Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Membantu Zhang Zitou


__ADS_3

Kejadian itu hanya beberapa nafas saja dan meskipun menarik perhatian beberapa pengunjung dan pejalan kaki yang lewat namun Zhang Cuihua sama sekali tidak terganggu, dia hanya menampakkan senyum nya.


"Dokter Lin, aku yakin mereka tidak akan tinggal diam, apa kamu tidak takut?"


"Kamu sendiri, kenapa kamu hanya diam saja?" Lin Chen yakin, Zhang Cuihua bisa dengan mudah menghajar preman itu. Bahkan Lin Chen yakin preman itu pasti akan kabur jika Zhang Cuihua menyebutkan keluarganya.


"Mereka hanya preman kecil." sahut Zhang Cuihua, sama sekali tak terpengaruh. "Tapi anda dalam masalah dokter Lin, aku dengar tadi mereka mengatakan kalau mereka dari kelompok Macan Terbang."


"Sudahlah. Aku kamu masih lama? aku harus ke klinik sekarang."


Lin Chen tidak takut, toh dia dan Macan Terbang sudah berselisih, menambah satu masalah lagi bukanlah apa-apa.


"Oke, aku akan mengantarmu dulu." kata Zhang Cuihua.


Tak sengaja Ia menatap Lin Chen, cukup lama sampai Ia seperti terhipnotis.


"Kenapa? apa ada yang salah dengan wajahku?"


"Tidak, tidak, aku hanya merasa kamu sedikit berubah."

__ADS_1


"Jangan jatuh cinta padaku, aku tidak terbiasa memulai hubungan hanya dengan beberapa kali bertemu." kata Lin Chen main-main.


Zhang Cuihua melebarkan matanya, 'Kenapa aku merasa... memang benar, dia berubah.' batin nya.


Memang kalau diperhatikan dengan lebih teliti, Lin Chen ini berubah. Setelah memurnikan jiwanya, tatapan mata Lin Chen lebih tajam namun teduh, matanya seolah menyimpan sesuatu yang lebih dalam.


Orang yang baru mengenalnya tidak akan menyadari perubahan ini, paling-paling hanya merasa segan saja tapi perubahan ini bisa dirasakan oleh orang yang sudah mengenal Lin Chen sebelumnya, termasuk Zhang Cuihua.


Saat tiba di klinik, lagi-lagi ada keluarga Zhang yang sudah menunggunya, dia adalah Zhang Zitou.


"Zitou, untuk apa kamu di sini?"


"Kak Cuihua, aku ada perlu dengan dokter Lin. Apa urusannya denganmu? lagipula kenapa kamu yang mengantar dokter Lin? kalian.... ?"


Memang sedikit aneh pagi-pagi begini seorang gadis datang dengan seorang pria. Bukan apa-apa tapi Zhang Zitou sangat mengenal kakak sepupunya ini, dia tidak pernah dekat dengan pria mana pun, karakternya yang suka meledak tiba-tiba benar-benar membuat pria-pria itu menjauh.


"Apa kalian...?" Zhang Zitou berkata lagi.


Merasa terpojok, Zhang Cuihua mendelik marah, "Zitou, jaga pikiranmu, apa kamu mau aku pukul?"

__ADS_1


Zhang Zitou langsung mundur, dilihat dari mana pun dia sama sekali bukan lah tandingan Zhang Cuihua.


"Cih urus urusanmu." Kata Zhang Cuihua lagi lalu berbalik dan pergi dari sana.


Lin Chen hanya menggeleng, "Dia tidak banyak bertanya tujuan Zhang Zitou datang, dia hanya menyilahkan nya masuk sementara di bersiap-siap untuk membuka klinik.


"Tuan Zhang.... "


"Panggil Zitou saja." Zhang Zitou buru-buru memotong ucapan panggilan Lin Chen. Lin Chen hanya tersenyum mengangguk. 'Dia sepertinya sudah banyak berubah.' batin Lin Chen. Bisa dilihat, Zhang Zitou tampak lebih rendah hati sekarang.


"Baiklah, begini juga bagus. Nah katakan, apa maksud kedatangan mu apa ada yang bisa aku bantu?"


Tanya Lin Chen, sesaat setalah pasien terakhir selesai diperiksa.


"Dokter Lin, alu langsung saja. Sebetulnya aku ingin meminta bantuanmu untuk memilih beberapa batu mentah."


Keahlian Lin Chen dalam memilih batu mentah yang berisi bijih sudah teruji dan Zhang Zitou sama sekali tidak ragu ketika meminta bantuan Lin Chen.


"Anda tenang saja dokter Lin, anda hanya perlu menunjuk batu mentahnya saja, sisanya biar aku yang urus."

__ADS_1


"Oh ya satu lagi, anda juga bisa memilih batu mentah apapun dan berapapun. Semuanya aku yang bayar, aku akan mentraktir anda hehe."


__ADS_2