Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Kondisi Tetua


__ADS_3

Di depan Lin Chen dan yang lain saat berkumpul lebih dari tiga puluh Tikus-tikus Api, mereka hanya duduk diam, seperti menunggu sesuatu. Di salah satu sudut tetua Yun dan tetua Lu serta beberapa anggota Pasukan Naga terbaring lemah, beberapa bagian tubuhnya tampak lebam. Ini terlihat jelas karena pakaian nya telah robek lebar.


Tiba-tiba Tikus-tikus itu mendongak serempak, lalu berjalan teratur, mereka masuk lebih jauh ke dalam gua.


Setelah itu, barulah Lin Chen dan yang lainnya mendekati Tetua Yun.


"Tetua, bagaimana keadaan anda?" tanya Lin Chen yang tiba lebih dulu sambil memeriksa kedua tetua."


"Ini hanya luka luar, daripada itu, kenapa anda di sini dokter Lin. Bukankah aku sudah memberikan perintah sebelum pergi?" Tetua Yun bertanya tapi pandangannya jatuh kepada Xe Xujing dan Yun Shan. Terutama Yun Shan, dia cukup kaget melihatnya langsung berada di garis depan tapi dalam tatapannya juga terbersit rasa senang.


Hanya Lin Chen yang melihatnya, ini sekaligus menegaskan bahwa tetua Yun tidak melepaskan salah satu keturunan nya.


Sementara Xe Xujing dan Yun Shan hanya tertunduk, menolak dan mengabaikan perintah atasan sama saja dengan pengkhianatan dan hukuman nya tidak main-main, bisa saja mereka langsung dikeluarkan dari Pasukan Naga tanpa proses.


"Tetua Yun, aku yang meminta mereka menemaniku dan menunjukkan jalan. Aku hanya khawatir keadaan saudara yang lain, tentunya sebagai seorang dokter."


"Apa kau konsekuensi dari perbuatan mu ini dokter Lin? bagaimana kalau sesuatu terjadi padamu dan mereka? siapa yang akan bertanggung jawab?"

__ADS_1


"Lagipula, bisa-bisanya kau yang hanya seorang dokter membawa masalah."


Yang berbicara adalah tetua Li, dia dari awal memang selalu meragukan Lin Chen. Kalau bukan karena Lin Chen bisa membuat penawar racun itu, dia pasti akan menolak statusnya.


"Tetua Li, aku juga bagian dari Pasukan Naga. Aku sama sekali tidak takut dan terima kasih sudah mengkhawatirkan aku." sahut Lin Chen sedikit tidak senang.


Melihat situasi antara Lin Chen dan tetua Li mulai sedikit tegang, tetua Yun pun berkata, "Dokter Lin, obati yang lain dulu, setelah itu, kembalilah ke pos."


"Tetua, dimana nona Song?" Lin Chen menatap tetua Li, mengabaikan ucapan tetua Yun.


"Kenapa, apa kamu mau bertindak sebagai pahlawan? sebaiknya pikirkan lagi, tunggu aku dan tetua Yun pulih. Kamu sebaiknya pulang saja." kata tetua Li.


"Dia bersama dua orang memang pergi ke arah sana, dia bertugas sebagai pengalih perhatian dan pemecah."


"Baiklah, kalian sudah tidak apa-apa. Hanya butuh istirahat sebentar. Aku akan menyelamatkan nona Song."


Lin Chen berdiri pelan, sikapnya yang tadi mengalah hanya alasan saja untuk mengorek keterangan dari tetua Li. Setelah tau, dia tidak mungkin hanya akan menunggu mereka pulih.

__ADS_1


Entah bagaimana nasib Song Wanting sekarang, lagipula percuma menunggu mereka pulih, dalam kondisi puncaknya saja kedua tetua itu tidak bisa berbuat banyak apalagi nanti dalam kondisi baru saja pulih.


"Dokter Lin, kau... "


"Sudah tenang saja, aku baik-baik saja."


"Dokter Lin, apa kamu pernah berpikir kalau keputusanmu ini bisa berbahaya bagi yang lain? kalau kamu pergi dan hewan buas itu sadar dan kembali, apa yang akan kamu lakukan?"


Ucapan tetua Li memang berdasar, Tikus-tikus itu sepertinya memang patuh dan pergi dengan teratur tapi siapa yang menjamin mereka akan berubah liar jika merasa terancam?


"Dokter Lin, pergilah, kami akan berjaga di sini."


Xe Xujing yang melihat Lin Chen meragu tiba-tiba berseru, dia tau kemampuan Lin Chen. Di antara semua yang ada di ruangan itu, tak satupun yang bisa membunuh hewan buas itu dengan mudah.


"Benar dokter Lin, anda bisa mempercayakan keadaan disini kepada kami." Yun Shan menambahkan.


Lin Chen berbalik dan mengangguk, setelah itu dia melangkah tanpa ragu. Ada sedikit fluktuasi udara di sekitarnya ketika dia pergi.

__ADS_1


"Apa aku salah menilai?" ucap tetua Yun dalam hati, pun begitu dengan tetua Li. Mereka lalu menatap Xe Xujing dan Yun Shan, meminta penjelasan atas ucapannya.


__ADS_2