
Satu bulan lamanya Lin Chen pergi ke gunung Kunlung sebagai tenaga bantuan medis bagi para anggota Pasukan Naga, selama waktu ini banyak hal yang terjadi, baik itu di Paviliun Langit, dik Klinik maupun di desa.
Yang paling banyak perubahan tentu saja adalah desanya, desa Liang yang namanya sama dengan nama kota tempat Lin Chen menetap. Kini jalan desanya sudah jauh lebih baik, jalan-jalan di bangun menggunakan aspal yang halus dan lahan tempat nya menanam berbagai jenis sumber daya herbal juga tumbuh subur.
Ini karena adanya dukungan dana dari Paviliun Langit yang terus mengalir.
Sementara di klinik yang menjadi tanggung jawab Jun Xing juga terlihat lebih ramai. Sebagai anggota sekte yang terjun dalam bidang pengobatan, dia cukup piawai dalam meracik obat ditambah lagi dengan catatan-catatan yang Lin Chen tinggalkan membuatnya sangat bisa diandalkan.
Paviliun Langit dibawah arahan Mao Dong juga berkembang pesat, tak ada yang berani secara langsung menganggu bisnisnya apalagi di sana ada Jun Xing juga yang merupakan ahli beladiri tingkat prajurit.
Hanya kelompok besar seperti Macan Terbang yang kadang masih sering mengganggu.
Pagi hari itu, udara sangat segar di villa tempat Lin Chen tinggal. Sejak kembali dari gunung Kunlung, dia memang langsung ke villa untuk beristirahat.
Hari ini baru dia akan ke klinik lalu kembali ke desa. Lin Chen sudah bisa merubah Qi spiritual nya menjadi panas atau bisa dibilang saat ini dia sudah memiliki teknik api sendiri yang merupakan dasar bagi seorang alkemis. Meskipun memang masih sangat jauh dari seorang ahli tapi paling tidak di dunia ini Lin Chen adalah salah satu peramu pil terbaik.
"Tuan Lin!" seru Jun Xing ketika melihat kedatangannya.
"Dokter Lin, anda sudah kembali."
"Dokter Lin, ah syukurlah anda selamat. Saudara Jun mengatakan anda pergi jauh."
"Hei, hei, dokter Lin baru saja tiba, kalian sudah mengepungnya. Biarkan dokter Lin duduk dulu."
Klinik pagi itu memang agak ramai dan suasana inilah yang kadang membuat Lin Chen merindukan tempat ini. Orang-orang yang datang benar-benar tulus.
"Aku baik-baik saja, terima kasih paman, bibi, semuanya." sapa Lin Chen, setelah itu dia pamit ke belakang diikuti oleh Jun Xing.
"Apa ada masalah?"
__ADS_1
"Uhm, aku juga tidak tau tuan tapi sepertinya kualitas udara di klinik menurun. Maaf aku tidak bisa menemukan masalahnya." jawab Jun Xing yang merasa tidak berguna.
Like Chen hanya tersenyum, sejak masuk tadi dia memang sudah merasakan hal ini dan menurutnya hanya masalah waktu sampai kualitas udara di klinik akan sama dengan udara di luar sana.
Ini pasti berhubungan dengan kertas jimat yang dulu dia pasang. Kertas jimat yang jatuh dari langit dan kondisinya seperti sudah tidak layak, bisa dibilang itu adalah sampah yang tidak terpakai lagi. Tapi karena itu dari langit jadi masih sangat berguna di dunia fana.
Seketika Lin Chen mengingat dan mulai menghitung-hitung lagi sejak terakhir kali mendapat berkah dari langit itu.
"Huff kalau saja benda-benda itu jatuh lagi." gumam Lin Chen.
"Tuan Lin, anda mengatakan sesuatu?"
"Oh tidak, tidak, itu tidak penting. Oh ya apa Mao Dong pernah kesini?"
Jun Xing mengangguk, dia cukup penasaran dengan gumaman Lin Chen barusan tapi karena Lin Chen tidak ingin membahasnya maka di juga hanya mengangguk dan menceritakan keadaan selama Lin Chen pergi.
Menurutnya Mao Dong beberapa kali datang mencari Lin Chen terkait masalah di Paviliun Langit, tapi Mao Dong tidak menceritakan detailnya. Jun Xing juga memberitahu tentang Tong Dji yang lebih banyak menghabiskan waktu di desa, memantau pembangunan jalan dan lahan tanaman herbal di sana.
"Oh, ini berita baik. Ok nanti setelah urusan di sini beres, kita ke Paviliun. Aku juga akan ke desa besok pagi."
"Baik tuan."
Beberapa jam akhirnya berlalu, saat ini Lin Chen bersama Jun Xing terlihat memasuki Paviliun Langit dan disambut dengan antusias oleh Mao Dong.
"Pemimpin selamat datang!"
Mao Dong memang lain, saat memasuki gedung Paviliun yang memang baru saja selesai di bangun menggantikan gedung yang lama, Mao Dong memerintahkan semua pengikut berkumpul dan menyambut kedatangan Lin Chen.
Lin Chen pun mengangguk, bisa dibilang dia tidak suka dengan pengaturan ini tapi sebagai pimpinan dia sadar betul maksud dari Mao Dong ini.
__ADS_1
Tiba di ruangannya, Lin Chen langsung bertanya segala urusan di sana dan ingin melihat sumber daya yang sudah dipisahkan sekaligus mengambil beberapa untuk di bawa ke desa besok. Lin Chen berencana membuat pil di desa.
"Tuan, akhir-akhir ini anggota Macan Terbang sudah mulai berani mengganggu anggota kita. Bahkan sempat juga terjadi bentrok walaupun tidak besar."
"Eh? mereka mulai lagi?"
"Benar tuan. Dari informasi penyidik kita, mereka bahkan sudah bergabung dengan kelompok Tanpa Tuan untuk menggalang kekuatan."
Kelompok Tanpa Tuan adalah kelompok ke tiga di kota Liang. Kelompok ini terbilang misterius karena tidak ada informasi yang benar-benar akurat tentang mereka.
Bukan berarti kelompok ini tanpa tuan seperti namanya, hanya saja memang pemimpinnya yang tidak pernah terlihat. Ada desas desus yang beredar di kalangan bawah kalau pemimpin Tanpa Tuan ini adalah yang terkuat di antara tiga kelompok lain.
Lin Chen berpikir sebentar lalu berkata, "Biarkan saja, tapi ingat kalau mereka menganggu kita lagi maka kita harus membalas mereka. Aku juga sudah muak dengan Macan Terbang ini."
"Baik tuan, aku akan menyampaikan perintah anda."
"Ingat! jangan kasih kendor, kita bukan kelompok yang mudah ditindas."
Kata Lin Chen tegas, secara perlahan kepribadian Lin Chen ikut berubah sejak mulai mengenal dunia kultivasi. Apalagi baru-baru ini dia bertarung melawan hewan buas di gunung Kunlung. Auranya juga semakin kuat dan kental, dia yang sekarang tidak akan mudah memberi ampun.
Bukan menjadi kejam tapi lebih ke tidak mau dianggap lemah. Lalu untuk apa dia berkultivasi kalau apa yang dia miliki bisa seenaknya saja diganggu oleh orang lain.
Keluarga Wu? dia juga tidak akan mundur, bukankah dia juga anggota Biro Naga? mana mungkin dia takut menghadapi keluarga Wu yang menjadi pelindung Macan Terbang.
Meskipun keluarga Wu juga banyak yang menduduki posisi penting, Lin Chen juga bisa menggunakan identitasnya ini.
"Sisanya kau atur saja. Aku akan kembali desa."
Sambung Lin Chen lagi setelah memberikan arahan lainnya dan memilih sumber daya yang dia butuhkan.
__ADS_1
Setelah itu dia kembali ke villa.