
"Hijau botol!" teriak seseorang lagi dari kerumunan.
"Benar-benar bersih." seru seorang lagi.
"Lima juta! berikan itu padaku."
Batu mentah itu hanya sebesar telapak tangan namun bentuknya agak pipih, bahkan batu tersebut baru dipotong setengah tapi orang sudah menawar. Lin Chen tetap diam sambil sesekali melirik Zhang Zitou, artinya, batu itu sudah bernilai lima puluh juta jika dikalikan sepuluh.
Itupun baru penawar pertama.
"Enam juta."
"Tujuh juta."
"Delapan juta."
Penawaran pun semakin ramai. "Bagaimana, tuan Zhang, apakah perlu dipotong lagu?" kata Lin Chen, masih dengan tersenyum.
"Potong! kenapa tidak."
Zhang Zitou menggerakkan gigi, tapi dia masih berharap hijau botol cuma sedikit atau tipis. Kalau demikian, harga penawaran itu pasti akan turun, paling-paling hanya ratusan ribu saja. Dan seperti kesepakatan, batu sebelumnya akan menjadi miliknya.
"Sepuluh juta."
"Dua belas juta. Tuan, ini penawaran tertinggi dariku, mohon mengambilnya." kata seorang penawar tertinggi.
"Oke." Lin Chen pun berkata tidak ragu. Batu itu sebelumnya hanya seharga puluhan ribu saja dan yang paling penting, dengan harga itu maka Zhang Zitou akan membayar seratus dua puluh juta.
Transaksi pun selesai, kini giliran batu mentah kedua yang dipilih master Lao.
Kerumunan kembali dibuat heboh ketika setengah batu telah dipotong, itu karena Giok yang ada di dalam batu berwarna putih susu dan beberapa bagiannya terlihat transparan.
"Itu Giok Salju."
"Dua puluh juta."
"Tiga puluh juta."
"Lima puluh juta."
Tawaran pun kembali berdatangan, Lin Chen segera menyetujuinya. Baginya itu sudah cukup, dia tak mau bermain lagi. Tujuan utama nya sudah tercapai meskipun uang yang diperoleh bukan apa-apa bagi Zhang Zitou dan master Lao.
"Mao Dong, aku akan kembali. Carikan aku seratus Giok penyimpanan."
__ADS_1
Giok penyimpanan adalah potongan Giok kecil untuk menyimpan rumput roh. Inilah tujuan Lin Chen yang sebenarnya mengunjungi pasar Giok ini.
Rumput roh dan yang lainnya adalah barang langka dan untuk menjaga kualitasnya, harus disimpan dalam Giok.
"Tidak perlu yang berkualitas tinggi, yang rendahan saja juga cukup yang penting Giok." tambah Lin Chen lagi sebelum pergi.
"Baik tuan." kata Mao Dong patuh. Dia belum sepenuhnya bangun dari keterkejutan nya. Ternyata tuan Lin juga hebat dalam judi batu, pikirnya sambil tersenyum bangga. Untung saja aku tidak meremehkan nya.
"Tunggu sebentar, bagaimana dengan batu yang kamu pilih? aku sudah membayar harga belinya, jangan katakan kamu tidak mau memotong nya."
"Apa anda yakin? aku bisa mengembalikan uangmu." Lin Chen berkata main-main. Dia sendiri yang memilih batu nya dan dari dua batu yang dipotong, dia bisa menebak baru yang dipilihnya jauh lebih baik.
"Sebaiknya kalian berunding dulu baik-baik." tambah Lin Chen lagi.
"Buka, buka, buka."
Kerumunan yang semakin ramai karena mendengar ada yang beruntung berturut-turut berseru tidak sabar. Mereka adalah penggemar dan pengusaha batu Giok dan sudah pasti tertarik dengan kejadian ini ditambah lagi di sana ada keluarga Zhang.
"Buka ya buka, aku tidak percaya kualitas nya lebih baik." ucap Zhang Zitou lagi. Uang itu bukan apa-apa dan yang lebih penting adalah reputasinya yang barusan jatuh bisa terobati kalau batu pilihan Lin Chen itu ternyata hanya sampah.
"Oke." kata Lin Chen ringan.
"Muncul!"
Bahkan Lin Chen pun terpana, mungkin bagi orang-orang, Giok itu adalah batu merah darah tapi bagi Lin Chen, itu adalah Giok yang mengandung elemen api.
"Kemarikan." Lin Chen meraih batu itu dan mulai mengedarkan persepsi spiritual nya dan menandai tempat yang harus dipotong. "Paman, tolong jangan lewati garis ini."
Untuk pertama kalinya Lin Chen berinisiatif membuka semua bagian batu mentah.
"Seratus juta."
"tiga ratus juta."
"lima ratus juta."
"Minggir kalian semua, satu milyar."
"Enak saja, satu setengah milyar."
"Dua milyar."
Kerumunan dibuat heboh lagi, harga penawaran yang tiba-tiba sudah mencapai angka dua milyar rupiah. Giok Darah adalah Giok langka, harga yang untuk cincin kecil nya saja sudah mencapai ratusan juta sedangkan Giok mentah yang ada di depan semua orang ini bisa dijadikan puluhan cincin.
__ADS_1
Giok Darah merah itu sangat langka dan diyakini dapat mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan. Hal-hal inilah yang membuat harganya bisa melambung tinggi.
Tawaran untuk Giok Darah sudah mencapai lima milyar. Keringat dingin mulai membasahi punggung Zhang Zitou, kalau Lin Chen menjualnya, berarti dia harus membayar lima puluh milyar. Meskipun kaya tapi tidak semudah itu juga dia mengeluarkan uang sebesar itu.
"Maaf, Giok ini tidak dijual. Aku akan menggunakannya sendiri." Lin Chen membungkam semua suara bising dengan kalimatnya.
Dalam catatan informasi di kepala nya, Giok Darah adalah Giok mempunyai unsur elemen api dan dia sangat membutuhkannya nanti saat berada di alam Unsur Elemen. Entah kapan dan dimana lagi dia bisa mendapatkan barang serupa.
"Tuan, kalau anda tidak ingin menjualnya. Aku juga tidak keberatan membeli batu mentah anda."
Seseorang maju dari kerumunan, tiga batu mentah yang berisi Giok bukanlah suatu keberuntungan belaka, Lin Chen pasti memiliki kemampuan. Itu baru tiga yang dipilih secara acak dari puluhan tumpukan batu mentah yang Lin Chen beli.
Hanya tiga batu yang dipotong, dua sudah terjual dan satu tidak dijual.
"Tuan, aku juga akan membayar sepuluh kali lipat dari harga belinya."
Teriak seorang pria lain, diikuti oleh hampir semua kerumunan.
"Tuan-tuan, aku benar-benar membutuhkan nya untuk diriku sendiri." kata Lin Chen tidak berdaya.
Namun, karena terus di desak dan Lin Chen juga butuh uang maka dia pun mengiyakannya. Dia lalu memilih batu mentah yang mempunyai getaran paling kuat, sekitar dua puluh batu dan sisanya akan dijual.
"Mao Dong, kau aturlah."
"Baik tuan." kata Mao Dong patuh, pandangan matanya menyiratkan kekaguman.
"Tuan-tuan sekalian! tuanku, master Lin telah berbaik hati hari ini dan ini merupakan berkah. Karena batu mentah ini masih banyak maka semuanya akan dilelang biar adil. Bagaimana?"
"Setuju!"
Teriak kerumunan hampir serempak. Lalu semua batu mentah itu di potong dan seperti yang diharapkan, tidak satupun dari tiga puluh batu mentah yang tidak berisi, semua adalah Giok berkualitas.
Lin Chen tidak tinggal lama, dia menyerahkan semua urusan itu pada Mao Dong. Lagipula Mao Dong memang sangat ahli, lidahnya benar-benar sangat berguna.
Saat melewati Zhang Zitou dan master Lao, Lin Chen tidak mengucapkan apa-apa. Begitu pun saat berpapasan dengan terus Zhang, Lin Chen sama sekali tidak melihatnya.
Lin Chen berjalan diikuti orang suruhan Bing Xun yang membawa batu pilihan Lin Chen, mengantarnya dengan sebuah mini van sampai di klinik. Namun, Lin Chen menolak tawaran ini, dia lebih memilih naik taxi karena tidak mau berurusan terlalu jauh dengan Bing Xun.
Lagipula batu-batu mentah yang Lin Chen bawa ukurannya tidak terlalu besar, taxi saja sudah cukup.
Ckiiit....
Taxi yang Lin Chen tumpangi tiba-tiba mengerem mendadak. "Tuan, di depan ada yang menghadang jalan." kata supir taxi.
__ADS_1