Mao Dong.


"Bagus! tunggu dan kabar selanjutnya."


Markas sementara Macan Terbang ini berada di pinggiran kota, tempatnya cukup terpencil sehingga tidak menarik perhatian dari orang lain.


Di dalam markas ini, Wu Dong duduk sambil terus tersenyum karena laporan dari bawahannya mengatakan Lin Chen sudah datang. Datang sendiri dan saat ini sedang berjalan ke arahnya. Di samping Wu Dong ada tiga pria paruh baya, tingkat Prajurit awal. Mereka adalah bantuan yang dikirim oleh Jiang Dian.


Lalu ada dua orang kepercayaan Wu Dong, tingkat beladiri internal. Sisanya sekitar sepuluh orang, tingkat beladiri eksternal.


Kekuatan seperti ini sudah pasti bisa mengguncang kota Liang. Tiga pria yang dikirim Jiang Dian saja sudah setingkat dengan tetua di Pasukan Naga.


Kalau dilihat lagi, Jiang Dian pasti terlalu boros karena mengirim orang kuat hanya untuk membalas Lin Chen tapi sebetulnya tidak, karena Jiang Dian sudah merasakan sendiri kekuatan Lin Chen. Dia sendiri adalah seniman beladiri internal dan tidak bisa berbuat apa-apa di depan Lin Chen.


"Dokter Lin, haha silahkan, silahkan masuk. Aku tidak mau nanti ada yang mengatakan kalau aku tidak sopan pada tamuku."

__ADS_1


Lin Chen tidak membalas, melainkan menelepon Jun Xing dan Mao Dong. Ini adalah pusat komando, dari sini, Lin Chen menyapu area sekitar dan menemukan semua yang tersembunyi.


"Jun Xing, seratus meter ke sebelah kiri."


"Tong Dji lima puluh meter sebelah kanan."


"Mao Dong, pimpin semua yang masih diluar untuk menyerbu halaman belakang."


Perintah lain diberikan. Lin Chen pun menyimpan ponselnya dan bertanya pada Wu Dong, "Aku hanya ingin tahu, kenapa kamu merusak klinikku."


"Haha dokter Lin, jangan salahkan aku, asal tahu saja, kamu telah menyinggung orang yang seharusnya tidak kamu singgung. Aku hanya membantunya saja."


"Oh, jadi kamu sudah mengakuinya."


"Jangan begitu, sudah kubilang, aku hanya membantu orang saja hehe." Wu Dong terus tersenyum, sama sekali tidak khawatir. Dirinya sudah membayangkan keuntungan yang akan didapatnya nanti sebelah melenyapkan Lin Chen.


Sebagai talenta muda, meskipun beda kota namun nama Jiang Dian dari keluarga Jiang sangat terkenal. Sangat banyak orang yang ingin dekat dengannya, kali ini Wu Dong beruntung karena musuh Jiang Dian ada di kotanya.


Sementara Lin Chen yang dari tadi hanya diam mulai tersenyum dan berkata, "Karena kamu terlibat langsung maka jangan salahkan aku," Lin Chen sekali lagi melihat ponselnya lalu tersenyum puas."


"Haha dokter Lin, kamu pikir kamu bisa apa hah? di sini, akulah yang memegang kendali. Kamu tidak akan pergi lagi dari sini. Asal kamu tahu, tempat ini sudah dikepung, bahkan lalat pun tidak akan lolos."


Seketika raut muka Lin Chen berubah, tadinya dia tidak berniat membunuh tapi karena Wu Dong sudah memiliki niat ini maka dia pun tidak akan sungkan lagi. Keluarga Wu harus dihapus.


Tidak tanggung-tanggung, Lin Chen langsung mencabut belatinya. Dia sudah bisa menebak kekuatan semua orang, kalau cuma satu atau dua, mungkin Lin Chen tidak akan menggunakan belatinya tapi musuh nya kali ini sangat banyak.


Wu Dong mengernyit, hatinya bertanya-tanya apakah dokter Lin juga seniman beladiri? belati di tangannya tampak tidak biasa.

__ADS_1


"Tunggu apa lagi? bunuh dia!" seru Wu Dong.


__ADS_2