
Kota Shanghain adalah kota utama di negara Huaxia, kota ini mempunyai sejarah ribuan tahun dan menjadi saksi peradaban masa lalu. Sama seperti kota Shanghain, juga ada empat keluarga besar yang menguasai bisnis dan yang paling kaya, bedanya, di kota ini ada juga keluarga yang terkenal sebagai keluarga beladiri yang kuat, lalu ada keluarga kuno yang terkenal akan warisan masa lalunya.
Keluarga lainnya adalah keluarga pengobatan leluhur yang menjalankan bisnis pengobatan tradisional dan keluarga-keluarga lainnya yang juga terkenal.
Dengan begini, kehidupan di kota Shanghain sangat beragam, tak ada keluarga yang lebih kuat dari keluarga lain.
Meski begitu, empat keluarga teratas tetaplah keluarga yang sangat disegani, karena sangat kaya dan makmur. Di zaman sekarang, hampir semua bisa dibeli, jika kamu lemah maka gunakan uangmu untuk membeli kekuatan, semudah itu.
Keluarga Lu adalah salah satu dari empat keluarga utama tapi posisinya berada di urutan ke-4.
Tampak seorang gadis yang cantik, kulitnya putih bersih dengan rambut hitam panjang memainkan ponsel di kamarnya sambil berbaring. Tiba-tiba wajahnya cantiknya mengeras, berpikir sebentar lalu mengendur lagi. "Aku sepertinya mengenal orang ini, tapi dimana?" gumamnya.
Kalau dilihat lagi, gadis ini sedang menonton siaran langsung Lin Chen di aplikasi streaming saat mengenalkan produk farmasinya.
__ADS_1
"Docter Lin?" ucapnya ragu-ragu. "Tapi... aku tidak mungkin salah, sebaiknya aku tanya kakek saja."
Gadis ini pun turun dari kamarnya dan berteriak buru-buru menghampiri kakeknya yang ada di halaman belakang.
Gadis ini adalah Lu Jiayi, beberapa bulan lalu dia bertemu Lin Chen dan sempat tinggal di klinik selama pengobatan kakeknya. Alasan kenapa dia tidak begitu mengenali Lin Chen karena Lin Chen memang jauh berubah.
Dari postur tubuh yang bertambah sampai kulitnya yang lebih bersih, pandangan matanya yang tajam dan dalam namun menenangkan. Tidak seperti dulu lagi. Perubahan ini terjadi sejak mulai berkultivasi.
Sosok Lin Chen memang selalu dalam ingatan Lu Jiayi, banyak hal terjadi selama bersamanya.
"Dokter Lin? maksudmu yang dulu mengobatiku itu?" kata tuan Lu tapi sama seperti cucunya, tuan Lu juga tidak langsung bisa mengenali Lin Chen. Sampai akhirnya dia yakin setelah Lin Chen menyebutkan namanya saat menutup pidatonya.
"Jadi dokter Lin sekarang membuka farmasi?" gumamnya. Dia sama sekali tidak meragukan keahlian Lin Chen.
__ADS_1
"Kakek, bagaimana menurutmu?"
"Apanya?"
"Kakek... " Lu Jiayi membanting kakinya yang tidak memakai alas kaki karena terburu-buru. "Kakek tau sendiri bisnisku belakangan ini mengalami penurunan, bagaimana kalau aku mengajak dokter Lin bekerjasama?"
"Kenapa harus dokter Lin? bukankah peluang yang lain masih ada? oh aku tau, hahaha ini pasti karena dokter Lin, kenapa, apa kamu mengingatnya lagi?" tuan Lu sedikit menggoda.
"Aku malas bicara sama kakek." Lu Jiayi cemberut dan meninggalkan kakeknya begitu saja.
Ayah Lu Jiayi masih ada tapi karena dia merasa tidak cocok dengan ayahnya makanya dia lebih memilih untuk tinggal dengan kakeknya, apalagi sejak ayahnya mulai mencarikan jodoh untuknya. Ayahnya tidak akan berani mengatakan apapun di depan tuan Lu.
Lu Jiayi membuka perusahaan sendiri yang bergerak di bidang kecantikan, perusahaannya ini terbilang sukses namun belakangan ini perusahaannya mengalami kemunduran karena serbuan kompetitor dan membutuhkan produk baru jika ingin terus bertahan.
__ADS_1
Kemudian Lin Chen datang dengan salep kecantikan, tentu saja Lu Jiayi tidak akan melepas kesempatan ini dan entah kenapa dia juga sangat menantikan bertemu kembali dengan Lin Chen.