Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Datang Sebagai Utusan


__ADS_3

Lin Chen mengikuti pria itu berjalan masuk ke dalam markas, sikapnya juga biasa saja, tak ada langkah ragu-ragu sedikitpun. Ini membuat pria itu semakin yakin kalau Lin Chen memang mengenal pimpinan sekte dan hampir yakin kalau Lin Chen bukanlah penyusup.


"Tuan Chen, silahkan tunggu di sini, aku akan menyiapkan secangkir teh untuk anda."


"Tidak perlu, aku akan ke halaman belakang saja, oh iya suruh orang yang mengawasi ruangan khusus untuk datang padaku."


Semua hal tentang sektenya telah diceritakan Tan Shen, termasuk halaman belakang yang menjadi tempat pribadai Tan Shen. Lagipula Lin Chen telah hafal semuanya melalui peta.


Untuk ruang khusus, Lin Chen sendiri tidak yakin, dia hanya menyebutkannya saja.


"B-baik tuan."


Pria itu hanya bisa menatap Lin Chen berjalan ke halaman belakang. Tak lama kemudian, dia kembali lagi bersama seorang pria lain. Pria yang datang bersamanya ini adalah anggota sekte yang menjaga kamar khusus.


"Tuan Chen... "


"Ya, bagaimana persiapannya?" tanya Lin Chen sekenanya, tidak mau membuat anggota sekte ini curiga. Dia terlihat lebih cerdas dari pria sebelumnya.

__ADS_1


"Sebelumnya, apakah aku boleh melihat tanda pimpinan?"


"Ini, lihatlah sendiri tapi aku peringatkan padamu. Semua yang terjadi di sini akan aku katakan pada senior Tan."


"Tidak berani, tidak berani. Aku percaya pada tuan." Di ancam begitu, anggota sekte ini ketakutan dan hanya melirik gantungan giok itu saja tanpa menyentuhnya.


"Bagus, siapa namamu?"


"A-aku Kongsin tuan." kata anggota sekte ini yang masih ketakutan.


Dari sikapnya, dapat terlihat kalau Tan Shen adalah orang yang kejam, biarpun itu anggotanya sendiri.


"Terima kasih tuan, terima kasih."


Kongsin tampak sangat senang mendengar ucapan Lin Chen tapi justru Lin Chen lah yang paling senang. Kalau saja mereka tahu yang sebenarnya, pasti Lin Chen akan dikepung.


"Ruangan Jiwa sebentar lagi siap, tinggal menunggu satu atau dua bahan lagi. Silahkan kalau tuan ingin melihat-lihat terlebih dahulu."

__ADS_1


Jadi namanya ruangan jiwa, "Ayo kita kesana." Lin Chen tersenyum ramah dan memutuskan menerima ajakan Kongsin.


"Ini... "


Lin Chen terpaku di depan Ruangan Jiwa. Betapa tidak, belum sempurna saja ruangan ini sudah memiliki aura tertentu, segala kejahatan seolah ditumpuk jadi satu dalam ruangan ini.


"Ini memang bisa digunakan untuk melatih kondisi dan memperkuat kejiwaan." gumam Lin Chen.


"Kerja bagus Kongsin. Senior Tan pasti memujimu saat dia kembali. Kamu tahu sendiri, senior Tan sangat membutuhkan ruangan ini."


"Aku akan kembali, panggil aku kalau semuanya sudah siap."


"Baik tuan. Yakinlah, begitu bahan terakhir datang dan ruangannya telah selesai, aku akan menjemput anda."


Lin Chen pun kembali ke tempat Tan Shen biasa berada. Masih ada beberapa hari sampai Ruangan Jiwa siap dan waktu akan Lin Chen gunakan untuk menjarah semua sumber daya yang dimiliki sekte Berhala.


Tiga hari berlalu begitu saja, Kongsin akhirnya datang menemui Lin Chen karena Ruangan Jiwa sudah siap digunakan.

__ADS_1


"Oke, ayo kita lihat." sahut Lin Chen dengan senyum mengembang.


Sudah saatnya berlatih ke tahapan baru dalam kultivasi jiwanya dan mengokohkan pondasi jiwanya.


__ADS_2