
Setelah semua selesai, Lin Chen tidak langsung melainkan terus menjelajahi area hutan yang masih menjadi misteri ini. Dia sangat penasaran darimana datangnya kawanan Tikus Api itu, kawanan yang dia yakini bukan berasal dari dunia tempat nya sekarang.
Tadinya dia berniat membuat pil sesuai resep yang dipahaminya tapi dia masih kekurangan bahan.
Pil yang akan dibuatnya ini adalah pil api, pil yang sangat berguna bagi para alkemis. Dengan pil ini, dia bisa lebih mudah mengontrol dan mengubah Qi spiritual dalam tubuhnya menjadi lebih panas dan lebih cepat. Tidak seperti sebelumnya, dimana dia harus mengandalkan api dari yang lain dan hanya bisa membantu menjaga kestabilannya saja menggunakan Qi spiritual.
Mengontrol api dengan Qi spiritual sangat jauh berbeda dengan mengontrol langsung menggunakan Qi spiritual yang dirubah menjadi api, itulah kenapa hanya sedikit ahli alkemis di dunia karena syarat yang paling utama adalah bisa menggunakan api dari perubahan Qi itu sendiri. Paling tidak, inilah yang tercatat dari pengetahuan yang dia terima.
Ini sekaligus bisa membawanya naik lagi ke alam induksi induksi elemen, dimana dia sudah bisa merubah dan menggunakan elemen alam dengan bebas dan elemen pertamanya adalah elemen api.
Lin Chen masih terus menjelajahi area hutan, saat ini dia sudah jauh meninggalkan area tempat pertama kali dia datang. Tujuannya hanya satu, mencari rumput Roh yang memang banyak ditemui ditempat itu.
Beberapa hari berlalu begitu saja, Lin Chen juga sudah mengumpulkan banyak sekali Rumput Roh termasuk Rumput Roh yang akan dia gunakan sebagai bahan pelengkap pembuatan pil. Dia pun memutuskan untuk membuat pil api di tempat itu, pertimbangannya adalah sumber daya yang dikumpulkannya terlalu banyak jadi agak repot juga kalau membawanya dari sana. Lebih baik membuat pil sehingga lebih mudah dibawa.
Alasan lainnya tentu saja karena di tempat itu Qi spiritual sangat murni, sangat cocok sebagai tempat kultivasi.
Hari pun berganti lagi, pil api sudah selesai tinggal mengonsumsinya saja. Lin Chen lalu mencari tempat yang cocok.
Wuss...
__ADS_1
Angin berhembus kuat disertai uap yang hangat ketika Lin Chen yang baru saja selesai menguatkan pondasinya. Pil api yang sudah berhasil diserap dengan sempurna.
"Sempurna! haha ini sangat hebat." seru Lin Chen, dia dalam suasana hati yang baik. Kini dia bisa dengan mudah membuat pil dengan mengandalkan perubahan Qi untuk mengontrol api.
Tiga hari kemudian Lin Chen tampak menuruni lembah, keluar dari area yang menjadi tempat keberuntungan nya. Sumber daya yang sudah dikumpulkannya berkurang banyak karena dipakai untuk membuat pil.
Pil yang paling banyak yang dibuatnya adalah pil spiritual yang biasa dipakai oleh kultivator untuk menaikkan ranahnya, pil yang penuh dengan vitalitas Qi spiritual yang melimpah.
Hampir satu bulan sejak Lin Chen berpisah dengan Pasukan Naga
Saat tiba di pos, hanya ada dua anggota Pasukan Naga yang berjaga.
Tanya salah satu anggota itu, dia tidak percaya Lin Chen muncul lagi di depannya setelah sekian lama.
"Yun Shan? apakah itu kamu?"
"Ini aku, syukurlah anda selamat, tunggu sebentar." Yun Shan berlari ke dalam lalu kembali lagi bersama Xe Xujing.
"Dokter Lin! anda selamat, haha ini benar-benar anda." Xe Xujing juga tidak dapat menahan kegembiraannya.
__ADS_1
"Kenapa, apa kalian tidak senang aku selamat?"
"Bukan, bukan, bukan begitu. Justru kami sangat senang. bagaimana dengan kawanan hewan buas itu?"
"Mati," jawab Lin Chen singkat. "Daripada itu, kenapa tempat sangat sepi, kemana yang lain?"
Xe Xujing lalu bercerita. Semua anggota Pasukan Naga sudah pergi dan mereka, atas inisiatif sendiri menunggu di pos itu.
Sebenarnya tetua Yun dan juga tetua Li sudah meminta bantuan dari pusat untuk melakukan misi penyelamatan namun ditolak karena tempat itu sangat berbahaya. Beberapa hari yang lalu kantor pusat hanya dating dan menyegel area itu saja.
"Sudahlah biarkan saja, oh ya aku akan kembali sekarang, apa kalian akan tetap berjaga disini atau mau pulang juga?"
"Tentu saja pulang, lagipula misi ini sudah dinyatakan selesai dan ditutup. Tak ada yang bisa dilakukan lagi."
Tak lama kemudian, mereka bertiga mulai menuruni gunung untuk kembali pulang. Di tengah jalan, Xe Xujing dan Yun Shan bergantian menceritakan keadaan Pasukan Naga saat ini, tak lula juga mereka menceritakan kalau selama ini sudah dua kali Song Wanting datang.
"Dokter Lin menurutku nona Song menyukai anda."
Pernyataan ini hanya dijawab dengan senyuman, pikiran Lin Chen malah tertuju pada keadaan diri nya saat ini. Bukankah seharusnya kekuatannya bertambah sejak memasuki ranah Induksi Elemen? kenapa dia merasa tidak ada yang berubah dari kekuatannya.
__ADS_1