
Sementara itu dua pria yang sudah tidak berdaya mulai mengeluarkan keringat dingin, mereka sama sekali tidak pernah menduga akan kalah hanya dengan satu serangan saja.
"Kau... apa yang kau lakukan?" ucap salah satu dari mereka sambil menahan sakit.
"Aku tak akan mengulangnya lagi, pertanyaan ku masih sama, siapa kalian?"
Lin Chen menatap dengan wajahnya yang dingin, tenang tapi terlihat mengerikan jika tidak mendapat apa yang dia inginkan.
"Huh kau tidak akan kuat kalau tau siapa kami."
Plak...
Lin Chen menampar pria yang berbicara tadi.
"Kau...!"
Plak...
Plak...
Lin Chen menampar lagi. Itu terus berulang-ulang saat dua pria berkata selain yang diminta nya.
Karena tak kuat menahan pukulan dan tamparan Lin Chen, akhirnya kedua itu menyerah. Mereka dengan susah payah mengatakan identitas mereka.
Mereka adalah kelompok Harimau Hitam, salah satu kekuatan bawah tanah kota Liang. Tujuan mereka adalah sumber daya yang Lin Chen miliki.
Orang yang datang ke kebun herbal di desa adalah ketua kepala Harimau Hitam dan kelompok ini adalah kelompok yang sama yang dulu pernah berselisih dengan Lin Chen ketika mengambil herbal dari pemasok.
Baru-baru ini mereka telah menyelidiki hilangnya beberapa anggota mereka dan akhirnya menemukan Lin Chen dan kebun herbal miliknya.
"Harimau Terbang. Akan aku ingat, sekarang pergilah dari sini sebelum aku berubah pikiran."
Kata Lin Chen lagi setelah berpikir sejenak.
"Tong Dji, pulihkan dirimu dengan baik lalu pergilah ke desa."
"Baik. Dan tuan sendiri?"
"Aku akan mengikuti mereka."
Lin Chen tidak pernah menganggu siapa pun. Dia hanya ingin hidup tenang.
__ADS_1
Namun, dia berpikir, kalau masalah ini terus dibiarkan, lambat laun akan menjadi masalah yang lebih besar lagi nantinya dan cara yang paling tepat untuk mengakhirinya adalah dengan mencabut akarnya.
Yang pertama, mereka sudah menganggu jalur herbalnya pada pemasok dan sekarang mereka datang lagi. Mencoba mengambil tanaman herbanya dan melukai orangnya, sungguh sia-sia dia berlatih selama ini kalau tidak memberi mereka pelajaran.
Cukup dua kali, tidak ada yang ketiga. "Apa mereka tidak belajar dari yang terakhir?" gumam Lin Chen ketika mengingat peristiwa di gudang tua tempo hari.
Lin Chen mengikuti jejak aura mereka sampai ke sebuah bar dengan dua lantai.
Plakk...
"Jadi setelah gagal, kalian kesini hanya untuk melapor hah?! dasar tidak berguna!"
"Ketua ampunkan kami, kami sungguh tidak tau harus kemana."
"Kalau begitu aku tau kalian harus kemana, antar dua orang sampah ini."
"Ketua, ketua, kami tidak berani. Kami bisa pergi sendiri."
Ratapan memilukan terdengar dari dalam ruangan utama di lantai dua.
Dua orang yang sebelumnya Lin Chen lepaskan beerniat untuk datang melapor. Mereka mengira mereka akan mendapat simpati karena terluka saat menjalankan misi, sayangnya ketua mereka bukan orang yang sebaik itu, baginya kegagalan ada dosa besar.
Mereka sungguh sial, kembali dalam keadaan terluka dengan harapan tinggi tapi malah berakhir dengan sangat menyedihkan. Tewas di tangan kelompoknya sendiri.
Sementara itu, Lin Chen yang sedari tadi mendengar semua yang ada di dalam ruangan itu tidak bereaksi apa-apa, itu bukan urusannya dan sungguh berita yang bagus kalau musuh-musuhnya berkurang sendiri.
"Kirim orang ke klinik itu dan hancurkan, ingat kali ini harus benar-benar hancur dan sebagian lagi ikut pimpinan ke desa."
Kata ketua itu, barusan dia melapor kepada pimpinan dan mendapat perintah untuk segera bertindak. Namun, saat orang-orang di dalam sibuk mengatur dan membagi kelompok, pintu ruangan itu terbuka lebar.
Lin Chen masuk dengan pelan sambil menghitung dan memperkirakan posisi musuh.
"Siapa kau!" bentak si ketua.
"Jangan pedulikan kau, lagipula sebentar lagi kalian semua akan pindah ke alam lain."
Suara Lin Chen yang dingin membuat seluruh ruangan sepi. Ancaman Lin Chen terdengar sangat dekat.
"Kau dokter Lin! sial, cepat tangkap dia."
Saat menyadari kalau orang yang baru masuk itu adalah Lin Chen, ketua itu langsung memerintah semua anggotanya untuk meringkus Lin Chen. Hidup atau mati tidak masalah.
__ADS_1
Segera semua orang itu bergerak, jumlah mereka lebih dari sepuluh orang dan lima lagi tetap berdiri di samping si ketua.
Jangan memandang rendah sepuluh orang ini, mereka masing-masing adalah kepala kelompok Harimau Terbang yang mengepalai seratus anggota bawahan. Selain ahli beladiri, mereka juga sudah biasa bertindak kejam, membunuh bukan jadi soal yang sulit bagi mereka.
Sayangnya, lawan mereka saat ini adalah Lin Chen. Meskipun hanya bisa melakukan gerakan-gerakan sederhana dari jurus beladiri, namun fisiknya yang telah ditempa sangat kuat, senjata biasa saja tidak akan sanggup menembus kulitnya.
Bag... Bug...
Plak...
Tidak sampai satu menit, sepuluh orang telah terkapar di lantai, tak bergerak. Entah sudah mati atau hanya pingsan saja.
Ketua kelompok itu memicingkan matanya, dia tidak menyangka Lin Chen begitu kuat sampai bisa menghabisi sepuluh kepala pasukannya dalam waktu singkat.
Tapi dia masih memandang rendah Lin Chen, di sampingnya masih ada lima orang terkuatnya dan dia sendiri bukanlah orang yang lemah.
"Bagus! kau cukup kuat, pantas saja kau berani masuk ke sini." ucapnya. "Aku ingin memberimu kesempatan, berlutut dan minta maaf sekarang juga dan aku akan mengangkat mu menjadi kepala pasukan ku."
"Menjadi orangmu? jangan mimpi! lagipula bagaimana kau bisa menjadi bos kalau sebentar lagi kau tidak akan berguna lagi?"
"Hahaha aku akui nyalimu sungguh tebal. Ringkus dia! patahkan kaki tangannya kalau masih melawan."
Si ketua tidak mau ambil pusing lagi, Ia berkata sambil melambai, memerintah lima orang di sampingnya untuk bergerak.
Gerakan lima orang ini tidak bisa disamakan dengan sepuluh orang yang telah dikalahkan Lin Chen sebelumnya, gerakan dan reaksi mereka saat mengepung dan menyerang menandakan bahwa mereka termasuk ahli beladiri.
Gabungan serangan lima orang ini terlalu rapih, hampir tidak ada celah bagi Lin Chen untuk mendaratkan pukulan maupun tendangan. Untung saja kekuatan fisik nya telah jauh melampaui manusia normal sehingga mereka meringis kesakitan saat berbenturan dengan tangan atau kaki nya.
Mengandalkan kekuatan tulang dan kecepatan nya, Lin Chen akhirnya berhasil mengalahkan semua lawannya. Pukulan yang penuh energi membuat mereka tak sanggup melawan lagi.
"Sekarang tinggal kau seorang, bersiaplah." ucap Lin Chen kepada ketua yang masih duduk tenang.
"Jangan sombong. Kau lihat ini? hehe, mustahil bisa menghindari ini." balas sangat ketua sambil menimang sebuah senjata api.
Dorr...
Lin Chen berdiri menatap moncong pistol di tangan ketua itu, matanya fokus pada pelatuk. Lalu, saat pistol itu meledak, dia telah bergerak ke samping dan maju ke hadapan si ketua.
Bamm...
Lin Chen tanpa ragu memukul telak si ketua dan membuatnya terlempar dari tempatnya.
__ADS_1