Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Kapten Song Wanting


__ADS_3

Sebetulnya ada satu orang wanita lagi yang seharusnya ikut dalam pertemuan itu, namun karena dia harus berjaga di luar dan menempati pos sendiri sebagai keamanan sehingga Ia tidak pergi, meskipun sebenarnya dia bisa pergi.


Wanita itu kapten polisi wilayah kota Liang, namanya Song Wanting, dari keluarga Song yang juga berasal dari ibukota.


Keluarga Song sama seperti keluarga Lu, yaitu sama-sama memiliki akar sejarah yang panjang dan dihormati sampai hari ini.


Song Wanting mendekati Lin Chen, dia mendengar semuanya namun sama sekali tidak tertarik, barulah setelah mendengar masalah nona sekertaris itu dia tertarik. Wanita mana yang tidak akan tertarik dengan godaan kulit putih halus dan bercahaya? meskipun kata bercahaya adalah tidak mungkin tapi tetap saja itu adalah kata yang sangat besar pengaruhnya.


"Dokter Lin ini hebat juga, setelah berhasil menundukkan orang-orang penting, dia juga sukses dengan nona sekertaris."


Tanpa ragu Song Wanting langsung menyerang Lin Chen sementara Lin Chen hanya berdiri mematung, dia tidak mengenal Song Wanting dan tapi Ia tau maksud ucapannya.


"Ibu petugas, apa aku mengenalmu?"


Lin Chen melihat Song Wanting dari atas ke bawah, rasanya Ia mengenal wanita di depannya tapi entah dimana Ia sendiri tak tau.


Song Wanting melebarkan matanya, "Ibu...!? kau memanggilku Ibu-Ibu?"


"Dasar laki-laki kurang ajar, pria mesum"


Song Wanting sama seperti wanita yang lain, tak ada yang mau dipanggil Ibu, apalagi dia yang memang masih muda.


"Eh, eh, Ibu petugas kenapa kau menyerangku?" Lin Chen sibuk menahan pukulan dan tendangan Song Wanting dan karena tidak mau meladeninya, Ia pun kabur dari sana.


Saat berlari keluar, Lin Chen bertemu nona sekertaris yang masih belum pergi. Ia heran melihat Lin Chen berlari keluar.


"Ada Ibu petugas yang menyerangku."


Nona sekertaris juga tak percaya, ini acara peresmian yang dihadiri, mustahil ada yang ingin mencari masalah dan lagi ada satu tim dari kepolisian. Apa mungkin ada petugas yang menyerang dengan sangat berani?


"Nah lihat, itu dia. Ibu petugas itu kesini." kata Lin Chen sambil menunjuk Song Wanting yang datang dengan langkah lebar.


"Nona Song? anda mau kemana terburu-buru begini, apa ada masalah?" nona sekertaris lalu berpikir mungkin memang ada petugas yang menyerang Lin Chen.

__ADS_1


"Nona, anda mengenal Ibu petugas ini?"


Lin Chen masih tidak sadar dan bertanya pada nona sekertaris sementara Song Wanting sudah bersiap menerjangnya. Untung saja di sana ada nona sekertaris.


"Maksud anda nona Song?"


"Siapa lagi kalau bukan dia. Ibu petugas inilah yang menyerangku."


Nona sekertaris dengan cepat menghubungkan semua peristiwa ini dan tertawa kecil. Ia juga seorang wanita dan sudah tau masalahnya.


"Dokter Lin, mendekatlah." Lin Chen menurut. ...


"Ya sudah, aku pergi dulu. Nona Song, sampai ketemu lagi dan anda dokter Lin, baik-baiklah dengan nona Song. Oh ya satu lagi, kenapa aku merasa anda berdua sangat serasi? yang satu kapten polisi yang cantik dan yang satu lagi dokter muda yang tampan hehe."


Lin Chen berdiri diam sementara Song Wanting membuang muka, "Dasar betina tua." ucapnya dalam hati.


"Nona Song, aku minta maaf. Sungguh aku tak bermaksud demikian, aku hanya menghormati anda saja."


"Aku sesungguhnya sangat mengagumi anda yang tidak takut kulit putihnya terbakar matahari karena tugas. Dan anda sangat cantik dalam pakaian seragam ini."


"Dasar pria bermulut manis." ucap Song Wanting sambil tersenyum, Ia senang dengan ucapan Lin Chen.


"Oh nona sekertaris memang hebat, tidak disangka Ibu petugas ini bisa berubah dengan cepat. ucap Lin Chen dalam hati.


"Aku juga mau salep yang kamu berikan untuk nona sekertaris."


Song Wanting dengan lugas langsung mengatakan keinginannya, tapi karena Lin Chen mengatakan tidak ada lagi, raut mukanya berubah lagi.


"Kau pilih kasih, kalau aku tidak berjaga keamanan di luar, apa kau masih bisa dengan nyaman makan minum di dalam? Kalian enak-enakan sementara kam harus panas-panasan, sungguh keterlaluan."


"Nona Song, jangan berkata begitu."


Namun Song Wanting langsung berkata, "Apa? dokter Lin, sudah kuduga kamu memang dokter yang baik. Sudah, begitu saja. Tunggu aku di klinik nanti."

__ADS_1


Tanpa membiarkan Lin Chen berbicara lagi, Song Wanting langsung pergi.


"Wanita aneh." ucap Lin Chen dalam hati. Tapi apa yang tidak Lin Chen tau adalah sore itu Song Wanting betul-betul datang ke klinik.


Lin Chen yang baru bisa mengenali Song wanting setelah tidak mengenakan seragam lagi sedikit tersentak tapi tidak terkejut mengingat Song Wanting adalah kapten polisi. Dia adalah wanita yang sama yang ingin mengambil benda yang diberikan Tong Dji di desa Jun.


"Kamu.... hmm, baiklah."


Song Wanting tersenyum, lalu masuk ke dalam klinik tanpa malu-malu. Sore itu dia berpakaian santai, celana pendek denim dan baju kaos putih dengan rambut hitam tergerai. Bahkan wanita pun akan tertarik melihat kecantikannya, apalagi Lin Chen.


"Klinikmu ini terasa sangat nyaman, Mmm... tubuhku jadi terasa ringan."


Seperti yang lain, saat memasuki klinik dan menghirup udara di sana, Song Wanting merasa suasana hatinya sangat baik. Mungkin karena seharian tadi dia cukup sibuk sehingga efek dari kertas mantra di klinik bisa sangat terasa.


Song Wanting tanpa ragu duduk dan bersender di sofa yang asa di ruang dalam. Bahkan dia sudah masuk ke ruang dalam tanpa sungkan.


Lin Chen jadi sedikit iba melihatnya bersandar sambil sesekali meletakkan punggung tangannya, menguap.


"Kamu pasti lelah, mau makan? aku juga kebetulan belum makan." ucap Lin Chen, matanya tak bisa tidak memandang Song Wanting yang di sofa, posisinya duduknya benar-benar menguji.


Karena Song Wanting tidak menjawab, Lin Chen meninggalkannya dan pergi ke dapur.


Setengah jam kemudian Lin Chen memanggil Song Wanting untuk makan.


"Siap dokter Chen hehe." Dalam sekejap, Song Wanting sudah berada di depan Lin Chen. Namun Lin Chen menyuruh mencuci muka terlebih dahulu.


Saat kembali, Lin Chen yang kebetulan sedang menuang minum berdiri melongo melihat apa yang Song Wanting lakukan tepat di depannya. Song Wanting membetulkan rambutnya dengan kedua tangan. Dua benda lembut di depannya tercetak sempurna di balik kaos putih ditambah wajah yang baru dibasuh itu masih meneteskan sedikit air.


Otak Lin Chen seketika kaku, cepat sekali pikirannya melayang ke desa Jun.


"Wanting, kamu benar-benar bisa membuat pria menjadi salah paham." ucap Lin Chen dalam hati.


"Kamu mengatakan sesuatu?" Song Wanting tiba-tiba bertanya, mukanya mendekat.

__ADS_1


Tanpa sadar, Lin Chen juga mendekat. "Tidak, apa kau menginginkan sesuatu?"


__ADS_2