Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Undangan tuan Lu


__ADS_3

Memproduksi pil dengan mesin tidak memakan waktu yang lama, dalam dua hari, seluruh pil telah berhasil dibuat.


Salep kecantikan untuk penyakit kulit yang sekaligus bisa meremajakan kulit menjadi lebih sehat, pil vitalitas untuk pasca operasi yang bisa juga digunakan untuk penyakit dalam kategori ringan dan pil vitalitas khusus untuk pegiat beladiri. Seribu untuk masing-masing kategori ini.


Seribu pil vitalitas khusus untuk tetua Huang yang sudah memesan sebelumnya dan lima ratus untuk masing-masing pil pasca operasi dan salep kulit dibawa oleh Lin Chen untuk pasien di klinik.


Sedangkan untuk rumah sakit kota Liang yang juga sudah memesan sebelumnya adalah tugas dari Mao Dong yang kemudian diambil alih oleh perusahaan Lu Jiayi yang mengambil lisensi penuh karena Mao Dong merasa Lu Jiayi lebih cocok untuk mengurus jalur distribusi sementara dia sendiri masih sangat sibuk dengan urusan Paviliun Langit.


Satu tetes esensi Rumput Lima Jari untuk bahan seribu pil, dan dua tetes untuk bahan pil vitalitas khusus. Ini berarti masih ada tujuh tetes lagi yang tersisa.


"Jiayi, masih ada tujuh tetes esensi, buatlah seribu pil vitalitas khusus lagi dan sisanya kamu atur sendiri."


"Oke." Lu Jiayi tidak ragu-ragu, dia dengan cepat memutuskan untuk membuat tiga ribu salep kecantikan dan dua ribu pil pasca operasi.


Ring... Ring...


Ponsel Lu Jiayi berdering, itu adalah telepon dari kakeknya, tetua Lu.

__ADS_1


"Jiayi, apakah dokter masih bersama denganmu?"


Lu Jiayi melirik Lin Chen sebentar lalu mengangguk menjawab pertanyaan kakeknya.


"Bagus! bisakah kamu membawanya makan malam di rumah? ada yang ingin aku katakan pada dokter Lin, oh tidak, katakan saja aku butuh bantuannya."


Lu Jiayi lagi-lagi mengangguk dan menutup telepon. "Dari kakek, katanya kakek ingin mengajakmu makan malam di rumah, apa kamu mau datang?"


"Apa kamu tidak mau mengajakku makan malam? lagipula ini tempatmu, aku masih tidak tahu harus pergi kemana." sahut Lin Chen yang benar-benar tidak tahu seluk beluk kota Shanghain. Ini adalah kali pertamanya datang ke kota ini.


"Sudahlah aku mengerti." Lin Chen tidak mau menggoda Lu Jiayi lagi. Dua hari ini Lin Chen sudah melihat kerja keras Lu Jiayi. "Katakan pada tua Lu untuk menjemputku."


"Itu, aku sungguh minta maaf, aku janji, kalau semua urusan ini beres, aku pasti akan mengajakmu makan di tempat terenak di Shanghain."


"Tidak masalah. Yakinlah, kamu pasti bisa."


Lin Chen memandangi sosok di depannya, ratu bisnis kecantikan yang dulu sangat ceria dan menebarkan aura positif kini terlihat sedikit tidak berdaya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, seseorang datang menjemput Lin Chen, dia adalah pengurus Ma yang selalu berada di dekat tuan Lu.


"Bukankah ini pengurus Ma? bagaimana kabarmu?" sapa Lin Chen.


"Haha dokter Lin, tidak kusangka anda masih mengingat pria tua ini."


Tatapan pengurus Ma masih seperti dulu, tajam dan penuh pertimbangan. Dalam sekilas pandang, Lin Chen dapat mengukur kalau kekuatan pengurus Ma pasti berada di atas tetua Li dan tetua Yun dari Pasukan Naga.


Pengurus Ma juga menilai Lin Chen, keningnya mengernyit karena tidak bisa merasakan kekuatan Lin Chen, ini jauh berbeda ketika mereka pertama kali bertemu. 'Anak ini, apakah dia juga mendalami beladiri?'


"Pengurus Ma..."


"Oh nona Jiayi, haha maaf, maaf, aku melamun tadi. Baiklah, kalau tidak ada keperluan lagi aku akan pergi bersama dokter Lin."


"Oke, sampaikan salamku pada kakek. Mungkin besok baru aku bisa pulang."


...

__ADS_1


__ADS_2