Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Gerakan Pegiat Beladiri


__ADS_3

Song Wanting merasa Lin Chen seharusnya menyumbangkan pil racikannya untuk membangun dan mengembangkan pasukan naga, bukan malah berniat menjualnya apalagi dia tau harganya pasti tidak murah.


Memang begitulah adanya Song Wanting, dia benar-benar seseorang yang sangat mencintai negaranya. Bahkan hidupnya sendiri rela dipertaruhkan demi negara apalagi bantuan berupa pil yang bisa menjamin keselamatan di medan perang.


Namun, berbeda dengan Lin Chen, bukannya dia tidak patriotik, hanya saja sangat sulit untuk menyumbangkan pil, paling-paling hanya bisa menekan harganya saja.


"Nona Song, bukan aku tidak mau, tapi kamu lihat sendiri, semua bahan-bahan herbal ini tidak murah dan gampang di dapat, lagi pula aku harus menghidupi diriku sendiri kan?" kilah Lin Chen.


"Nona, nona, apaan nona-nona."


"Wanting... "


Lin Chen memperbaiki panggilannya ketika Song Wanting berkata dengan cemberut.


"Aku juga tau, maksud ku kalau itu aku. Aku pasti akan menyumbangkan segala upayaku demi membangun negara. Sudah lah, aku akan membantumu, aku akan mencoba berbicara dengan tetua Huang."


"Kalau begitu aku harus mengucapkan terima kasih hehe."

__ADS_1


"Nanti dulu, bagaimana dengan bayarannya?" Salep kulit abadi adalah impiannya, dulu dia pernah mencoba nya tapi dia sangat malu untuk memintanya kembali. Mungkin ini adalah momen yang tepat.


"Salep Kulit Abadi." katanya lagi dengan tidak sabar.


Begitulah, meskipun Song Wanting adalah seorang pegiat seni beladiri tapi dia tetaplah wanita dan wanita manapun di dunia ini pasti mendambakan kulit yang sehat dan bersih.


Lin Chen juga tidak kaget dengan permintaan ini, hanya saja di belum membuatnya lagi karena satu-satunya sampel yang telah jadi sudah dibawa Mao Dong untuk tes laboratorium untuk mendapatkan izin layak jual dan bisa segera diproduksi.


"Haha itu masalah gampang, yang penting tetua Huang setuju dulu."


"Ok."


Tak lama kemudian, mereka pun berpisah. Lin Chen kembali ke vila untuk berlatih lagi. Energi spiritual di sana sangat cocok untuk berkultivasi dibandingkan dengan klinik.


...


Song Wanting melakukan apa yang Lin Chen minta dan seperti yang sudah sudah diperkirakan sebelumnya, tetua Huang dengan senang hati menerima tawaran yang diberikan. Tidak mungkin dia akan menolak pil buatan Lin Chen yang notabene sudah terlihat kualitas dan manfaatnya.

__ADS_1


Tugas Song Wanting hanya untuk menyampaikan pesan dari Lin Chen saja. Untuk harga dan lainnya bukan menjadi urusannya.


Dengan mendapat persetujuan dari tetua Huang untuk meninjau dan membawa pembelian ke bagian terkait di dalam pasukan, maka tugas Song Wanting bisa di anggap telah selesai.


Di saat yang bersamaan di sebuah villa yang tidak begitu mewah tampak beberapa orang sedang mendiskusikan sesuatu, mereka adalah anggota kelompok Tanpa Tuan yang baru-baru ini membantu Macan Terbang berurusan dengan Paviliun Langit.


Di ujung meja adalah patriark kelompok Tanpa Tuan yang dikelilingi oleh para tetuanya yang berjumlah lima orang. Dia sengaja mengumpulkan mereka, membahas sesuatu.


"Tuan, bagaimana keadaan anda?"


Salah satu tetua bertanya, ini karena dia melihat wajah patriarknya sedikit merona. Artinya sudah ada kemajuan dalam kesehatannya.


"Kondisiku membaik, ini karena belakangan aku mendapat perawatan dokter Lin. Ini jua kenapa aku memanggil kalian hari ini."


Pariark berhenti sebentar lalu berkata lagi. "Hentikan semua kesalahpahaman dengan Paviliun Langit dan mulai sekarang kelompok kita akan mundur sampai aku memulihkan paling tidak setengah kekuatanku."


"Tuan, apa sesuatu telah terjadi?" tanya tetua lain.

__ADS_1


Patriark tidak menjawab tapi membiarkan tetua lain menjelaskan situasinya. Tetua ini yang bertanggung jawab sebagai mata-mata kelompok dan menurut pengamatannya, ada gerakan baru di kalangan pegiat beladiri, gerakan ini dikhawatirkan akan mengguncang tatanan yang berlaku saat ini.


"Ini bisa sangat merepotkan, oleh karena itu aku minta kalian berhati-hati dan tidak terlibat langsung dengan kalompok lain." kata patriark itu lagi dan membubarkan pertemuan setelah membahas agenda lain di dalam kelompoknya.


__ADS_2