Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Markas Sekte Berhala


__ADS_3

Lin Chen tentu saja tidak akan melaporkan hal ini pada pihak kepolisian, percuma juga, mereka tidak akan bisa melacak atau menyelidiki sekte Berhala sampai tuntas. Melapor ke Pasukan Naga? itu juga tidak mungkin, untuk apa? paling-paling dia sendiri yang akan repot nantinya.


"Lebih baik aku pergi sendiri saja, lebih cepat dan tidak merepotkan dibandingkan dengan berjalan berkelompok, belum lagi nanti harus repot melapor segala."


Pikiran lainnya adalah apa yang ketua sekte Berhala katakan sebelumnya. Lin Chen sangat tertarik dan kalau akan sangat baik kalau dia bisa memantapkan pondasi kekuatan jiwanya agar bisa menjadi alkemis tingkat empat.


Dua hari kemudian Lin Chen telah selesai mengatur semuanya dan siap untuk berangkat. Lin Chen mengikuti arah yang diceritakan Yun Shui, yakni perbatasan tempat munculnya ketua sekte Berhala dan orang-orang yang dicurigai penjaga di pos perbatasan Pasukan Naga.


Tentu saja Li Chen tidak akan melewati pos penjagaan ini, cukup menandainya saja dan dia akan mengambil jalan memutar.


Perjalanan ini cukup memakan waktu sehingga tiga hari kemudian, Lin Chen baru tiba di pos penjagaan itu dan tidak lama kemudian, Lin Chen akhirnya memasuki pedalaman gunung Kunlung.


"Baiklah, mari kita lihat ke arah mana harus pergi."

__ADS_1


Lin Chen lalu melepas semua indranya, seluruh pori-pori di dalam tubuhnya dalam keadaan siaga, terutama indra spiritual nya yang berfungsi untuk menandai dan mencari jejak aura.


Perjalanan ini sekaligus membantu Lin Chen mengasah kemampuannya sendiri.


Asal tahu saja, Lin Chen saat ini bisa meraba sampai jarak satu kilometer, jarak efisiennya adalah lima ratus meter. Artinya, tidak ada apapun yang bisa bersembunyi darinya di radius lima ratus meter.


"Ketemu! hehe jadi begitu." Lin Chen sangat senang ketika menemukan satu jejak aura yang masih sangat baru. Dia berseru senang karena pemahamannya dalam mencari jejak aura kini meningkat.


Selanjutnya, tinggal mengikuti jejak ini saja.


Pada akhirnya Lin Chen semakin jauh masuk ke pedalaman hutan. Tempat perhentian terakhirnya adalah sebuah pondok kecil. Dari sini, Lin Chen tidak perlu lagi mengikuti jejak aura itu karena peta yang dipegangnya sudah sangat jelas.


Keesokan harinya, Lin Chen memulai perjalanannya kembali dan hari berikutnya, dia telah tiba di depan markas sekte Berhala.

__ADS_1


"Benar-benar sebuah markas yang tersembunyi." gumam Lin Chen. Rasanya mustahil menemukan tempat ini jika dia tidak memiliki peta di tangannya. "Ok saatnya melihat-lihat."


"Berhenti di sana!" Seorang pria muncul dan memperingati Lin Chen. "Bagaimana kamu bisa ada di sini?"


Pria ini sekaligus heran, tidak pernah ada orang luar yang bisa sampai ke sini dan tidak ada satupun anggota sekte yang pernah membawa masuk seseorang yang bukan bagian dari sekte.


Lin Chen tentu saja berhenti ketika mendengar seruan ini namun, dia tetap tenang.


"Tenang dulu. Ketua Tan sendiri yang membimbing aku untuk sampa di sini," ucap Lin Chen sembari mengeluarkan benda yang Ia temukan di saku Tan Shen. "Lihat sendiri kalau tidak percaya." sambung Lin Chen lagi.


"Tuan... "


"Chen Lin." kata Lin Chen cepat.

__ADS_1


"Tuan Chen, silahkan lewat sini." pria ini menjadi sangat sopan, gantungan giok yang diperlihatkan Lin Chen adalah simbol dari pimpinan sekte, mustahil dia tidak mengenal nya.


__ADS_2