
Beberapa jam kemudian, Pesawat tiba di lapangan udara kecil, lalu mereka melanjutkan perjalanan dengan menggunakan mobil truk untuk membawa mereka ke pos pertama.
Dari pos pertama, perjalan dilanjutkan menggunakan mobil off road. Tentunya tidak semua ikut. Beberapa harus tinggal untuk melakukan tugas lain di pos pertama. Hanya dua empat puluh anggota pasukan termasuk tetua Li.
Di pos kedua, perjalanan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki, kali ini hanya dua puluh anggota yang pergi.
"Bentuk lima kelompok, masing-masing empat orang. pilih anggota kalian sendiri."
Tetua Li memberi perintah, dia berjalan bersama seorang pria dari pos kedua serta dua orang lagi yang bertugas sebagai pemandu dan berjalan paling depan.
Malam pun tiba. Sekitar jam sebelas, tetua Li meminta untuk berhenti dan mendirikan tenda.
"Kita istirahat disini, perjalanan akan dilanjutkan beberapa jam lagi."
Tepat jam dua dini hari, perjalanan kembali dilanjutkan sampai waktu terbit matahari. Tetua Li yang sesekali melirik Lin Chen pun cukup kaget karena dia terlihat sama sekali tidak lelah. Kalau boleh jujur, sebetulnya tim Lin Chen tidak ada yang lelah, bahkan berjalan beberapa jam lagi tidak masalah buat mereka.
Itu karena Lin Chen membagikan pil vitalitas, cukup dengan satu pil kecil, semua masalah fisik bisa teratasi.
"Tetua Li, dokter itu cukup tangguh juga." kata pria yang berjalan bersama tetua Li.
"Huh palingan juga dia mengonsumsi banyak suplemen."
"Jangan begitu tetua Li, biarpun mungkin benar tapi paling tidak dia benar-benar sanggup berjalan di dalam keadaan ini."
Perjalanan ini memang menguras tenaga, menerobos hutan lebat selama berjam-jam bukanlah perjalanan yang bisa dilakukan setiap orang. Belum lagi kontur tanah yang kadangkala harus berjalan menanjak.
"Sudahlah, bagaimana keadaan di sana? apakah makhluk itu muncul lagi?"
"Sejauh ini tidak ada yang masuk ke perimeter, semua aman namun aku khawatir keadaan ini tidak berlangsung lama. Tetua Li, sebenarnya mereka itu makhluk apa? fisiknya sangat berbeda dengan hewan biasa dan sangat liar."
__ADS_1
Tetua Li terdiam, makhluk-makhluk seperti hewan itu baru kali ini muncul sejak puluhan tahun yang lalu. Dulu sewaktu mudanya dulu, hewan liar ini juga pernah muncul namun berhasil dihalau pergi dan sejak itu tidak pernah terlihat lagi.
Waktu itu dia baru bergabung dengan di biro Naga dan yang mengusir makhluk-makhluk itu adalah para pendahulu Pasukan Naga. Entah dimana sekarang para pendahulu itu, tak ada yang tau, mereka seperti lenyap begitu saja namun ada desas desus kalau mereka pergi ke alam para makhluk itu dan tak pernah kembali.
Berjalan selama berjam-jam membuat fisik Pasukan Naga terkuras, saat sampai di pos terakhir, yakni tempat tujuan mereka. Hanya Lin Chen dan kelompoknya saja yang masih tampak bugar, seolah mereka hanya melakukan perjalanan santai.
Tetua Yun Qingzhi adalah tetua yang bertanggung jawab di pos terakhir, usianya baru menginjak empat puluhan namun pria ini sangat kuat dan mendominasi, bahkan tetua Huang pun bukan tandingannya.
Sikap nya tegas dan tidak kenal basa basi, dia akan langsung mengatakan tidak jika harus tidak dan sangat menghormati bakat dan kejujuran orang lain.
"Tetua Li, anda sudah datang."
Sapanya pada tetua Li yang baru saja selesau mengatur pasukan.
"Tetua Yun, haha akhirnya kami bisa tiba. Apa ada perkembangan terbaru?"
"Tidak dia memang di sini." sahut tetua Li. "Itu di sana!"
Sesaat kemudian seorang anggota memanggil Lin Chen. Tetua Yun yang tidak mengira dokter yang berhasil mengobati anggotanya saat keracunan dulu itu juga kaget. Tak mengira dokter Lin masih begitu muda.
Dia mengagumi Lin Chen, alih-alih meremehkan nya. Perjalanan yang panjang saja sudah cukup membuktikan Lin Chen bukan orang yang lemah. Bahkan dia tidak terlihat lelah sama sekali.
"Dokter Lin, aku Yun Qingzhi. Selamat datang di pos terakhir Pasukan Naga."
"Halo tetua Yun." balas Lin Chen.
Kesan pertama tetua Yun ketika melihat Lin Chen adalah rasa kagum dan senang. Tidak semua anak muda, yang paling berbakat pun yang bisa tetap tenang di depannya. Auranya yang hampir sepanjang hidup selalu berada di medan yang berbahaya membuatnya berbeda, sangat kuat dan menekan.
Terutama sinar mata Lin Chen yang jernih dan tajam, tak ada satu orang pun Pasukan Naga.
__ADS_1
Tetua Yun kemudian membawa Lin Chen ke satu bangunan, "Di sini adalah tempat anggota yang terluka, ini hanya sebagian karena sebagian pergi tiga hari yang lalu ke dalam gunung."
"Oh ya dokter Lin, apa anda kultivator atau master beladiri?"
"Ah itu, aku hanya tau sedikit beladiri dan kebetulan melatih fisikku. anda tau, aku adalah dokter, paling tidak aku harus sehat kan?"
Tetua Yun mengangguk, memang dia tidak merasakan aura Qi di tubuh Lin Chen. Tapi sebetulnya dia salah karena Lin Chen mengolah Qi spiritual murni bukan Qi spiritual biasa, jangankan tetua Yun, bahkan jika ada seorang kultivator, dia mungkin tidak bisa juga merasakan atau mengetahui tingkatan Lin Chen.
Itu semua karena metode medis ajaib, di dalam informasi itu memang tidak ada teknik beladiri tapi teknik mengolah Qi spiritual sebagai seorang tabib dan alkemis serta lainnya dijelaskan dengan sangat detail.
"Silahkan dokter Lin." ucap tetua Yun.
"Tetua Yun, ini bukan keracunan karena Rumput Roh. Ini tidak sama dengan anggota yang dulu. Kalau tebakanku tidak salah, ini racun dari hewan buas. Aku tak bisa memastikannya tapi aku yakin makhluk ini mempunyai elemen api."
"Apa anda bisa mengobatinya?"
Mau tidak mau tetua Yun mengagumi Lin Chen, hanya memeriksa sebentar saja dia sudah mengetahui penyebab nya. Keahlian seseorang memang tidak bisa dilihat dari usia.
Tetua Yun membuka pakaian salah satu anggota, di sana terdapat luka bekas cakar dan gigitan. Untungnya anggota ini sebelumnya sudah meminum pil penawar racun yang meskipun tidak bisa menyembuhkan tapi paling tidak bisa sedikit menghambat penyebaran racun.
"Bagaimana dokter Lin?"
"Siapkan air panas dan tungku obat, apakah di sini ada persediaan tanaman herba?"
"Ada, tentu saja ada. Tolong katakan apa saja yang dibutuhkan, semoga semuanya ada di sini."
Lin Chen lalu meminta kertas dan menuliskan semua yang dia butuhkan dan memberikannya pada tetua Yun. Beberapa saat kemudian, tetua Yun telah kembali sambil membawa setumpuk tanaman herba.
"Dokter Lin, ini semua bahan obatnya. Semua yang anda butuhkan, lengkap, hanya saja aku tidak tau butuh berapa banyak. Kalau ini masih kurang, di gudang masih banyak lagi."
__ADS_1