
Semua ini tak lepas dari pengamat Jiang Fangyou, rasa penasaran, kagum dan kaget tak pernah lepas dari wajahnya. Mulai dari pertengkaran kecil sampai cara pengobatan Lin Chen, sama sekali tidak seperi berada di sebuah klinik.
Yang datang bukan hanya orang-orang tua tapi juga pekerja kantoran, wanita karir, anak kuliahan sampai pekerja bangunan. Semua membaur menjadi satu.
'Ini seperti pertemuan sebuah keluarga besar, bukan sebuah klinik.' batin Jiang Fangyou.
Mulanya dia heran, sembilan puluh persen orang yang datang hanya duduk-duduk santai, saling menyapa dan makan minum, sepuluh menit kemudian mereka pun pergi. Yang paling mengejutkan, Lin Chen tidak meminta bayaran apapun. Di sana ada sebuah kotak, setiap orang yang datang memasukkan uangnya di sana dan lubang itu sangat kecil, mustahil memasukkan dua lembar meskipun itu dilipat menjadi sangat kecil.
Keheranan itu pun sirna ketika dia berbincang dengan pasien tunggu ini.
"Apa anda tidak memeriksakan diri anda?" tanyanya saat itu.
"Tuan, jujur saja. Kami ini memang sakit, tapi kami tidak perlu membuat dokter Lin repot. Biasanya kami cukup duduk saja di sini dan ajaibnya, kami sembuh."
"Itu betul tuan, kalau hanya sakit kepala atau pikiran kacau bahkan jika itu stres, cukup sepuluh menit, semua akan sembuh dan pikiran kami jadi jernih."
"Bukan hanya itu, ada juga yang datang seperti kerasukan, tidak sampai semenit, dia langsung tenang dan sadar."
Satu persatu pasien tunggu itu memberikan kesaksiannya.
"Mungkin dokter Lin adalah dewa yang turun ke bumi untuk membantu manusia." kata salah satu dari mereka yang di setujui oleh yang lain.
Jiang Fangyou benar-benar takjub kali ini, seumur hidupnya baru kali ini dia menemukan hal yang sangat luar biasa. Dia tau apa yang terjadi, itu karena udara di klinik sangat bersih dan murni. Yang membuat nya penasaran adalah bagaimana bisa klinik ini memiliki udara yang begitu menyegarkan, bahkan dengan banyaknya orang yang ada tidak mempengaruhi kualitas nya.
Saat hari mulai siang, pasien pun berkurang dan akhirnya tidak ada lagi. Jiang Fangyou mendekati Lin Chen dan berkata, "Dokter Lin, tadi aku lihat anda memberikan pil kepada anak itu, apa aku boleh tau itu pil apa?"
Ini cukup menarik, hanya dengan setengah pil sudah bisa membuat seseorang yang terlihat di sangat lemah bisa menjadi sehat kembali hanya dalam waktu beberapa menit saja.
Dalam pandangan Jiang Fangyou, setidaknya anak itu bisa kembali pulih tidak kurang dari satu bulan, itu pun dengan perawatan ekstra.
"Oh itu pil vitalitas, aku membuatnya baru-baru ini." jawab Lin Chen santai. "Oh ya kakek Jiang, bagaimana keadaan anda sekarang? apa anda mau aku periksa?"
__ADS_1
"Oh... oh, tentu, tentu saja, justru untuk itulah aku datang." Jiang Fangyou tau apa itu pil vitalitas, dia sendiri bisa membuatnya tapi khasiatnya tidak akan sebagus buatan Lin Chen.
Lin Chen tersenyum, menyilahkan Jiang Fangyou duduk dan memeriksanya.
"Bagaimana?"
"Aku akan memberikan anda akupunktur. Terakhir, aku sudah bilang, kalau anda datang ke klinik, aku bisa menyelesaikan masalah anda."
'Seperti dugaanku, kakek Jiang pastilah ahli beladiri.' ucap Lin Chen dalam hati ketika melihat tubuh Jiang Fangyou yang banyak bekas luka.
Sejak mulai mendalami ilmu medis, keahlian akupunktur Lin Chen sudah sangat baik. Proses pengobatan Jiang Fangyou hanya berlangsung tidak lebih dari sepuluh menit.
"Kakek Jiang, aku akan mencabut jarum terakhir. Anda bisa menarik nafas dan tahan, begitu aku mencabut jarumnya, aku ingin anda membuang nafas kasar."
Jiang Fangyou hanya mengangguk ringan.
"Sekarang."
"Dokter Lin, permisi sebentar." Jiang Fangyou sudah tidak tahan lagi, energi di dalam tubuhnya mendesak untuk dikeluarkan. "Lurus ke depan lalu ke kiri." sahut Lin Chen yang tau maksud Jiang Fangyou.
"Kakek Jiang, minumlah pil ini." Lin Chen memberikan pil vitalitas, ini adalah pil tingkat sedang. satu tingkat lebih tinggi dari yang dia berikan kepada anak di klinik.
"Apa aku harus membelah nya terlebih dahulu?"
Tidak ada raut meremehkan atau apa pun dalam ucapan kakek Jiang, itu murni pertanyaan nya setelah melihat yang Lin Chen lakukan sebelumnya.
"Tidak perlu, anda bisa menelannya utuh."
Jiang Fangyou langsung menelan pil nya, saat cairan lembut dan hangat itu memasuki perutnya, dia tersentak. 'Ini di luar ekspektasi.' batinnya.
Jiang Fangyou atau lebih sering disebut tetua Jiang adalah master keluarga Jiang, posisi kepala keluarga telah dia serahkan kepada putranya.
__ADS_1
Keluarga Jiang bergerak di bidang farmasi sebagai bisnis terbesarnya. Jiang Fangyou juga seorang master beladiri, itulah sebabnya dia tidak kaget ketika melihat Lin Chen mengobati pasien menggunakan pil, hanya saja khasiatnya yang membuatnya terpana.
"Jadi menurutmu, sakit apa yang aku derita?"
"Anda mengalami yang namanya titik balik Qi, aku tidak tau apa yang anda lakukan tapi sepertinya metode nya ada yang salah sehingga Qi yang terkumpul menjadi tidak stabil dan akhirnya menjadi racun."
"Kamu bisa memprediksi sampai kesana?" Jiang Fangyou lagi-lagi dikejutkan dengan ucapan Lin Chen. Dia paling tau apa yang dialaminya dan kenapa sampai itu terjadi dan semua ucapan Lin Chen tidak ada yang salah.
Lin Chen hanya tersenyum dan berkata, "Aku ini dokter, lalu kalau tidak bisa mendiagnosis, bukankah percuma aku menjadi dokter dan membuka klinik sendiri?"
"Sudahlah, ini pil yang harus anda minum setelah besok hari atau kalau anda sudah merasa tidak nyaman, tunggu sampai dua tiga hari ke depan."
Lin Chen memberikan pil pemulih Qi, pil ini memang khusus untuk ahli beladiri dan Lin Chen yakin Jiang Fangyou bisa mengatasinya.
"Kamu lagi-lagi membuatku terpana dokter Lin. Bisa-bisanya anda memberikan pil yang sangat berharga ini. Berapa aku harus membayarnya?"
"Kesehatan pasienku adalah yang utama. kotaknya di sana."
Lin Chen menunjuk kotak tempat pasien bisa membayar, tak ada tarif khusus.
Setelah itu, Lin Chen keluar dari klinik dan meletakkan sebotol pil yang berisi lima pil vitalitas di depan klinik seraya menatap di kejauhan sambil mengangguk.
Di kejauhan.
"Kapten, sudah kubilang dia pasti telah menyadari kehadiran kita."
"Ya, aku rasa kamu benar kali ini."
Kapten yang mukanya tidak percaya itu mengangguk, dia memberi perintah untuk mengambil botol pil yang diletakkan Lin Chen.
"Ini... ini terlalu berharga." kata si kapten, yang merupakan pimpinan pengawal.
__ADS_1
Berkat indra spiritual nya, Lin Chen yang bisa mendeteksi sampai satu kilometer, dia bisa keberadaan orang-orang ini dan dia merasa simpatik pada para pengawal ini yang sedang menjalankan tugas tanpa peduli keadaan mereka sendiri yang harus tetap bersembunyi.