Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Menjadi Satu-satunya


__ADS_3

Untuk sesaat, tak ada yang bersuara lagi. Suasana jadi sedikit terasa tidak enak.


Plak!


"Masih belum minta maaf juga?" Jiang Fangyou tiba-tiba menampar cucunya Jiang Dian. Tamparannya sangat keras sampai Jiang Dian jatuh dari kursi rodanya.


Suara rintihan kesakitan pun terdengar saat Jiang Dian jatuh terduduk, tulang kakinya yang patah sedikit bergeser. Sambil mengerang, dia meminta maaf pada Lin Chen.


Sungguh suatu pemandangan yang tidak terduga. Jiang Dian, jenius keluarga Jiang, pria terhormat yang disiapkan menjadi penerus keluarga itu duduk bersimpuh memohon maaf di depan seorang pria yang sebaya dengannya. Di dalam sebuah klinik kecil.


"Dokter Lin, mulai saat ini, geng Tanpa Nama akan aku bubarkan dan Jiang Dian tidak akan aku kirim keluar negeri."


Kali ini Jiang Fangyou buka suara, nadanya sangat tegas dan terdengar tulus.


"Dokter Lin, terimalah permintaan maaf orang tua ini." ucapnya lagi. Dia maju dan berlutut di depan Lin Chen.


Tapi Lin Chen buru-buru memegang bahunya, "Tetua Jiang, jangan begitu."


Untuk alasan tertentu, Lin Chen akan melupakan masalah ini. Lagipula dia tengah fokus untuk mengkultivasi jiwanya, semu gangguan persaan harus dihilangkan.

__ADS_1


"Sudahlah, lupakan saja masalah ini. Aku juga bukan orang yang terlalu kejam." ucap Lin Chen lagi yang melihat ketulusan Jiang Fangyou.


Sambil tersenytum, Lin Chen dengan enteng menarik tubuj Jiang Fangyou. Asal tahu saja, saat ini Jiang Fangyou mengerahkan kekuatannya sehingga orang biasa tidak mungkin bisa menariknya berdiri.


Ini membuat Jiang Fangyou semakin takjub, kekuatan Lin Chen membuatnya sekali lagi terkejut dan tidak berani main-main. Di sisi lain, Lin Chen tentu ingin menunjukkan kekuatannya, dia sampai mengerahkan seluruh tenaganya untuk membuat Jiang Fangyou berdiri.


Lin Chen sebenarnya merasa berat tapi dia menutupinya dengan senyuman.


"Terima kasih dokter Lin."


Jiang Fangyou melirik Lu Yiming, mengangguk halus sehingga tidak terlihat, seolah menceritakan apa yang baru saja Jiang Fangyou rasakan.


Tak lama kemudian rombongan ini pun pergi, menyisakan Lu Jiayi yang masih ingin tinggal.


"Sudahlah, aku juga sudah melupakannya."


"Tapi aku kagum padamu, kamu benar-benar membuatnya hampir berlutut. Dokter Lin, asal kamu tahu, Jiang Fangyou itu setara dengan kakekku. Kata kakekku, dulu mereka diberi gelar Dua Harimau."


"Katakan bagaimana kamu bisa membuatnya takluk?"

__ADS_1


Lu Jiayi seketika lupa siapa Lin Chen. Dalam pandangannya, Lin Chen ini sudah jauh berubah, bahkan kalau diperhatikan lagi, Lin Chen jauh lebih tampan dan bersinar dari pada dulu.


"Itu karena aku tampan dan kuat."


Ucap Lin Chen sambil menatap balik Lu Jiayi. Mendorong wajahnya mendekat. Sedetik kemudian, wajah Lu Jiayi memerah.


"Kamu... "


"Hehe jujur saja, aku sedikit lelah karena bertarung. Bagaimana kalau kamu memijatku? hehe."


"Pijat apa, pijat dirimu sendiri." Lu Jiayi berbalik, pipi putihnya yang bersih semerah tomat. Lin Chen bahkan ingin sekali mencubitnya.


"Jangan lihat-lihat. Aku... aku pergi, aku mau tidur." Lu Jiayi berlari kecil. Sampai usia dua puluhan, Li Jiayi memang tidak pernah sangat dekat pria manapun. Bukan tidak tertarik tapi Lu Jiayi tidak suka pria yang suka menatapnya dengan penuh nafsu.


"Hais sepertinya aku kelewatan." gumam Lin Chen.


Lu Jiayi benar-benar tertidur, rasa lelah karena produksi pil ditambah perjalanan ini membuatnya lelah. Sore harinya, ketika selesai makan dan mengobrol sebentar dengan Lin Chen, Lu Jiayi akhirnya kembali.


...

__ADS_1


Jiang Fangyou benar-benar melakukan apa yang dikatakannya, membubarkan geng Tanpa Nama, dengan begitu, Paviliun Langit menjadi satu-satunya yang menguasai dan mengatur dunia bawah.


Komitmen Lin Chen untuk membawa Paviliun Langit keluar dari bisnis dunia bawah kembali terganggu. Tapi ini tidak bisa dihindari, kalau Paviliun Langit lepas tangan, maka kelompok lain pasti akan muncul dan hal ini suatu saat bisa mengganggunya lagi.


__ADS_2