Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Melawan Tikus Api Kaki Merah


__ADS_3

Tanpa ragu, Lin Chen kembali masuk ke dalam area Rumput Ilusi. Dalam catatan, Rumput Ilusi ini adalah salah satu bahan untuk membuat pil jiwa, sumber daya ini sangat berharga dan langka. Lin Chen yang baru saja memasuki alam Induksi Roh sangat membutuhkan sumber daya untuk menguatkan pondasinya.


"Saudara Xujing, bagaimana menurutmu dokter Lin?"


Tanya Yun Shan yang tidak percaya ketika melihat Lin Chen kembali ke dalam area ilusi.


"Entahlah, aku tidak merasa dokter Lin adalah seorang penggarap tapi aku yakin dia tidak sesederhana kelihatannya."


"Apa kamu melihat reaksi tetua Li? aku rasa dia tidak terlalu menyukai dokter Lin." kata Yun Shan lagi. "Tapi jujur aku penasaran, kualifikasi apa yang membuat dokter Lin bisa bergabung dengan Pasukan Naga. Aku dengar dia menolak undangan dari tetua Huang dan tetua Lu."


"Biarkan saja, meskipun aku juga tidak yakin dengan kemampuan tempurnya tapi dengan pengetahuan dan keahlian pengobatannya, dokter Lin sangat layak menjadi anggota Biro."


"Sudahlah, dokter Lin pasti tau apa yang dia lakukan. Kita periksa saudara-saudara kita disana."


Tepat seperti yang dikatakan Lin Chen, begitu Xe Xujing dan Yun Shan mendekat, lima anggota Pasukan Naga yang terlihat baik-baik saja itu langsung berubah menjadi liar, menyerang tiba-tiba dan melarikan diri.


"Senior Xe, talinya."


Yun Shan melempar seutas tali tambahan kepada Xe Xujing.


Apa yang terjadi di sini? kemana yang lain pergi?


"Aku menemukan gua kecil, ikuti aku." Lin Chen yang sudah selesai dengan urusannya telah kembali, dia memanggul satu orang sementara Yun Shan dan Xe Xujing memanggul masing-masing dua orang.


"Letakkan mereka di sana." ucap Lin Chen lagi setelah mereka masuk ke dalam sebuah gua kecil.


Lin Chen bertindak cepat, orang pertama dan kedua agak sulit disembuhkan namun, orang ketiga dan seterusnya sudah bukan masalah lagi.


Kelima orang ini terjebak dalam ilusi yang menyerang jiwa mereka dan mempengaruhi pikiran mereka sehingga menganggap siapa pun yang mereka adalah musuh dan harus segera melarikan diri untuk mencari selamat.


Beberapa saat kemudian, kelima pejuang itu sadar dan karena mereka satu tim saat datang bersama Lin Chen jadi mereka tidak kaget lagi saat melihatnya.

__ADS_1


"Dokter Lin, terima kasih." ucap mereka. "Apa yang terjadi? dan kemana yang lainnya pergi?" tanya Lin Chen tidak sabar, dia mengacuhkan ucapan terima kasih itu.


"Kami berpisah, saat itu ... "


Saat itu tetua Yun yang merasa khawatir dengan keselamatan pejuang lain yang belum juga kembali memutuskan untuk membentuk tim. Awalnya tetua Yun hanya akan pergi bersama tetua Li namun pejuang lain memaksa untuk ikut. Mati bukanlah kata menakutkan bagi para pejuang, teman-teman seperjuangan mereka mungkin saja dalam bahaya dan mereka harus pergi menyelamatkan mereka.


Akhirnya tetua Yun mengizinkan mereka dengan catatan tidak boleh bertindak sendiri, "Segera nyalakan tanda bahaya jika menemui kesulitan." kata tetua Yun pada merela sebelum berangkat.


"Dokter Lin, di depan sangat berbahaya, jangan menolak kami untuk mengawal anda."


Kata salah satu dari mereka ketika Ye Chen menolak mereka pergi dan menyuruh mereka pulang untuk istirahat serta melaporkan keadaan di sana.


"Baiklah tapi dengan satu syarat, kalian harus berada di posisi puncak kalian. Tidak ada tawar menawar lagi."


Keesokan harinya kelompok kecil yang secara otomatis dipimpin Lin Chen pun berangkat. Sebelum pergi, Lin Chen membagikan pil vitalitas pada para pejuang itu.


"Dokter Lin, ditempat inilah kami berpisah dengan tetua Yun dan yang lain. Lalu kami mengambil jalan memutar untuk mencari anggota pertama yang hilang."


"Kami juga tidak tau, yang aku ingat memang kami berjalan ke arah sana."


"Baik, aku akan kesana. Kalian bisa menungguku disini." kata Lin Chen yang tanpa menunggu lagi langsung pergi ke arah yang ditunjuk pejuang itu.


Karena menggunakan persepsi spiritualnya, Lin Chen berhasil melacak keberadaan Rumput Roh Ilusi, namun begitu Lin Chen datang, dia menemukan sesuatu yang tidak biasa di tempat itu.


Aura ditempat itu lebih murni lagi dari tempat yang telah dimasukinya di gunung Kunlung ini. Asal tau saja, Qi spiritual di gunung Kunlung jauh lebih padat dibanding dunia luar namun tempat yang sekarang bahkan jauh lebih padat lagi, meridian dan seluruh pori-pori ditubuhnya tanpa sadar terbuka dan menyerap Qi spiritual dengan rakus.


Srak


Srak


Saat sedang asyik mengumpulkan Rumput Roh Ilusi dan menyerap Qi spiritual, beberapa meter rerumputan tersibak dengan kasar di depan Lin Chen.

__ADS_1


"Tikus Api Kaki Merah." gumam Lin Chen, dia berdiri diam ditempatnya, tidak mau sampai menarik perhatian tikus besar di depannya.


Pasti ada yang menariknya sampai kesini, kalau tidak, tidak mungkin Tikus itu muncul di sana.


Lin Chen tidak mencoba menggunakan persepsi spiritual nya, takut itu akan menarik perhatian Tikus Api.


Ciiit... Ciiiiit...


Tikus itu mencicit beberapa kali dan tak lama kemudian muncul lagi beberapa tikus Api yang lain. Setelah saling menyapa dan saling tatap, satu persatu Tikus Api itu pergi, meninggalkan dua Tikus untuk lainnya untuk berjaga.


Lin Chen yang masih tidak percaya melihat makhluk di depannya ini masih terdiam, biarpun memang dia sudah tau ciri-cirinya tapi melihatnya secara langsung masih membuatnya syok.


Tikus Api Kaki Merah itu kucing dewasa, matanya merah dan memiliki taring. Cakar di keempat kakinya setajam pisau dan mereka seperti memiliki kesadaran sendiri jika melihat cara mereka saat saling berkomunikasi.


Setelah merasa Tikus Api lainnya pergi, Lin Chen yang sudah tidak tahan akhirnya memberanikan diri untuk bergerak. Nahas baginya, baru saja melangkah satu kali, dua Tikus Api Kaki Merah yang tinggal disana menyadari keberadaan nya, salah satu dari mereka lalu mencicit nyaring lalu berlari ke arah Lin Chen.


Srat!


Tak ada pilihan lain, Lin Chen terpaksa menghunus belati nya dan menyongsong kedatangan Tikus Api.


"Majulah!"


Seru Lin Chen yang, dia tidak cukup percaya diri menghadapi Tikus Api itu, dia tau dengan sangat jelas seberapa kuat hewan buas di depannya ini.


Tikus Api tiba dengan cepat di depan Lin Chen, tatapan matanya seolah meremehkan nya. Satu meter di depan Lin Chen, Tikus Api itu langsung mengayunkan kaki depannya.


Lin Chen mundur sedikit, cakar besar dan beracun itu lewat begitu saja di depan mukanya. "Sial, bahkan angin yang membawa cakar itu pun bisa membuat orang pingsan karena racunnya." gumam Lin Chen.


Melihat serangan pertamanya gagal, Tikus Api Kaki Merah mencicit marah. Dia mengejar Lin Chen dan kembali mengayunkan cakarnya sementara Lin Chen juga tidak diam saja, dia menyongsong Tikus Api yang mengudara dengan cara berputar dan menusuk perut bagian bawahnya dengan sekuat tenaga.


*****!

__ADS_1


Belati Lin Chen menancap lebih dari setengah, darah dari Tikus Api membasahi belati sampai ke tangan Lin Chen.


__ADS_2