
"Sudah menjadi aturan pemerintah, sayang sekali saya tidak bisa memikirkan hal lainnya tapi ada syarat lain, yaitu anda bisa membeli lahan dari penduduk sekitar, lalu mengakuisisi lahan lainnya."
Kepala desa mengatakan, beli semua lahan di sekitar area itu dan ubah menjadi lahan produktif lalu buat pengajuan, aku akan membantumu nanti.
"Ada cara seperti itu juga?"
"Tentu saja, pemerintah juga tidak terlalu ketat dalam hal ini asalkan lahan itu bisa lebih berguna. Lagipula luasnya juga tidak seberapa, asalkan dokter Lin bisa mengembangkan nya, aku yakin itu bisa menjadi milik anda."
"Kalau begitu aku akan mengandalkan anda."
Dengan cara itu Lin Chen akhirnya membeli semua lahan itu, dia berhasil membeli lahan utama yang menjadi incarannya dengan jaminan para penduduk dan bantuan kepala desa.
Hanya dalam waktu dua hari, Lin Chen sudah menghabiskan semua sisa uangnya namun semua itu tidak sia-sia, ini sesuai dengan harapan dan cita-citanya.
Tidak masalah memiliki lahan luas, dengan begitu, dia bisa menanam lebih banyak lagi dan tentu saja ini bisa menjadi pagar hidup untuk melindungi tanaman utama di lahan yang paling baik.
"Aku miskin lagi.' gumam Lin Chen sambil merogoh saku celananya yang kosong. " Huff waktunya kembali."
Keesokan harinya, Lin Chen pamit "Kepala desa, aku akan kembali dulu. banyak pasien yang sudah menunggu di klinik."
"Aku mengerti, kamu tenang saja dokter Chen, begitu anda kembali, lahan itu pasti sudah siap ditanami."
Sebelumnya Lin Chen memang meminta kepala desa mencari pekerja untuk mengolah lahan nya sampai siap ditanami. Perlu diketahui, sebagian besar lahan-lahan itu masih berupa hutan belukar sehingga perlu dibersihkan terlebih dahulu.
Target selanjutnya adalah mencari modal untuk bibit dan lain-lain lalu membeli lahan yang tersisa.
Berpikir begini, Lin Chen kemudian kembali ke klinik dengan semangat baru.
"Tong Dji, apa ada yang terjadi selama aku pergi?"
__ADS_1
Tanya Lin Chen ketika tiba di klinik. "Tidak ada, hanya beberapa pasien yang datang yang menanyakan kapan klinik akan dibuka kembali. Oh sama ada beberapa pasien juga yang hanya datang untuk duduk-duduk di ruang tunggu klinik."
Ruang tunggu klinik adalah tempat dimana Lin Chen memasang bendera formasi untuk memurnikan udara di sana.
Konsentrasi dan kepadatan aura di sana sangat membantu bagi orang yang mengalami sedikit masalah pada kesehatannya, berdiam beberapa menit bisa menyegerakan tubuh dan menambah energi.
Ruang tunggu ini memang sengaja Lin Chen buka dan membiarkan siapa pun yang ingin duduk dan tinggal.
"Oh baiklah, kalau begitu hari ini klinik kita buka."
"Baik."
Hari-hari berlalu, tak terasa sudah satu bulan lebih Lin Chen berada di klinik dan tidak pernah kembali ke desa lagi.
Lalu, pada suatu hari, Lin Chen memanggil Tong Dji karena besoknya dia sudah akan kembali ke desa lagi. Dana untuk menanami lahan sudah cukup.
Kembali ke desa.
"Baik, terima kasih bantuannya."
"Jangan sungkan dokter Lin, semua ini juga untuk keperluan desa. Lihatlah, anda juga telah berkontribusi besar pada perekonomian desa."
Begitulah, tujuan Lin Chen telah tercapai, mengakuisisi lahan dan menanam tanaman herbal juga sesekali membuka praktek gratis untuk penduduk desa sehingga reputasi Lin Chen di desa mulai terbentuk dengan baik.
Hanya satu yang disesalkan Lin Chen, yaitu tidak ada lagi sampah dari langit yang jatuh. Fluktuasi udara saat hujan lebat turun pun tidak pernah terjadi lagi.
"Hmm tampaknya memang sudah tidak ada lagi." gumam Lin Chen saat memandangi lahan tempat sampah itu biasa jatuh. "Baiklah, ini saatnya memasang bendera formasi untuk lahan utama."
Lin Chen pernah berpikir, jika ingin membuat tanaman herbalnya tumbuh dengan baik, dia harus merubah udara di sana menjadi lebih berenergi, seperti yang dilakukannya di klinik.
__ADS_1
Informasi itu tersedia dalam pikirannya dengan bantuan bendera formasi yang walaupun sudah dalam keadaan tidak terlalu baik tapi masih bisa digunakan.
Lin Chen lalu melangkah ke dalam gudang tempat semua benda yang dia kumpulkan dikumpulkan.
Namun, tepat setelah dia mendapatkan bendera formasi itu, pandangannya tertuju ke sebuah pohon yang tidak terlalu tinggi yang tumbuh subur di dalam pot.
"Ini... kenapa ada pohon apel di sini?" Pohon yang setinggi dua meter itu telah berbuah tetapi Lin Chen yang tidak pernah menanam apa pun di sana dibuat bingung. "Tunggu sebentar." ucapnya lagi sambil memetik buah apel dan menimangnya, pikirannya melayang jauh mengingat semua yang terjadi.
"Aku ingat, hahaha jadi begitu. Tapi, kenapa ini sangat subur? Oh, begitu rupanya, benar-benar berkah yang tidak terduga."
Pohon itu berasal dari apel yang dulu ikut jatuh dari langit. Karena sudah tidak layak dikonsumsi lagi, Lin Chen membuangnya begitu saja dan tanpa sengaja terbuang ke dalam pot besar berisi tanah yang dikumpulkan nya dari langit.
Ada dua pot besar, yang satu sudah ditumbuhi satu pohon apel yang telah berbuah dan satu lagi masih kosong.
Yang membuat Lin Chen sangat senang adalah energi yang terdapat di dalam buah apel itu tidak kalah dengan energi dari buah apel sebelumnya. Hebatnya lagi, pohon setinggi dua meter itu menghasilkan buah yang tidak sedikit. Kalau dihitung-hitung, jika Lin Chen tiap hari hanya memakan apel saja, buah itu bahkan hanya berkurang setengahnya.
Lin Chen kemudian memutuskan untuk membawa satu pot besar tanah yang lain dan mencampur nya dengan tanah di lahan utama yang akan bertindak sebagai pupuk.
Wuss...
Angin sejuk yang mengandung energi spiritual itu berhembus lembut ketika Lin Chen selesai memasang bendera formasi.
Untuk melindungi lahan tersebut, Lin Chen meminta kepala desa untuk membangun pagar dan tidak membolehkan siapa pun untuk masuk ke sana. Dia sendiri yang akan mengelola tanah itu. Akan repot kalau ada yang tau apa yang Lin Chen lakukan pada daerah itu dan tidak mungkin menjelaskan kepada orang-orang perihal tanah maupun bendera formasi, itu akan menjadi rahasianya sendiri.
Buah Apel itu juga Lin Chen konsumsi sendiri, awalnya hanya sebagian saja yang bisa dia cerna namun lambat laun apel itu sudah menjadi makanan sehari-hari nya yang tanpa Ia sadari terus-menerus mengisi energi dan menguatkan inti energinya yang perlahan mulai terbentuk.
Untuk latihan fisiknya, Lin Chen setiap hari pulang dan pergi dari klinik ke desa menggunakan sepeda tuanya.
Dia yang mulanya merasa sangat lelah akhirnya tidak merasa lelah lagi, perjalanan yang biasa ditempuhnya selama lima jam lebih kini tidak sampai saru jam, itu pun karena dia tidak mau terlihat mencolok saja.
__ADS_1
Sesekali Lin Chen juga memberikan apel kepada para penduduk dan juga Tong Dji maupun kepada pasien namun itu hanya sepotong kecil saja, kalau tidak, mungkin mereka akan meledak karena tidak kuat menampung energi spiritual yang terkandung di dalamnya.