
Ketua departemen kesehatan terdiam, dalam hatinya juga berpikir hal yang sama dengan Lin Chen namun tetap saja perintah atasan tidak boleh ditolak, untungnya Lin Chen juga tidak hadir.
Yang jadi pikiran ketua departemen kesehatan sekarang adalah jika Lin Chen juga hadir dan akhirnya terpilih namun akhirnya menolak untuk berpartisipasi, bukankah ini akan lebih memalukan lagi?
"Ketua, aku tidak bermaksud menyinggung anda tapi begitulah yang aku pikirkan. Mungkin kalau aku seorang mahasiswa, aku akan sangat setuju tanpa berpikir dua kali."
"Aku mengerti dokter Lin, setiap orang memiliki jalan pikirannya sendiri. Oh ya dokter yang mewakili kota Liang adalah dokter Josh Emmet, ayahnya adalah orang dari negara barat sedangkan ibunya penduduk lokal kota Liang."
"Latar pendidikannya dari kedokteran barat, namun beberapa tahun ini Ia menetap di sini, belajar pengobatan tradisional dan membuka klinik di pusat kota. Dokter Lin, aku aku hanya memberitahu anda saja."
Saat Ketua itu berbicara, sesekali Ia terlihat tersenyum. Lin Chen juga tau maksudnya. "Aku sama sekali tidak keberatan." kata Lin Chen pada akhirnya.
Ketua tersenyum senang, ini juga tidak masalah pikirnya. Meskipun tidak begitu yakin dengan kemampuan medis Lin Chen tapi dukungan dari semua pihak sangat berarti. "Kalau begitu, aku akan mengatur pertemuan anda nanti, bisakah begitu saja dokter Lin."
"Tidak masalah, atau begini saja. Akhir pekan nanti aku bisa ke pusat kota untuk melihat klinik dokter Josh. Bagaimana?"
"Haha baik, dua hari lagi akan akan menjemput anda."
Lin Chen kembali ke klinik, memulai kesibukan seperti biasa. Alasan lain Lin Chen ingin pergi ke pusat kota adalah untuk untuk mengunjungi pusat toko herbal, Lin Chen perlu membeli beberapa bahan herbal untuk mulai meracik pil penyerap energi. Meskipun bukan pil sempurna, tapi dengan kekuatan nya yang sekarang, dia sudah bisa memisahkan residu dari bahan herbal. Hasilnya akan jauh lebih baik dari sebelumnya.
Hidup itu anugerah... maka berbahagialah
Ponsel Lin Chen berdering, di ujung telepon, suara Sing Wanting terdengar.
"Chen, apa kamu sudah kembali ke klinik?"
"Oh kamu, aku sekarang di Klinik."
"Tunggu aku jangan kemana-mana."
Song Wanting langsung menutup telepon, namun sebuah pesan masuk dari Lin Chen.
__ADS_1
[ Wanting, bawakan aku makanan, aku lapar. ]
Lin Chen dari pagi keluar dan belum makan saat sampai sore. Dia juga tidak malu-malu meminta Sing Wanting membawakannya makanan.
Sementara Song Wanting hanya tersenyum membaca pesan itu, tidak ada perasaan apa-apa hanya perasaan lebih dekat saja.
[ Oke, tunggu saja. ] balas Song Wanting.
"Ada apa? kamu sepertinya sedang susah, apa ada masalah?"
Song Wanting menghempaskan tubuhnya di kursi meja makan, Ia tak bisa makan lagi. "dokter Chen, aku akan menceritakan sesuatu, aku bisa gila kalau tak menceritakan ini."
"Jangan, aku orang luar, aku tak bisa dan tak mau terlibat hal-hal yang terlalu merepotkan."
Lin Chen tanpa ragu menolaknya, Ia cukup tegas dengan sikapnya. Baginya sudah cukup dengan mengelola klinik, menikmati hidup sambil terus berkultivasi dengan tenang. Atau menunggu surat misterius itu datang lagi.
"Beberapa hari yang lalu kami menemukan enam jasad di sebuah pabrik terbengkalai, lima lainnya sudah diidentifikasi sebagai penduduk dari yang terletak jauh di sebelah barat sedangkan yang satu lagu entah darimana. Nah dua hari yang lalu tiba-tiba jasad ini hilang begitu saja, tapi ini bukan masalah yang serius, bagaimanapun kami juga tidak bisa mencari informasi mengenainya."
"Lalu ada masalah bahan herbal yang menghilang dari beberapa pemasok utama, setelah diselidiki, ternyata ada yang memborong semuanya. Chen, katakan, bukannya ini normal kalau ada yang membeli sesuatu dalam jumlah banyak?"
Lin Chen mengangguk setelah mendengar nya, memang wajar kalau ada yang membeli sesuatu dalam jumlah banyak.
"Nah kan wajar." sambung Song Wanting lagi. "Tapi apa kamu tau? pimpinan malah menekanku dan menyuruh menyelidiki semuanya."
"Lalu, saat aku sudah setengah jalan, datang orang-orang yang membawa surat untuk menghentikan penyelidikan ini." Song Wanting tiba-tiba berdiri dan membisikkan sesuatu di telinga Lin Chen, seperti takut ada yang akan mendengarnya. "Mereka adalah orang-orang dari biro Naga." katanya.
Bukan informasi ini yang membuat Lin Chen merinding tapi posisi Song Wanting yang yang terlalu dekat, bahkan nafas hangatnya berhembus kuat di telinga.
Lin Chen juga, Ia tersenyum aneh lalu mendekati telinga Song Wanting. "Ap-apa itu biro... Na-naga?"
Leher Song Wanting yang putih dan halus serta telinga yang agak memerah membuat Lin Chen terbata-bata, belum lagi pemandangan dua bukit menonjol yang tampak menggoda dari atas. Mimpi apa aku semalam sampai bisa berada begitu dekat dengan keindahan ini, pikir Lin Chen tanpa menggeser posisinya.
__ADS_1
Sementara Song Wanting yang tadinya hanya bersikap biasa saja tiba-tiba sadar saat melirik wajah Lin Chen yang sangat dekat disamping wajahnya sendiri.
"Kamu.... "
Dia mendorong Lin Chen menjauh.
"Kenapa lagi? aku hanya mengikuti caramu berbicara saja."
"Dasar mesum, sudah! aku tak mau cerita lagi. Aku mau tidur." Song Wanting cemberut, lalu melangkah ke dalam kamar dengan muka menunduk malu.
"Biro Naga? apa itu seperti badan intelijen?" batin Lin Chen, Ia menangkap sesuatu dari Song Wanting. Pasti ada rahasia dibalik peristiwa pembelian bahan herbal, dan Lin Chen tanpa secara tak sengaja telah ikut terlibat tanpa ada yang tau.
Seperti biasa saat berada di klinik, Song Wanting selalu merasa lebih baik, Ia bahkan tidur dengan nyenyak di kamarnya.
Ketika Ia keluar dari kamar, hari sudah gelap dan Ia pun langsung pergi begitu saja. Benar-benar menganggap rumah sendiri. Keesokan paginya, baru Ia datang lagi, datang membawa sarapan semangkuk mie ayam.
"Chen, apa hari ini kamu sibuk?"
"Mungkin."
"Apanya yang mungkin? sudah, tidak usah terlalu sibuk, temani aku dulu."
"Wanting, kamu lihat pasien-pasien itu? aku tidak tau akan sesibuk apa, tergantung berapa banyak pasien dan kasusnya."
Song Wanting juga tau, hanya saja Ia terbiasa bersikap tegas. Apa yang dia katakan harus diikuti. "Baiklah, aku akan menunggu." kata Song Wanting merasa tidak enak. Untuk menghilangkan kebosanan, Ia menemani Lin Chen memberi pengobatan.
"Dokter, dokter Lin tolong!"
Baru saja Lin Chen selesai mengobati beberapa pasien, dari luar terdengar suara keras memanggil-manggil dari luar, beberapa orang membawa pria dan seorang anak kecil berusia sepuluh tahun.
"Apa yang terjadi?"
__ADS_1
Orang yang menggotong pria itu berkata, "Ada kecelakaan beruntun di ujung jalan."
Lin Chen mengernyit, lewat indra spiritualnya dapat terlihat beberapa organ pria dan anak kecil itu bergeser dan diperparah lagi dengan membawa mereka. Lin Chen menggeleng pelan tapi tidak berkata apa-apa.