
Belum puas memukul wajah ketua, Lin Chen kembali menendang nya sampai terseret dan menabrak tembok.
"Sebenarnya, apa yang kalian inginkan? Aku tak pernah mencampuri urusan orang lain. Bangun!"
Ketua itu sekarang tak lebih dari anak kecil yang tak bisa apa-apa, seluruh tubuhnya mati rasa, belum lagi wajahnya yang sedikit aneh karena rahangnya telah patah bergeser.
"Tuan... ampuni aku... " Ratapnya dengan ketakutan. Sikap angkuhnya sudah menghilang berganti dengan rasa tak percaya. Dia dikalahkan hanya dengan satu pukulan.
"Kini kau tau kata ampun, kemana kesombongan yang tadi kau miliki?"
"Tuan... anda tak akan kuat melawan pemimpin, hanya aku yang tau kelemahan dan tempat persembunyian nya"
Ketua itu berusaha membujuk Lin Chen namun Lin Chen tidak bergeming. Biarkan saja dia datang, aku tak akan mencarinya, pikirnya.
"Tu-tuan... aku akan bersumpah setia kepada Anda, yakinlah, dengan kekuatan anda dan saya sebagai pendukungnya, kita akan merajai jalur bawah dan menjadi penguasa sesungguhnya."
Krakk...
"Kau terlalu banyak bicara, aku datang bukan untuk menjadi raja. Lagipula kau dengan gampangnya berkhianat, hah siapa yang tau kau tidak akan mengkhianati ku suatu saat nanti."
Lin Chen menginjak dada si ketua dan meremukkan tulang dadanya, mengantarkan nya ke alam lain.
Ketua itu bukanlah apa-apa, dia hanyalah bidak yang dimainkan. Kalau bukan lima orang yang menjadi pengawal setianya, Lin Chen pasti sudah membungkam nya sejak awal.
Tepat ketika Lin chen menghela nafas karena telah membereskan ancaman pada dirinya, pintu ruangan itu terbuka lebar, seorang pria yang berumur sekitar empat puluhan melangkah masuk. Yang mengesankan adalah auranya yang tidak biasa, di belakangnya berdiri puluhan orang yang setingkat dengan lima pengawal ketua.
Prok Prok Prok
Sambil menepukkan kedua tangannya, pria itu tertawa, Ia terlihat senang melihat Lin Chen ada di sana.
"Bagus juga kau sudah di sini, aku jadi tidak repot-repot lagi mencarimu. Oh ya, aku sudah mengirim sekelompok orang ke klinik dan ke desa."
"Kau pemimpin?"
__ADS_1
"Mata anda sangat baik. Masih belum terlambat kalau kau ingin menyerah, bersujud dan aku akan membiarkan mayatmu utuh."
Lin Chen tetap tenang, atau berusaha tetap tenang dalam situasi ini. Dia tau apa yang akan terjadi pada klinik dan desa jika ucapan orang di depannya itu benar.
Pemimpin itu berjalan dengan santai dan tidak mengucapkan apa-apa lagi, dia memandang rendah Lin Chen.
Sambil melangkah ke samping, dia memberi isyarat kepada orang-orang di belakangnya untuk segera menghabisi Lin Chen.
"Anak muda, jangan salahkan aku. Salahkan nasibmu yang begitu buruk karena menyinggung Harimau Terbang." kata seorang pria yang maju memimpin yang lain.
Srat
Srat
Lebih dari dua puluh orang bergerak bersama, masing-masing dari mereka mencabut sebilah pisau panjang. Sementara itu Lin Chen tidak banyak bicara lagi, lagipula tidak ada yang perlu dibicarakan, mereka sudah menghunus senjata dengan niat membunuh.
Lin Chen perlahan meraih belati yang dulu ditemukan di antara sampah dari langit dan mengaktifkan setiap sel di tubuhnya.
Ini adalah kali pertama dia melawan banyak musuh yang kuat sejak pertama kali berkultivasi.
"Serang!"
Pria yang menjadi pemimpin itu berseru, lalu bergerak cepat dan mengayunkan pisau di tangannya diikuti puluhan orang di belakangnya.
Trang
Lin Chen menahan serangan itu dengan baik, lalu berputar untuk menghindari serangan lain sambil melompat mundur namun, sebuah tusukan lain sudah menunggunya.
"Sial! mereka terlalu banyak." umpatnya dalam hati.
Dia bukanlah ahli beladiri, kelebihan nya hanyalah fisik yang kuat dan kecepatan yang dilatihnya selama ini dengan berlari dari desa ke klinik setiap hari. Menghadapi banyak ahli beladiri membuat Lin Chen sedikit kewalahan.
"Hahaha kemampuan mu hanya sampai disitu? lalu kau dengan berani datang ke tempat ku? nyali saja tidak akan cukup, kau tau?"
__ADS_1
Dari samping pemimpin Harimau Terbang sangat senang melihat keadaan Lin Chen yang terdesak.
Trang
Trang
Entah sudah berapa kali Lin Chen menahan pisau lawan, sesekali Ia memeriksa belatinya dan tersenyum puas melihatnya baik-baik saja. Yeah paling tidak belati ini dapat diandalkan pikirnya. Lain cerita dengan pisau di tangan musuhnya, itu tidak sanggup menahan kekuatan dan ketajaman belati Lin Chen, pisau mereka pasti sedikit pecah setiap kali beradu.
"Benar juga, aku harus melukai mereka kalau ingin unggul." Lin Chen berpikir praktis, tidak perlu membunuh, yang harus dilakukannya adalah melukai setiap musuhnya untuk mengurangi daya serang.
Pengalaman dalam bertarung. Lin Chen tidak mempunyai ini, selama ini hidupnya tenang-tenang saja meskipun banyak masalah dan sering dihina tapi tidak sampai dalam pertarungan hidup mati seperti sekarang.
Sekuat apa pun dirimu, kalau kau tidak punya pengalaman maka kau tetap akan kalah. Bahkan dengan musuh yang levelnya ada di bawahmu.
Berpikir sampai disitu, Lin Chen mulai mengubah gaya bertarungnya.
Dia yang awalnya hanya menghindar dan sesekali menyerang titik lemah lawan kini tidak peduli dengan itu, sekarang dia menyerang dan melukai setiap ada kesempatan.
Titik lemah lawan sangat susah ditembus, lain cerita kalau hanya menyayat atau menusuk lengan atau anggota tubuh lain yang bisa dijangkau belatinya.
Lalu kesempatan itu datang, saat seseorang menikam Lin Chen dari depan, Lin Chen menahannya dengan badan belati kemudian memuatnya dan berhasil mengiris lengan orang itu. Tak perlu meragukan ketajaman belati Lin Chen, lengan yang tersayat itu begitu dalam, kalau saja Lin Chen menambah sedikit saja kekuatan pada sayatannya, mungkin lengan itu akan terpotong.
Keadaan ini berlangsung terus, darah mulai memenuhi ruangan itu. Memang tak ada yang sampai terluka parah tapi luka-luka itu membuat serangan terhadap Lin Chen berkurang jauh.
Dan seiring dengan berjalannya waktu, secara perlahan pengalaman bertarung Lin Chen pun mulai terasah. Energi yang selama ini dia kumpulkan mulai bergerak secara teratur dan seirama dengan nafasnya. Lin Chen seperti memasuki keadaan yang baru, keadaan dimana setiap sel di tubuhnya aktif dan menyatu dengan energi spiritualnya.
"Ini menarik. Oh ternyata begitu hehe."
Lin Chen bertarung kembali dengan semangat baru.
"Anak ini, kenapa aku merasa dia semakin kuat?" pemimpin Harimau Terbang yang terus memperhatikan dari samping terlihat heran. Lin Chen yang awalnya sangat sulit bergerak dan bahkan pakaiannya banyak yang terkoyak kini terlihat seperti hewan buas. Kemanapun Lin Chen bergerak, disitu pasti ada darah terciprat.
Sampai akhirnya, semua musuh Lin Chen terbaring tak berdaya. Ada beberapa dari mereka yang diam tak bergerak, ada juga yang mengalami patah tulang.
__ADS_1
Satu yang pasti, setiap dari mereka mengalami luka sayatan lebih dari satu pada tubuhnya. Pemimpin dari orang-orang yang tadi sesumbar termasuk orang yang tergeletak diam tak bergerak.