Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Paviliun Langit Dalam Masalah


__ADS_3

Lin Chen langsung menuju lahan tanaman herbalnya saat berada di desa, memilih beberapa bahan untuk pembuatan pil dan pulang kerumahnya. Dia tidak menyapa Tong Dji yang sedang sibuk.


'Huff akhirnya kembali kerumah.' batin Lin Chen, pulang kerumah ini selalu membuatnya terasa nyaman.


Rumah ini sekarang sudah berubah, lantai dan atapnya baru namun tidak merubah bentuk dalam serta gudangnya, hanya lebih bersih dan terawat saja. Perubahan paling mencolok adalah pekarangan di sekitar rumah yang jauh lebih bersih dan luas karena di tata ulang.


Tidak menunggu lama, Lin Chen pun mulai sibuk membuat pil. Sejak mengonsumsi Baru Roh Api, Lin Chen memang tidak sabar untuk membuat pil.


Tingkatan pil menurut catatan di dalam kepalanya ada beberapa tahap, dari pil tahap pertama sampai pil tahap kesembilan. masing-masing pil dibagi lagi menjadi empat tingkatan kemurnian.


Tahap rendah, tahap menengah, tahap tinggi dan tahap sempurna. Sebelumnya, Lin Chen bisa membuat pil kelas satu.


"Oke kita liat sekarang, mungkin aku bisa membuat pil kelas tiga." ucap nya dengan penuh semangat.


"Gagal."


"Gagal."


"Sial, gagal lagi."

__ADS_1


Ini terus terjadi sampai pagi hari, Lin Chen sudah mahir membuat pil kelas dua sempurna namun selalu gagal saat membuat pil kelas tiga. Tungkunya sudah beberapa kali meledak, untungnya dia sudah membawa banyak tungku cadangan.


"Berhasil! haha memang tidak sia-sia perjuanganku satu hari ini"


Lin Chen sangat bangga, akhirnya dia berhasil membuat pil kelas tiga meskipun itu hanya pil tingkat rendah saja.


Tapi jangan di anggap remeh karena nyatanya pil ini sudah sangat langka di dunia fana. Jangankan pil kelas tiga ini, pil kelas dua tingkat sempurna saja sudah benar-benar langka dan kalau dijual mungkin harganya bisa sangat tinggi. Lin Chen saja tidak berani membayangkannya.


"Hehe aku bisa tambah kaya kalau menjual pil-pil ini." katanya lagi. Masalahnya, siapa yang mau membeli pil kelas dua? orang paling kuat yang pernah di temui adalah tetua Yun dan tetua Li namun pil kelas dua terlalu kuat untuk mereka konsumsi.


Baru dua hari lamanya Lin Chen berada di desa, hari ketiga Mao Dong tiba-tiba meneleponnya.


"Tuan, gawat Macan terbang bergerak lagi. Kali ini anak buah kita kalah telak, beberapa bahkan tewas tuan."


"Mereka dibantu kelompok Tanpa Tuan, mengeroyok Jun Xing. Untung saja dia berhasil lolos dan melarikan diri."


"Macan Terbang, jangan salahkan aku kalau menghancurkan kalian."


Lin Chen sangat geram, Paviliun Langit tidak boleh ditindas. Kalau dia tidak menghancurkan para pengacau itu maka efeknya adalah timbulnya ketidakpercayaan lagi bagi para bawahan.

__ADS_1


"Tarik semuanya mundur. Jangan lakukan apa-apa sampai aku kembali."


"Baik tuan."


...


"Bagaimana kerja kalian?"


"Beres tuan."


Plak


"Apanya yang beres? aku tidak mau, bereskan Paviliun Langit itu, ambil semua daerahnya. Ingat! jangan seperti Bong bersaudara, benar-benar tidak berguna."


Di sebuah kediaman, tampak seorang pria berusia tiga puluhan memarahi bawahannya. Di adalah anak tertua keluarga Wu, keluarga yang menjadi pelindung kelompok Macan Terbang.


Di sisinya berdiri seseorang yang berusia sedikit lebih tua namun terlihat kuat dan berkharisma.


"Tuan, apa tidak sebaiknya anda juga ikut turun langsung?" tanya Wu Dong ini.

__ADS_1


"Kamu berani memerintahku? sialan bahkan ayahmu saja tidak berani berkata sembarangan di depanku."


balas tetua itu, sikapnya sangat arogan tapi Wu Dong tetap menerimanya. Dia tidak akan pernah berani membantah apa yang dikatakan pria itu.


__ADS_2