Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Sekte Berhala


__ADS_3

Setelah menemukan kebenaran di balik aura ini, Lin Chen lalu menghubungi tuan Lu, "Tuan Lu, aku menandai suatu tempat di halaman tuan Jiang, anda bisa pergi bersama, oh ya ajak juga seseorang dari sana, kalau bisa yang mempunyai keahlian, lebih kuat lebih bagus."


"Eh bagaimana kamu tau Jiang Fangyou sudah bisa berjalan?"


Ini hanya pertanyaan spontan saja, memang, sebelumnya Lin Chen telah memintanya meminumkan pil pada Jiang Fangyou. Lin Chen sendiri tahu kalau pilnya pasti bisa membuat Jiang Fangyou kembali sadar dan bisa memulai aktifitas seperti biasa.


"Oh apakah tuan Jiang belum bisa bangun?"


"Tidak, tidak, bukan begitu. Sudahlah hehe, aku sekarang akan ke sana sekarang bersama saudara Jiang." tuan Lu lalu memberitahu Jiang Fangyou.


Di dalam kamar Jiang Fangyou. Satu menit setelah tuan Lu meminum pil pemberian Lin Chen, Jiang Fangyou sadar. Tuan Lu sangat senang melihat.


"Memang, keahlian dokter Lin sudah tidak diragukan lagi. Saudara Jiang, bagaimana keadaanmu?"


"Tunggu, siapa kamu bilang? dokter Lin?" Jiang Fangyou yang sudah sadar sepenuhnya bertanya heran. "Apakah dokter yang kamu bawa itu adalah dokter Lin? dokter Lin dari kota Liang?"


"Haha tentu saja, memang ada dokter Lin yang lain? apa kamu mengenalnya juga?"


"Omong kosong, tentu saja aku mengenalnya, dimana dia sekarang?"


"Sayangnya, cucumu yang hebat ini mengusirnya dan tidak mengizinkan dokter Lin menyentuhmu."


Jiang Dian membeku di tempatnya, hanya karena merasa telah memanggil dokter dan ingin merebut perhatian kakeknya, dia telah menghina Lin Chen. Benar-benar tak pernah dibayangkannya kalau kakeknya mengenal Lin Chen dan dari caranya berbicara, kakeknya bukan hanya kenal tapi sepertinya sangat dekat dan mengaguminya.


"Ka-kakek, aku... "


"Jangan bicara lagi! minta maaf pada dokter Lin atau aku tidak akan memaafkanmu."

__ADS_1


Jiang Fangyou marah tapi belum sampai pada tingkat dimana dia harus menghukum cucunya. Jiang Dian ini adalah cucu kesayangannya dan sangat berbakat sehingga dia sangat memperhatikan nya.


Sikapnya ini karena menganggap Lin Chen hanya berbakat dan memang memiliki masa depan yang sangat baik tapi belum bisa dianggap sangat hebat. Pun begitu dengan tuan Lu, sikapnya kurang lebih sama dengan Jiang Fangyou. Kalau saja dua orang tua ini tahu kalau mereka hanya mengenal Lin Chen dari permukaan saja, mungkin mereka akan memuja Lin Chen.


Sampai sekarang pun tak ada yang tau kalau Lin Chen lah orang dibalik kehancuran geng bawah tanah kota Liang dan berganti menjadi Paviliun Surgawi. Yang orang-orang tau adalah geng itu memiliki konflik internal dan kebetulan Lin Chen yang memang seorang dokter tertarik dengan sumber daya herba geng itu, kemudian dia mengambil alih dengan bantuan pemerintah kota Liang.


Ini juga tak lepas dari peran kepolisian, terutama kapten Song Wanting yang saat itu memang dekat dengan Lin Chen. Begitu saja.


Tuan Lu menghampiri Jiang Fangyou dan menyampaikan pesan Lin Chen lalu memanggil pengawal pribadinya yakni Minghui. Minghui ini adalah kepala pengawal Jiang Fangyou, dia juga yang dulu mengawal Jiang Fangyou ketika datang ke klinik sehingga cukup akrab dengan Lin Chen.


"Dokter Lin, sesuai permintaanmu, kami sudah di sini." tuan Lu menghubungi Lin Chen.


"Oke"


Lin Chen kemudian menjelaskan apa yang dia temukan dan meminta Minghui untuk mengangkat jimat kutukan. Tuan Lu maupun Jiang Fangyou tidak akan bisa mengangkatnya karena menurut Lin Chen, jimat ini berhubungan dengan mereka berdua dan mungkin akan berdampak ketika mereka menyentuhnya.


Di sisi lain, pengurus Ma adalah orang yang mengangkat jimat kutukan di kediaman tuan Lu.


Jiang Fangyou dan tuan Lu memang sudah banyak mengalami kehidupan, ketika jimat kutukan ini diangkat, mereka saling memandang dengan wajah pucat.


Jimat kutukan ini terbuat dari sejenis giok yang diukir menyerupai sosok yang sangat jahat dengan rune-rune aneh terlukis di sana.


Di lehernya tergantung sebuah kertas jimat berwarna merah darah.


"Dokter Lin, apa yang terjadi?" tanya tuan Lu saat mereka sudah tiba.


"Aku juga tidak tahu. Sejujurnya aku yang harus bertanya apa yang terjadi." Menurut Lin Chen, kedua orang ini harusnya tahu kenapa dan bagaimana jimat kutukan bisa sampai ke halaman mereka. Rasanya mustahil ada orang yang kurang kerjaan memasangnya.

__ADS_1


"Bisakah anda menetralkannya?"


Tuan Lu menjadi agak sopan, dalam suaranya ia tampak sangat gugup."Dokter Lin, bagaimana?" Jiang Fangyou mengulang pertanyaan yang sama.


"Aku bisa mencobanya. Siapkan satu kamar dan aku juga butuh beberapa barang." Lin Chen tahu ini tidak sederhana ketika melihat sikap dua orang di depannya ini. Kemudian Lin Chen menulis beberapa bahan lainnya, diantaranya ada miniatur orang suci dan giok hijau dan barang lainnya.


Ini sebenarnya cukup mudah bagi Lin Chen, masih ada dua lembar kertas jimat yang masih kosong dalam tasnya. Item ini adalah sampah dari langit, dengan menulis rune jimat, dia yakin masalah ini akan selesai dalam sekejap.


Tapi Lin Chen tidak mau mengungkapkannya. Jimat kutukan ini pasti memiliki cerita yang menarik dibaliknya, lagipula kertas jimat nya ini adalah item berharga miliknya, tingkatnya terlalu jauh jika dibandingkan dengan jimat kutukan di depannya.


Dua jam kemudian semua bahan yang diminta Lin Chen sudah siap, ini bukan masalah bagi dua orang tua ini. Di dalam kamar, Lin Chen hanya membuat pengaturan sederhana untuk menetralkan jimat kutukan.


'Baiklah, saat nya mendengar cerita.'


"Dokter Lin, bagaimana? apakah sudah berhasil?"


"Harusnya sudah akan baik-baik saja. Karena jimat kutukan ini berada di halaman sendiri jadi sasarannya pasti anda." Seharusnya tidak lama lagi semua akan baik-baik saja, kesehatan anda akan segera pulih."


"Sekte Berhala."


Jiang Fangyou mulai bercerita, sesekali tuan Lu akan menambahkan cerita lainnya.


Jiang Fangyou dan tuan Lu atau nama lengkapnya adalah Lu Yiming adalah teman seperjuangan sejak muda. Mereka masing-masing adalah tetua sebuah sekte lalu karena suatu keadaan, mereka akhirnya mengangkat saudara.


Suatu ketika, mereka ditugaskan oleh sekte masing-masing untuk menyelesaikan misi yang berhubungan dengan sekte berhala, nahas bagi mereka, salah satu tetua Berhala mengejar dan membuat mereka akhirnya terluka, mereka bukanlah tandingan sang tetua.


Karena terluka, mereka pun mengundurkan diri dari sekte masing-masing dan menjalani kehidupan di dunia sekuler.

__ADS_1


Kekuatan sekte Berhala sebenarnya biasa-biasa saja, namun keahlian mereka dalam hal-hal mistis sangat kuat.


Jiang Fangyou dan Lu Yiming masih merasa tidak nyaman karena jimat kutukan itu belum dinetralkan namun ini bukan ini masalah utamanya melainkan bagaimana sampai jimat kutukan ini ada di halaman rumah mereka. Siapa dan kapan itu ditanam.


__ADS_2