Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Kekuatan Belati Putih


__ADS_3

Tidak ada gerakan lagi Tikus Api dia tergeletak tewas dengan luka perut yang menguak lebar.


'Bukankah kulitnya sangat keras? kenapa aku begitu mudah membunuhnya?" kata Lin Chen lagi, dia masih tidak percaya bisa membunuh Tikus Api dengan mudah. "Apa karena belati ini? baiklah, aku akan membuktikannya lagi.


Tidak perlu waktu lama bagi Lin Chen untuk membuktikan dugaannya. Tikus Api yang satu lagi berlari dan bersiap menyerang Lin Chen, itu mencium bau darah sehingga terlihat sangat gusar.


Srat!


*****!


Belati di tangan Lin Chen kembali menembus tubuh Tikus Api. Kali ini dia menusuk asal saja, tanpa menggunakan banyak tenaga tapi hasilnya tetap sama, Tikus Api itu tewas tertembus belati, tubuhnya terkoyak lebar.


"Hebat sekali." gumam Lin Chen, dia memandangi belati itu dengan takjub. "Baiklah, saatnya menyelidiki apa yang dicari tikus-tikus ini." gumamnya lagi.


Lin Chen kembali memindai area di sekitar nya dan setelah yakin tidak ada bahaya lagi, dia kemudian berjalan ke tempat Tikus-tikus itu berkumpul sebelumnya.


Setelah menyibak rerumputan tinggi, sebuah ceruk pun muncul di lereng tebing, rupanya Lin Chen saat ini sudah berada di sebuah tebing yang cukup terjal.

__ADS_1


Ada fluktuasi energi yang beraura panas saat Lin Chen memeriksanya, karena penasaran dia pun berusaha menggapai ceruk tersebut tapi karena letaknya sedikit jauh dan berada di tebing yang cukup terjal, Lin Chen akhirnya menyerah dan berniat kembali ke tempat dimana Xe Xujing dan Yun Sham menunggu.


Lin mengambil telepon satelit yang memang menjadi peralatan standar Pasukan Naga selama misi dan menghubungi Xe Xujing namun, teleponnya berdering sebelum ia menelepon.


"Dokter Lin, kami telah melacak lokasi tetua Yun dan lainnya. Sayangnya kami tidak bisa mendekat, kami juga terjebak, di luar ada selusin Tikus Api yang menghalangi jalan keluar."


"Dokter Lin, jangan mengkhawatirkan keadaan kami, kembalilah ke pos, laporkan keadaan disini dan ... "


Tuuutt...


Lin Chen langsung memutus telepon, tidak mau mendengarkan ucapan Xe Xujing. Selain tidak mau mendengar lebih jauh, dia juga merasakan ada pergerakan yang samar yang mendekat ke arahnya. Aura yang dirasakannya jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Lin Chen tidak menunda waktu lagi, Ia berlari meninggalkan tebing itu setelah menandainya. Dengan mengandalkan indra spiritual, dia mulai mencari titik keberadaan Xe Xujing dan Yun Shan.


Cukup lama sampai Lin Chen bisa memastikan titik ini, bukan karena indra spiritual nya lemah tapi karena dia belum terbiasa. Kemampuan seperti ini bukan didapat secara instan tapi harus dilatih, mulai dari memeriksa aura dan mencari jejaknya sampai menentukan dan membedakan setiap jenis aura yang berbaur di titik keberadaannya.


Belum lagi jika targetnya menyamar kan auranya sendiri. Ini pasti lebih sulit lagi.

__ADS_1


"Ketemu." gumam Lin Chen yang tidak hanya merasakan aura familiar itu tapi juga beberapa aura yang lebih kuat di sekitarnya, sayangnya Ia belum bisa memastikan berapa banyak.


Jaraknya masih terlalu jauh untuk memastikannya.


Lembah yang cukup rimbun terhampar di depan Lin Chen saat ini, jaraknya sekitar dua ratus meter. Jarak maksimal untuk mendeteksinya dengan akurat.


"Satu, dua ... " Lin Chen mulai menghitung Tikus Api yang mengurung tempat persembunyian Xe Xujing dan Yun Shan, kemudian dia berhenti di hitungan kelima.


Lin Chen yang sudah memegang belati bergerak ke depan tanpa ragu. Dia sangat yakin bisa menghabisi lima Tikus-tikus itu dengan mudah. Dan benar saja, tidak sampai sepuluh menit, belati di tangannya telah berlumuran darah.


"Xujin! Shan! apa kalian di dalam? kalian baik-baik saja?"


Seru Lin Chen dari luar. Tak lama kemudian, dari dalam lembah terlihat ada gerakan lalu Xe Xujing dan Yun Shan pun muncul. Mereka tidak terlihat lelah karena mengonsumsi pil yang sebelumnya Lin Chen berikan namun terlihat jelas raut tak berdaya pada wajah mereka.


"Dokter Lin, anda disini?" Xe Xujing berkata sambil memperhatikan sekitarnya. "Dimana Tikus-tikus itu? apakah mereka sudah pergi?" tanyanya lagi.


Lin Chen mengacuhkan pertanyaan Xe Xujing, yg lebih penting sekarang adalah titik lokasi tetua Yun dan lainnya. Mungkin saja Song Wanting juga ada di sana. Xe Xujing yang juga mengerti hal itu pun tidak bertanya lagi dan langsung memimpin jalan ke arah tertentu. Namun saat pandangannya tertuju pada bangkai Tikus Api yang tergeletak di sana, dia saling menatap dengan Yun Shan yang berjalan di sampingnya.

__ADS_1


"Saudara Yun...."


Yun Shan mengangguk, satu-satunya orang yang bisa membunuh Tikus Api adalah Lin Chen. Meskipun masih meragukan nya tapi tak ada orang lain yang ada di sana.


__ADS_2